BACAAJA, SEMARANG– Pemprov Jateng menyatakan persiapan menggelar MTQ Nasional XXXI/2026 telah mencapai 90 persen. Venue, akomodasi, transportasi sampai urusan keamanan dan kesehatan mulai dibereskan satu per satu.
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, berbagai persiapan terus dimatangkan agar kedatangan ribuan peserta dan pengunjung dari berbagai provinsi bisa terlayani dengan baik.
“Kita melakukan rapat persiapan menjelang MTQ 2026. Kita harus menjadi tuan rumah yang baik, bisa menghormati tamu dengan baik,” kata Taj Yasin saat rapat koordinasi persiapan MTQ Nasional 2026 di Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (24/8/2026).
Baca juga: Semarang Bersiap Jadi Panggung MTQ Nasional 2026
Penataan venue pembukaan di kawasan Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, sudah mulai dilakukan. Lokasi kedatangan para kafilah, akomodasi tamu VIP dan VVIP, hingga dukungan transportasi juga dipersiapkan.
Begitu pula dengan aspek keamanan dan layanan kesehatan. Maklum, MTQ Nasional bukan acara kecil. Ribuan peserta dan pengunjung diperkirakan akan datang ke Kota Semarang selama sepekan pelaksanaan.
Taj Yasin memastikan Pemprov Jateng bersama seluruh pihak terkait terus melakukan penyempurnaan persiapan. Targetnya sederhana, tetapi penting: seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan para tamu merasa nyaman selama berada di Jateng.
Menggerakkan Ekonomi
Menariknya, Pemprov Jateng tidak ingin MTQ Nasional berhenti sebagai urusan lomba membaca, menghafal, atau memahami Alquran. Ajang nasional tersebut diharapkan ikut menggerakkan ekonomi daerah.
Salah satu yang disiapkan adalah pengembangan pariwisata ramah Muslim di Kota Semarang. Para kafilah nantinya diharapkan tidak hanya datang, bertanding, lalu pulang.
Mereka juga didorong mengikuti city tour untuk mengenal sejumlah destinasi wisata di Jateng. “Harapannya masyarakat ini bisa mengunjunginya, para kafilah bisa di sana, bisa ada city tour untuk mempromosikan pariwisata-pariwisata kita,” ujar Taj Yasin.
Baca juga: Agustina Klaim Persiapan MTQ Nasional Sudah 80 Persen
Selain wisata, sektor UMKM juga akan dilibatkan agar perhelatan MTQ Nasional bisa memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
Dengan persiapan yang sudah mencapai 90 persen, pekerjaan rumah Jateng tinggal menyelesaikan bagian yang belum beres. Dan ketika ribuan kafilah nanti datang, tantangannya bukan cuma memastikan ayat-ayat suci dibaca dengan merdu.
Tuan rumah juga harus memastikan tamunya tidak bingung mencari hotel, tidak kelaparan, tidak nyasar saat city tour, dan pulang membawa cerita baik tentang Semarang. Karena MTQ boleh selesai dalam sepekan, tapi kalau tuan rumahnya sukses, efek baiknya semoga jangan ikut check-out setelah kafilah pulang. (tebe)

