BACAAJA, BLITAR – Seorang siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar, RK, harus dilarikan ke rumah sakit setelah pingsan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Siswa kelas 2 SMA itu diduga mengalami keracunan, tetapi kesulitan menyampaikan rasa sakit yang dirasakannya.
RK pingsan pada Rabu (16/9/2026), sekitar satu jam setelah makan MBG. Sebelumnya, sembilan siswa lain dari sekolah yang sama sudah lebih dulu dibawa ke Puskesmas Kepanjenkidul karena mengeluhkan mual dan pusing.
Wakil Kepala SLB Negeri 1 Kota Blitar, Yulia, mengatakan RK kemungkinan terlalu lama menahan rasa sakit. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan keterbatasannya dalam mengungkapkan gejala yang dialami.
“Karena anak ini, maaf ya, memang down syndrome, disabilitas mental dan intelektual. Jadi memang kesulitan mengungkapkan apa yang dirasakan,” ujar Yulia saat ditemui di sekolahnya, Kamis (17/9/2026).
Menurut Yulia, sembilan siswa lainnya mulai mengeluhkan mual dan pusing sekitar 15 hingga 30 menit setelah menyantap MBG. Namun, RK tidak menyampaikan keluhan apa pun kepada guru.
Saat teman-temannya dibawa ke puskesmas, RK justru masuk ke toilet sekolah. Ia berada di sana cukup lama hingga membuat para guru penasaran.
“Guru-guru bertanya-tanya kok lama di toiletnya. Ternyata setelah keluar dari toilet dia sudah lemes, lalu pingsan,” kata Yulia.
Sempat Pingsan, RK Muntah Setelah Siuman
Yulia menjelaskan, RK tidak mengalami muntah atau diare ketika berada di toilet. Siswa tersebut hanya berdiam diri, diduga sambil menahan rasa sakit yang dirasakannya.
“Merasa sakit tapi kesulitan menyampaikannya pada bapak ibu guru,” ungkap Yulia.
Sekitar pukul 10.00 WIB, RK kemudian dibawa ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, untuk mendapatkan penanganan medis. Beberapa puluh menit setelah tiba di rumah sakit, ia mulai siuman.
Setelah sadar, RK langsung mengalami muntah-muntah. Petugas medis kemudian memberikan suntikan dan obat setelah melakukan observasi.
Kondisi RK berangsur membaik. Sekitar pukul 12.00 WIB, ia diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Puluhan Siswa Diduga Keracunan MBG
Sebelumnya, sekitar 20 siswa dari dua sekolah di Kota Blitar diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG pada Rabu pagi. Makanan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Cik Ditiro, Kota Blitar.
Sebanyak 10 siswa yang diduga terdampak merupakan pelajar SLB Negeri 1 Kota Blitar di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul. Sementara 10 siswa lainnya berasal dari SMP atau MTs Al Muhafizhoh.
Dari total 20 siswa tersebut, sebanyak 18 orang sempat mendapatkan perawatan medis di tiga fasilitas kesehatan. RK termasuk salah satu siswa yang menjalani penanganan di RSUD Mardi Waluyo.
Adapun dua siswa lainnya dilaporkan sudah membaik sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan. Hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan.
Dinas Kesehatan Kota Blitar tengah menguji sampel makanan di laboratorium kesehatan. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan penyebab dugaan keracunan yang dialami para siswa setelah menyantap MBG. (*)

