Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Korban Dugaan Keracunan MBG Karo Sulit Bicara
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Korban Dugaan Keracunan MBG Karo Sulit Bicara

Nugroho P.
Last updated: September 8, 2026 3:54 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ilustrasi korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
SHARE

BACAAJA, KARO – Hampir sebulan berlalu sejak dugaan keracunan MBG terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Namun, kondisi salah satu pelajar yang terdampak masih membuat keluarga cemas karena muncul sejumlah keluhan yang belum sepenuhnya pulih.

Febiona br Purba (16), siswi SMK Bersama Berastagi, kini disebut mengalami gangguan daya ingat. Ia bahkan beberapa kali tidak mengenali orang-orang terdekat yang datang menjenguk.

Tak hanya itu, Febiona juga mengalami kesulitan berbicara. Kondisi tersebut membuat keluarganya kembali membawa remaja itu ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Ibunda Febiona, Elvinus Lusiana br Sitanggang, mengatakan perubahan daya ingat anaknya mulai terlihat setelah peristiwa dugaan keracunan pada 13 Agustus 2026.

Menurut Elvinus, Febiona terkadang tidak mengenali anggota keluarganya sendiri. Teman-teman sekolah yang datang menjenguk pun disebut sempat tidak dikenali.

“Lupa dia, misalnya bibinya kalau datang, ini siapa katanya. Kami kasih tahu lah, ini Bibi. Adik-adiknya juga gitu. Kawan-kawannya di sekolah datang pun gak kenal,” ujar Elvinus, Selasa (8/9/2026).

Keluhan lain yang kini cukup mengganggu adalah kesulitan berbicara. Elvinus menyebut kondisi pada bagian lidah membuat Febiona makin kesulitan mengucapkan kata-kata.

“Karena lidahnya agak masuk, jadi makin susah ngomongnya,” katanya.

Melihat kondisi tersebut, keluarga kembali mencari penanganan medis. Pada Senin (7/9/2026), Febiona dibawa ke RSUP H Adam Malik, Medan, setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit di Berastagi.

Sesampainya di RSUP H Adam Malik, Febiona sempat masuk melalui instalasi gawat darurat. Setelah itu, ia menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Poli Psikiatri.

Pemeriksaan dilakukan oleh sejumlah dokter dari beberapa bidang. Di antaranya dokter spesialis gastro anak, neurologi anak, dan psikiatri.

Setelah menjalani rangkaian pemeriksaan dan mendapat obat, Febiona akhirnya diperbolehkan kembali ke rumahnya di Karo. Meski begitu, kondisi kesehatannya masih terus dipantau oleh keluarga.

Sebelumnya, Febiona memang sempat mendapat perawatan setelah dugaan keracunan MBG yang terjadi pada 13 Agustus 2026. Saat itu, ia dibawa ke RS Amanda Berastagi untuk mendapatkan penanganan.

Kondisinya kemudian disebut sempat memburuk sehingga Febiona dirujuk ke RS Haji Medan. Setelah dinilai membaik, ia akhirnya diperbolehkan pulang.

Namun, persoalan belum benar-benar selesai. Keluarga menyebut Febiona kembali mengalami kejang sehingga pemeriksaan medis harus dilakukan lagi secara berkala.

Situasi tersebut membuat keluarga berharap kondisi Febiona bisa diketahui secara menyeluruh. Mereka ingin setiap keluhan yang muncul mendapatkan penjelasan medis yang jelas agar penanganannya bisa lebih tepat.

Keluarga juga berharap pihak terkait ikut membantu memastikan kondisi kesehatan Febiona setelah rangkaian kejadian tersebut. Bagi keluarga, kepastian mengenai kondisi anak menjadi hal yang paling penting saat ini.

Kasus dugaan keracunan MBG di Kabupaten Karo sebelumnya berdampak terhadap ratusan pelajar. Sebagian besar siswa telah mendapat penanganan medis setelah mengalami keluhan kesehatan.

Namun, sejumlah pelajar masih harus menjalani pemeriksaan lanjutan. Febiona menjadi salah satu di antaranya karena hingga kini masih mengalami keluhan yang membuat keluarga harus bolak-balik mencari penanganan medis.

Di tengah proses pemeriksaan tersebut, penyebab pasti gangguan daya ingat, kesulitan berbicara, dan keluhan lain yang dialami Febiona tetap perlu dipastikan melalui evaluasi medis. Keluhan yang muncul setelah sebuah kejadian tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa semuanya disebabkan oleh kejadian tersebut.

Keluarga kini menunggu hasil pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Harapannya, kondisi Febiona segera mendapat titik terang dan bisa kembali pulih seperti sebelumnya. (*)

You Might Also Like

Jateng Siap Bagikan 1.000 Sambungan Listrik Gratis Buat Warga Miskin

Program Sekolah Rakyat Telan Rp4 Triliun

Prabowo 2029 Gandeng Gibran Lagi, Untung Atau Bumerang?

Anies Datang Tak Diundang, Suasana Halal Bihalal Demokrat Ramai

Layanan Cepat Tanpa Drama, Dua Menteri Puji MPP Semarang

TAGGED:berastagiheadlinekarokeracunan MBGkorban keracunan mbg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jalan Ambyar, Pasien Cianjur Ditandu 10 Kilometer
Next Article Nama Sekda Kebumen Dicatut, Modus Penipuan Makin Beragam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

CEK ADUAN: Petugas sedang mengecek aduan masyarakat yang masuk via situs laporsemar.semarangkota.go.id. (ist)

Pemkot Semarang Klaim Selesaikan Ribuan Aduan dari Penerangan hingga Jalan Rusak

Ilustrasi babi hutan alias celeng.

Cerita Celeng Masuk Mimbar Masjid di Blora: Ditembak Mati, Dagingnya Dibuat Pesta Warga

Diduga Tipu Rp 380 Juta Bermodus PMB, Kuasa Hukum Desak Penyidikan

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026). (dul)

BPBD Jateng: Penggunaan Api di Gunung Perlu Dikendalikan untuk Cegah Karhutla

CUCU PENDIRI NU - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf adalah cucu dari pendiri NU KH Hasyim Asy'ari. Ayah Gus Ifran, KH Yusuf Hasyim, adalah putra bungsu KH Hasyim Asy'ari dan Ny Nafiqah.

Menhaj Gus Irfan Angkat 2 Anak Jadi Tenaga Ahli, Akademisi: Ngono Ya Ngono, Neng Ojo Ngono, Gus . . .

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Ribuan Mahasiswa Undip Turun ke Desa

Januari 7, 2026
Sebelas Kabupaten/kota di Jawa Tengah telah membentuk Satgas anti Premanisme yang bertugas menjaga kondusifitas iklim investasi di Jateng. Sekda Sumarno berharap, daerah lain segera menyusul. Foto: dok/humas
DaerahEkonomi

11 Kabupaten/Kota di Jateng Bentuk Satgas Anti Premanisme

Juli 26, 2025
Aksi demonstrasi besar-besaran di Iran. Mereka menuntut pergantian rezim.
Info

Iran Bergolak! Ekonomi Ambruk, Demo Besar-besaran Telan 7 Korban Tewas

Januari 3, 2026
Ahmad Marzuki (pegang mix) nelayan Semarang yang juga koordinator Aliansi Rakyat Miskin Semarang Demak (ARMSD). (bae)
Info

Liat Tuh Tanggul Laut Tambaklorok Udah Retak, Warga Minta Giant Sea Wall Dikaji Matang!

Juli 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Korban Dugaan Keracunan MBG Karo Sulit Bicara
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?