BACAAJA, SEMARANG – Kabar meninggalnya dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro (Undip), ramai dibicarakan.
Yang meninggal adalah dr Yuda Nabella Prameswari, M.Biomed, dokter residen yang menempuh PPDS Ilmu Kesehatan Jiwa Undip/RSUP Dr Kariadi Semarang.
Kabar duka ini kemudian dikaitkan dengan dugaan masih adanya budaya bullying dalam pendidikan dokter spesialis.
Salah satu unggahan dari sejawat mempertanyakan dugaan panggilan “babu” yang diberikan PPDS senior kepada junior.
Bacaaja: Tega Peras Mahasiswa PPDS Undip, Kaprodi Dihukum Dua Tahun
Bacaaja: Kemenkes: Sistem Kasta Senioroitas Tak Hanya di PPDS Undip
Unggahan tersebut meminta agar pendidikan kedokteran terus memperbaiki diri. Hubungan antara junior, senior, konsulen, dokter, hingga profesor diharapkan tetap profesional dan saling menghargai.
“Junior, senior, konsulen, termasuk Doktor & professor setara. Punya tupoksi masing-masing. Saling bahu membahu demi keselamatan pasien,” tulis unggahan yang beredar.
Meski begitu, belum ada kepastian bahwa meninggalnya Nabella berkaitan dengan dugaan bullying tersebut. Dugaan itu masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Azhar Jaya mengatakan pihaknya sedang memeriksa informasi yang beredar.
Jika terbukti ada bullying, Kemenkes akan mengambil langkah sesuai aturan. Langkahnya bisa berupa evaluasi dan perbaikan sistem pendidikan, bahkan penghentian sementara kegiatan jika memang diperlukan. (bae)

