Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Mahasiswa UGM Rancang Rompi Cerdas Pemetaan Kanker Payudara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Mahasiswa UGM Rancang Rompi Cerdas Pemetaan Kanker Payudara

Nugroho P.
Last updated: September 14, 2026 6:03 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mencoba menjawab tantangan pemetaan jaringan kanker payudara lewat inovasi teknologi.
SHARE

BACAAJA, YOGYAKARTA – Sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mencoba menjawab tantangan pemetaan jaringan kanker payudara lewat inovasi teknologi. Mereka mengembangkan perangkat elektronik cerdas yang memadukan rompi wearable, kecerdasan buatan (AI), dan sistem digital untuk membaca karakteristik jaringan payudara.

Contents
Gabungkan Teknik, AI, dan Ilmu KesehatanEIT Dipakai untuk Membaca Karakteristik JaringanRompi Wearable Juga Eksplorasi Pendekatan TerapiPrototipe Masih Terus Disempurnakan

Mengutip laman ugm.ac.id, inovasi bernama Breast Cancer Integrated Theranostics (BREIT) itu dirancang melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) 2026. Teknologi ini diharapkan dapat membantu mengeksplorasi cara pemetaan jaringan sekaligus membuka peluang penelitian terhadap pendekatan pendukung terapi kanker.

Pengembangan BREIT berangkat dari kebutuhan terhadap teknologi kesehatan yang terus berkembang. Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, Indonesia mencatat 66.271 kasus baru kanker payudara dengan 22.598 kematian.

Gabungkan Teknik, AI, dan Ilmu Kesehatan

Proyek ini melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik serta Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM. Tim terdiri atas Alfito Putra, Muhammad Nafal, Bryan Alvinnov, dan Muhammad Zufar dari Fakultas Teknik, serta Mirza Evrizqo Timmerman dari FK-KMK.

Mereka mengembangkan BREIT di bawah bimbingan Ir. Ridwan Wicaksono, S.T., M.Eng., Ph.D. Kolaborasi lintas fakultas tersebut menjadi bagian penting karena perangkat yang dibuat membutuhkan perpaduan antara elektronika, perangkat keras, AI, dan pemahaman medis.

“Hardware, elektronika, AI, dan sistem web tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Justru integrasi itulah yang menjadi fokus utama kami,” kata Alfito.

EIT Dipakai untuk Membaca Karakteristik Jaringan

Salah satu teknologi utama dalam BREIT adalah Electrical Impedance Tomography (EIT). Sistem ini bekerja dengan memberikan rangsangan listrik berintensitas sangat kecil melalui permukaan tubuh, kemudian membaca respons listrik dari jaringan yang diperiksa.

Perbedaan karakteristik listrik tersebut selanjutnya diolah menggunakan AI. Data berupa sinyal listrik itu direkonstruksi menjadi gambaran distribusi impedansi yang dapat membantu tim mengeksplorasi kondisi jaringan payudara.

“Secara sederhana, EIT memungkinkan kita membuat semacam peta karakteristik listrik jaringan. Jadi data yang awalnya berupa sinyal listrik dapat direkonstruksi menjadi gambaran distribusi impedansi,” jelas Mirza.

Berbeda dari metode pemeriksaan yang menggunakan sinar-X, EIT tidak memanfaatkan radiasi pengion. Meski begitu, tim menegaskan bahwa BREIT masih dalam tahap pengembangan dan belum ditujukan untuk menggantikan metode diagnosis kanker yang sudah digunakan dalam praktik klinis.

Rompi Wearable Juga Eksplorasi Pendekatan Terapi

Selain untuk pemetaan jaringan, BREIT dilengkapi komponen wearable vest atau rompi yang digunakan dalam eksplorasi Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT). Pendekatan tersebut memanfaatkan medan listrik melalui perangkat wearable untuk meneliti potensi efeknya terhadap sel kanker.

Namun, fitur ECCT dalam BREIT belum bisa disebut sebagai terapi kanker yang siap digunakan. Tim masih melakukan penelitian dan pengujian untuk mengetahui apakah konsep tersebut mampu menghasilkan efek biologis yang terukur.

“ECCT pada BREIT belum kami posisikan sebagai terapi kanker yang siap digunakan. Kami masih berada pada tahap pengembangan dan pengujian untuk melihat apakah konsepnya dapat memberikan efek biologis yang terukur,” ujar Mirza.

Prototipe Masih Terus Disempurnakan

Saat ini, mahasiswa UGM tersebut masih melakukan penyempurnaan prototipe, mulai dari pengembangan perangkat, pengolahan data, hingga pengujian sistem. Tahap berikutnya mencakup pengumpulan data dan evaluasi kinerja teknologi untuk melihat kemampuan BREIT dalam memetakan karakteristik jaringan.

Tim menyadari bahwa inovasi di bidang kesehatan membutuhkan proses panjang sebelum dapat diterapkan kepada pasien. Pengujian keamanan, efektivitas, akurasi, serta pemenuhan regulasi menjadi tahapan penting yang harus dilalui.

Melalui BREIT, mahasiswa UGM berupaya menghubungkan teknologi wearable, AI, dan ilmu kesehatan dalam satu rancangan. Meski masih berada di tahap pengembangan, inovasi ini menjadi langkah awal untuk mengeksplorasi teknologi pemetaan jaringan dan pendekatan pendukung terapi kanker payudara. (*)

You Might Also Like

Semarang Dukung PAUD Emas, Siapkan Bocil Jadi Generasi 2045

Suami Jadi Tersangka saat Bela Istri Kejambret, Pakar UGM: Ini Jadi Rumit karena . . .

Luthfi: Sekolah Bukan Cuma Tempat Belajar, Tapi “Jalan Keluar” dari Kemiskinan

Mahasiswa Jangan Cuma Rapat: Taj Yasin Ajak Turun Tangan Beresin Masalah Sosial

Limbah Batu Bara Bakal Dipakai Bangun Giant Sea Wall di Kendal, Ini Alasannya

TAGGED:kanker payudaramahasiswa ugmpendidikanrompi pendeteksiugm
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Gara-Gara Air Sawah, Warga Sragen Tewas Ditikam
Next Article SANTAP MBG: Pelajar di salah satu sekolah di Kabupaten Jepara, Jateng sedang menyantap menu makan program makan bergizi gratis (MBG), beberapa waktu lalu. (ist) Ikhtiar Jaga Santri dari Bahaya Keracunan, Ponpes Boyolali Berhenti Terima MBG

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SANTAP MBG: Pelajar di salah satu sekolah di Kabupaten Jepara, Jateng sedang menyantap menu makan program makan bergizi gratis (MBG), beberapa waktu lalu. (ist)

Ikhtiar Jaga Santri dari Bahaya Keracunan, Ponpes Boyolali Berhenti Terima MBG

Mahasiswa UGM Rancang Rompi Cerdas Pemetaan Kanker Payudara

Gara-Gara Air Sawah, Warga Sragen Tewas Ditikam

130 Penumpang Virgo Transport 8 Masih Misterius

BIANG KERACUNAN - Ilustrasi menu MBG pemicu keracunan massal.

Pemerintah Tegas! 87 Siswa Keracunan ‘MBG’, Pengelola Dapur Terancam Denda Rp111 Miliar dan Putus Kontrak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Jalur Prestasi Kini Punya Racikan Baru, TKA Ikut Menentukan

Juni 3, 2026
Pendidikan

UGM Kenalkan Beras Presokazi, Inovasi Pangan yang Bantu Cegah Stunting

Oktober 9, 2025
Pendidikan

SPMB Belum Mulai, Ombudsman Sudah Cium “Bau” Ribetnya

Mei 15, 2026
Pendidikan

Puan Buka Suara Soal Kasus FH UI: “No Excuse!”

April 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Mahasiswa UGM Rancang Rompi Cerdas Pemetaan Kanker Payudara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?