Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: BGN Pangkas 1.653 Sekolah dari Sasaran MBG
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

BGN Pangkas 1.653 Sekolah dari Sasaran MBG

Nugroho P.
Last updated: September 11, 2026 3:53 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (ist)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono. (ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Daftar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dibenahi. Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima setelah dilakukan pemutakhiran data sasaran program.

Kepala BGN Sudaryono menyebut sekolah yang dicoret bukan sembarang satuan pendidikan. Sebagian besar merupakan sekolah swasta bertaraf internasional, lembaga pendidikan yang punya kerja sama dengan institusi nasional maupun internasional, serta sekolah yang dinilai sudah kuat secara finansial.

Menurut Sudaryono, sekolah-sekolah tersebut dianggap mampu memenuhi kebutuhan pendidikannya secara mandiri sehingga tidak bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Karena itu, BGN memilih menata ulang sasaran agar layanan MBG bisa lebih fokus kepada satuan pendidikan yang memang membutuhkan.

“Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansialnya,” kata Sudaryono, Kamis (10/9/2026).

Pemutakhiran data tersebut dilakukan BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama. Langkah ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap mengenai satuan pendidikan yang menjadi sasaran program MBG.

Secara keseluruhan, data yang dihimpun mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan di Indonesia. Jumlah tersebut meliputi sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, hingga berbagai satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Dari total tersebut, lebih dari 340.000 satuan pendidikan sudah mendapatkan layanan MBG. Artinya, masih ada sekitar 240.000 satuan pendidikan yang belum kebagian program tersebut.

BGN menyebut kelompok yang belum mendapatkan layanan itu akan menjadi bagian dari proses perluasan MBG. Namun, perluasan tidak dilakukan secara asal-asalan karena pemerintah akan melihat kebutuhan serta kondisi setiap daerah.

Data Penerima MBG Terus Dibersihkan

Sudaryono mengatakan pembaruan data diperlukan agar ekspansi MBG bisa berjalan lebih terukur. BGN tidak hanya menghitung berapa banyak sekolah yang harus dilayani, tetapi juga menentukan prioritas berdasarkan kondisi wilayah dan kebutuhan penerima manfaat.

Menurut dia, proses tersebut penting supaya sasaran program tidak melenceng. Sekolah yang sudah mempunyai kemampuan finansial kuat dinilai tidak menjadi prioritas dibandingkan satuan pendidikan yang masih membutuhkan dukungan program pemerintah.

Di sisi lain, BGN justru menerima banyak pengajuan dari sekolah yang sampai sekarang belum memperoleh layanan MBG. Permohonan tersebut datang dari berbagai satuan pendidikan yang berharap bisa masuk dalam cakupan program.

Sudaryono memastikan pengajuan itu tidak akan dibiarkan begitu saja. Setiap permohonan akan ditelusuri lebih dulu sebelum keputusan mengenai pemberian layanan dibuat.

BGN akan melakukan investigasi sekaligus pemetaan terhadap sekolah-sekolah yang mengajukan permohonan. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi dasar untuk menentukan kapan dan bagaimana layanan MBG diberikan.

“Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai saat ini dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai,” ujar Sudaryono.

Dengan pemutakhiran tersebut, BGN ingin memastikan perluasan MBG berjalan sesuai skala prioritas. Program tidak sekadar mengejar jumlah sekolah yang terlayani, tetapi juga menyasar satuan pendidikan yang paling membutuhkan.

Saat ini, masih terdapat sekitar 240.000 satuan pendidikan yang belum mendapatkan MBG. Jumlah itu menjadi ruang perluasan layanan BGN berikutnya, dengan proses yang akan dilakukan secara bertahap setelah data dan kondisi di lapangan dipastikan (*)

You Might Also Like

Fix Gak Betah? 8.000-an Orang Lepas Status WNI, Singapura Jadi Tujuan Utama

Ketika Rival Jadi Penyelamat, Istri Bos Persela Nakhodai PSIS

Pilkada lewat DPRD Disukai Parpol, Lobi Elite Lebih Gampang

Viral Banget, Begini Fakta Dibalik Truk Ngelawan Takdir di Rel Kaligawe

Obituari: Kesederhanaan dan Integritas Sang Prajurit, Mengenang Try Sutrisno

TAGGED:bgnMBGsasaran MBGsekolah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bukit Teletubies Bromo Dilalap Api, Pemicu Misterius
Next Article PENUMPANG KERETA API--Penumpang kereta api memadati Stasiun Poncol Semarang. (ist) Jelang MTQ Nasional, Stasiun Kereta di Kota Semarang Makin Ramai

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Agustina Genjot Ketahanan Pangan Semarang: Dari Kebun Warga hingga Pasar Murah

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Orang Kebagian Peluang Kerja

Tinggal Satu Titik Api di Gunung Lawu, Luthfi Minta Petugas Jangan Pulang Dulu

YLBHI Soroti Pengerahan Ribuan Aparat Saat Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran

ASN Disuruh Naik Angkutan Umum Seminggu Sekali, Biar Nggak Cuma Jago Bikin Kebijakan!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Skandal Lapas Cibinong, Kalapas Kena Pecat

Oktober 5, 2026
Sepak Bola

Fans Qatar vs UEA Saling Lempar iPhone 17 Pro Max

Oktober 16, 2025
MAGNET PENGUNJUNG - Booth PLN Icon Plus turut menjadi salah satu titik yang menarik perhatian pengunjung Ecofest 2026. Pengunjung dapat mengenal lebih dekat ICONNET, mulai dari paket promo internet rumah tanpa batas kuota, hingga berbagai layanan yang tersedia di PLN Mobile.
Info

Hadir di Ecofest 2026, PLN Icon Plus Perkuat Pengalaman Konektivitas dan Layanan Digital

September 7, 2026
Ekonomi

Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, 340 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Oktober 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: BGN Pangkas 1.653 Sekolah dari Sasaran MBG
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?