Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Isu Rusuh Agustus Jilid II, Publik Diminta Waspada
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Isu Rusuh Agustus Jilid II, Publik Diminta Waspada

Nugroho P.
Last updated: Agustus 25, 2026 2:49 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi kerusuhan Agustus.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Isu soal potensi kerusuhan di Jakarta kembali ramai berseliweran di media sosial. Narasi yang menyebut “Rusuh Agustus Jilid II” mulai jadi bahan perbincangan, meski masyarakat diminta tidak buru-buru panik hanya karena informasi yang beredar di dunia maya.

Contents
Narasi Rusuh Dinilai Terus DigorengAparat Diminta Baca Pola, Bukan Asal TuduhJangan Sampai Panik Gara-Gara Konten

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengingatkan publik agar tetap tenang, tetapi bukan berarti lengah. Menurutnya, penting bagi masyarakat membedakan ancaman keamanan yang benar-benar terlihat di lapangan dengan perang narasi yang sengaja dimainkan di media sosial.

“Jangan takut, tetapi tetap waspada. Kita harus bisa membedakan antara ancaman keamanan yang nyata dengan perang narasi di media sosial,” ujar Iwan dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Narasi Rusuh Dinilai Terus Digoreng

Iwan melihat, sejauh ini pembicaraan soal potensi kerusuhan justru jauh lebih deras beredar di media sosial dibandingkan dengan indikator nyata yang terlihat di lapangan.

Menurut dia, pola penyebaran isu tersebut patut dicermati. Narasi tentang kerusuhan muncul berulang kali, kemudian diperkuat oleh berbagai akun hingga perlahan membentuk persepsi dan emosi publik.

“Narasi tertentu terus diulang, diperbesar, kemudian didorong oleh jaringan akun dan buzzer. Ini yang harus diwaspadai,” katanya.

Di era media sosial, satu informasi bisa bergerak sangat cepat. Konten yang awalnya hanya muncul dari satu akun dapat disebarkan ulang berkali-kali hingga terlihat seolah-olah menjadi informasi yang sudah pasti benar.

Aparat Diminta Baca Pola, Bukan Asal Tuduh

Iwan menilai media sosial sekarang bukan cuma tempat bertukar informasi. Platform digital juga bisa menjadi ruang untuk menggerakkan opini sekaligus emosi masyarakat.

Karena itu, aparat penegak hukum dan intelijen dinilai perlu memetakan pola penyebaran konten yang mengandung unsur provokasi. Hal tersebut bisa dilakukan dengan melihat momentum, tema, pola penyebaran, hingga jaringan akun yang terlibat.

“Secara akademis, pola penyebaran informasi, momentum, tema yang digunakan, hingga jaringan akun yang menyebarkannya dapat menjadi indikator untuk membaca kemungkinan adanya aktor atau kepentingan tertentu,” jelasnya.

Meski begitu, Iwan mengingatkan agar analisis tersebut tidak berubah menjadi tuduhan sembarangan. Jika ada dugaan pelanggaran hukum, pembuktiannya tetap harus dilakukan melalui mekanisme hukum.

“Tetapi jangan kemudian kita melakukan tuduhan tanpa bukti. Kalau ada dugaan pelanggaran hukum, tentu harus dibuktikan melalui proses hukum,” sambungnya.

Jangan Sampai Panik Gara-Gara Konten

Menurut Iwan, persoalan yang justru berbahaya adalah ketika masyarakat mulai percaya pada sebuah skenario hanya karena narasinya terus diulang.

Informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya bisa memicu ketakutan. Apalagi jika konten tersebut berisi ajakan melakukan kekerasan, provokasi, atau klaim bahwa kerusuhan sudah pasti terjadi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak ikut menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Sebelum membagikan sebuah konten, sumber dan konteksnya perlu dicek terlebih dahulu.

“Jangan sampai karena terlalu sering diberi narasi tentang kerusuhan, masyarakat kemudian percaya bahwa kerusuhan pasti terjadi. Ini berbahaya,” kata Iwan.

Ia menekankan, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama jika muncul informasi yang benar-benar memiliki dasar dan indikator keamanan yang jelas. Namun, masyarakat juga tidak perlu ikut terseret dalam kepanikan hanya karena sebuah isu sedang ramai di media sosial.

Intinya, tetap melek informasi, jangan gampang terpancing, dan jangan ikut menyebarkan kabar yang belum jelas. Waspada boleh, panik jangan. (*)

You Might Also Like

Mulai April BBM Dibatasi, Pengisian Kini Ada Aturannya Baru

Isu Pasukan TNI ke Polda Ramai, Mabes Tegaskan Itu Hoaks Provokatif

Inflasi Jateng: Dari Cabai Pedas sampai Emas, Tantangan dan Harapan di Tangan Luthfi–Yasin

Cabai Nyaris 80 Ribu, Gubernur: Gas Operasi Pasar!

PBI Nonaktif, Pemkot: Santai, Warga Tetap Bisa Berobat

TAGGED:agustus jilid IIkerusuhannarasi rusuh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hanura Desak Prabowo Kejar Dalang Karhutla
Next Article KEBERSAMAAN - Berbagai lomba yang memperkuat kekompakan digelar PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah bersama para Iconers, untuk memeriahkan HUT ke-81 RI. Bukan Sekadar Perayaan, Ini Cara PLN Icon Plus SBU Jateng Maknai Kemerdekaan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

TAWAKRAN SOLUSI DIGITAL - PLN Icon Plus dorong integrasi solusi digital dan energi bersih di sektor hulu migas untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi operasional.

PLN Icon Plus Dorong Integrasi Solusi Digital dan Energi Bersih di Sektor Hulu Migas

TINJAU UMKM: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menunjau UMKM saat acara Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Tengah 2026 di Muladi Dome Undip, Rabu (7/10/2026). (ist)

Pemkot Semarang Fasilitasi UMKM, Bantu Pendampingan hingga Akses Pasar

DIGUYUR HUJAN: Area TPA Jatibarang Semarang basah setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Kamis (8/10/2026) malam. (ist)

Kebakaran TPA Jatibarang Gak Padam Diguyur Hujan, Masih Ada 2 Titik Asap

Kemarau Mencekik, Polres Banjarnegara Kembali Kirim 25.000 Liter Air

Gowes Sambil Menikmati Hidden Gem Kaki Lawu, 600 Pesepeda Serbu Tour de Surakarta 2026

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tersangka kasus kematian dosen Untag, AKBP Basuki (baju biru) diperiksa di kejaksaan, Jumat (13/2/2026). (ist)
Hukum

KUHP Baru Untungkan AKBP Basuki, Ancaman Hukuman Tersangka Kematian Dosen Untag Ringan

Februari 13, 2026
Hukum

Edit Foto Mantan Pacar Pakai AI, Mahasiswa di Semarang Terancam 12 Tahun Bui

Agustus 6, 2026
Ilustrasi teknologi deepfake AI.
Hukum

Geger Deepfake AI SMAN 11 Semarang: Chiko Bikin Konten Bokis Mengerikan

Oktober 15, 2025
Info

Kesiapan Lebaran, Respati Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Terkendali

Januari 27, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Isu Rusuh Agustus Jilid II, Publik Diminta Waspada
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?