Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Disebut “Minimarket Bencana”, Luthfi Minta Respons Jangan Lemot
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Disebut “Minimarket Bencana”, Luthfi Minta Respons Jangan Lemot

Jateng boleh dibilang lengkap kalau urusan bencana. Kekeringan ada, kebakaran juga datang silih berganti. Tak heran jika Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut provinsi ini layaknya “minimarket bencana”.

T. Budianto
Last updated: September 7, 2026 11:49 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PEMADAMAN API: Anggota TRC melakukan simulasi pemadaman api saat Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personel TRC Jateng di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Kabupaten Semarang, Minggu (6/9/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi meminta seluruh petugas dan relawan tanggap bencana mempercepat respons ketika terjadi bencana di wilayah masing-masing.

Menurutnya, kondisi geografis dan potensi bencana yang cukup beragam membuat Jawa Tengah membutuhkan kerja cepat dari seluruh stakeholder, termasuk relawan tanggap bencana dan Tim Reaksi Cepat (TRC).

“Jadi latihan itu perlu, untuk meningkatkan profesionalitas dan team work (kerja tim),” kata Luthfi saat menutup Pelatihan Peningkatan Kapasitas Personel TRC Jawa Tengah di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Penggaron, Kabupaten Semarang, Minggu (6/9/2026).

Pelatihan tersebut melibatkan ratusan personel dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan bisa membawa ilmu yang diperoleh untuk meningkatkan kemampuan personel di daerah masing-masing.

Baca juga: Sepanjang 2025 Jateng Diterpa 361 Bencana

Luthfi menilai kecepatan dan ketepatan respons menjadi kunci dalam penanganan bencana. Sebab, semakin cepat petugas bergerak, semakin besar peluang untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga memaparkan kondisi kebencanaan terkini di Jawa Tengah. Saat ini, kekeringan dan kebakaran menjadi dua ancaman yang paling mendapat perhatian.

Kejadian Kebakaran

Berdasarkan data BPBD Jateng hingga 30 Agustus 2026, tercatat 615 kejadian kebakaran. Rinciannya, 282 kejadian merupakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sedangkan 333 lainnya terjadi di gedung dan permukiman. Total kerugian akibat berbagai kejadian kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp38,5 miliar.

Sementara itu, kekeringan hampir terjadi di seluruh wilayah Jateng. Pemerintah daerah telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang mengalami kekurangan air maupun lahan pertanian yang terdampak.

“Semua sudah kita petakan agar dampak kekeringan tidak melanda terlalu dalam di daerah kita. Hampir 8,5 juta liter air bersih juga sudah distribusikan ke daerah terdampak kekeringan,” ujar Luthfi didampingi Kalakhar BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan.

Baca juga: DPR RI Acungi Jempol Penanganan Bencana di Jateng

Penanganan kekeringan juga dilakukan bersama kepolisian dan TNI, terutama untuk memastikan distribusi air bersih berjalan ke wilayah yang membutuhkan.

Selain kekeringan, Luthfi mengingatkan potensi kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA). Kasus kebakaran TPA Putri Cempo di Kota Surakarta menjadi salah satu contoh yang perlu diantisipasi.

Karena itu, seluruh kepala daerah diminta rutin melakukan pengecekan dan mitigasi di wilayah masing-masing. Surat edaran dari Sekda Jateng juga telah diterbitkan sebagai pengingat agar potensi bencana tidak dianggap remeh. “Surat edaran sudah dibuat oleh Pak Sekda Jateng dan ini harus menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.

Dengan kondisi Jateng yang punya “koleksi” bencana cukup lengkap, pesan Luthfi sebenarnya sederhana: jangan tunggu bencana viral dulu baru bergerak. Kalau Jateng memang “minimarket bencana”, setidaknya petugas jangan sampai menerapkan sistem pelayanan seperti kasir antrean panjang. (tebe)

You Might Also Like

Pasar Ikan Rejomulyo Come Back

Keren! Gahan Anak Vincent Rompies Satu-satunya Orang Asia Ikut Summer Camp Sepak Bola di Como Italia

Partai Orba ‘Ngotot’ Pilkada Balik ke DPRD, Ini Parpol yang Merapat Masuk Barisan

Setahun Agustina-Iswar: Wifi RT Gratis Banyak yang Mati, Warga Pertanyakan Komitmen Pemkot

Viral! SD di Ende Mau Digusur Demi Kopdes Merah Putih, Alat Berat Dikawal Oknum TNI

TAGGED:ahmad luthfibencana jatengBPBD jatengheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Nasib 8 WNI di Rusia Masih Jadi Misteri
Next Article 55 WN China Diamankan Imigrasi di BSD

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

DISKUSI PUBLIK--Direktur WALHI Jateng, Fahmi Bastian (dua dari kanan) dan beberapa orang lain sesang diskusi di Dieng, Banjarnegara. (ist)

Listrik Jateng Surplus 2.000 MW, Mengapa Proyek Geothermal Terus Dikebut?

EVAKUASI KORBAN - Tim gabungan berupauya mencari dan mengevakuasi korban gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa Susulan Flores NTT Capai 13.156 Kali, BMKG: Aktivitas Mulai Menurun

1.500 Pelari Bikin Purbalingga Makin Semarak

Abu Anak Krakatau Ganggu Sekolah di Jawa Barat

Ditinggal Beli Pop Mie, Anak 9 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Pemandian

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Merry Roeslani bersama Hoegeng Iman Santoso, semasa hidup.
Info

Istri Eks-Kapolri Meri Hoegeng Wafat di Usia 100 Tahun, Pendamping Setia Jenderal Polisi Legendaris

Februari 3, 2026
Sepak Bola

PSIS Beres-beres: Empat Pemain Resmi Pamitan

Januari 15, 2026
GAJI - Ilustrasi uang rupiah sebagai gaji bulanan.
Info

Dompet ASN Mulai Senyum, Gaji Ketigabelas 2026 Siap Meluncur Lagi

Mei 20, 2026
Info

Pemulihan Longsor Kalialang Digeber

Mei 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Disebut “Minimarket Bencana”, Luthfi Minta Respons Jangan Lemot
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?