Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kurangi Penggunaan Air Tanah, PDAM dan Satpol PP Mulai “Sisir” Kawasan Industri
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Kurangi Penggunaan Air Tanah, PDAM dan Satpol PP Mulai “Sisir” Kawasan Industri

Semarang punya masalah yang nggak bisa dianggap receh: tanah terus turun, air laut makin masuk, sementara pemakaian air bawah tanah masih tinggi. Kini Perumda Air Minum Tirta Moedal dan Satpol PP Kota Semarang mulai duduk satu meja.

T. Budianto
Last updated: Agustus 24, 2026 6:14 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
RAPAT KOORDINASI: PDAM Tirta Moedal Kota Semarang dan Satpol PP Kota Semarang melakukan rapat koordinasi terkait peluang kerja sama di Kantor Satpol PP Kota Semarang, kemarin. (Foto: tebe)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang menjajaki kolaborasi dengan Satpol PP Kota Semarang untuk mendorong pengurangan penggunaan air bawah tanah.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi lingkungan Kota Semarang yang selama ini rentan terhadap penurunan muka tanah atau land subsidence serta intrusi air laut.

Pertemuan antara jajaran Perumda Air Minum Tirta Moedal dan Satpol PP Kota Semarang dilakukan sebagai ajang silaturahmi sekaligus membuka peluang kerja sama antarinstansi.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan mengatakan, salah satu fokus pembahasan adalah bagaimana mendorong pengurangan pemakaian air tanah secara bertahap.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menjajaki dan mengembangkan pola kerja sama antarperangkat daerah atau instansi, khususnya dalam pelayanan air minum. Yang lebih khusus lagi adalah bagaimana memberikan gerakan untuk pembatasan atau mengurangi pemakaian air tanah,” ujarnya yang hadir di Kantor Satpol PP Kota Semarang bersama jajaran, kemarin.

Baca juga: Sungai Sapi Keruh, Satpol PP Mulai Bergerak

Menurutnya, persoalan penggunaan air bawah tanah perlu menjadi perhatian serius karena Kota Semarang termasuk daerah yang rentan mengalami penurunan muka tanah. Kondisi tersebut diperparah dengan intrusi air laut yang mulai berdampak ke sejumlah kawasan.

“Ini menjadi kewajiban kami selaku penyedia air minum. Kami harus siap menyediakan alternatif pengganti air tanah agar masyarakat dan pelaku usaha bisa beralih,” katanya.

Perumda Tirta Moedal menegaskan langkah yang ditempuh bukan sekadar melakukan pembatasan, tetapi terlebih dahulu menyiapkan ketersediaan layanan air bersih yang mampu menjadi alternatif bagi pengguna air tanah.

Sasaran utama yang akan didorong untuk beralih adalah para pemangku kepentingan, khususnya sektor industri yang masih menggunakan air bawah tanah.

“Kami dalam tahap mengajak para stakeholder, khususnya industri, untuk beralih kepada PDAM. Kami akan berupaya memberikan pelayanan yang lebih baik dan lebih sustainable atau berkelanjutan,” jelasnya.

Soal penertiban maupun sanksi terhadap penggunaan air bawah tanah, Perumda Tirta Moedal menyebut kewenangan tersebut berada di tingkat Pemprov Jateng.

Koordinasi Lintas Instasi

Namun demikian, koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait tetap akan dilakukan. Jika diperlukan, rekomendasi dapat diberikan untuk proses penertiban.

Untuk mendukung rencana pengurangan penggunaan air tanah, Perumda Tirta Moedal juga menyiapkan pengembangan kapasitas produksi air. Salah satunya melalui penambahan kapasitas di Instalasi Pengolahan Air Pudak Payung yang direncanakan bertambah sebesar 600 liter per detik.

Dengan tambahan tersebut, kapasitas layanan yang sebelumnya sekitar 1.200 liter per detik akan meningkat menjadi sekitar 1.800 liter per detik. Selain itu, di wilayah Semarang Barat masih tersedia kapasitas sekitar 300 liter per detik yang belum dimanfaatkan secara maksimal atau idle capacity.

Kapasitas tersebut rencananya akan digunakan untuk memperkuat layanan air bersih di kawasan yang selama ini masuk kategori rawan atau zona merah penggunaan air tanah.

Wilayah pesisir utara Semarang menjadi salah satu fokus perhatian. Di antaranya kawasan Tanjung Mas, Kaligawe, Terboyo, Bugangan, kawasan pelabuhan hingga wilayah dengan konsentrasi industri yang cukup tinggi. “Kita akan menyisir kawasan pantai utara, seperti Tanjung Mas, Kaligawe dan kawasan lainnya yang banyak terdapat kawasan industri,” ujarnya.

Baca juga: PDAM Semarang Siapkan 17 Armada, Siaga Full Pas Lebaran

Sementara itu, Satpol PP Kota Semarang menyatakan siap mendukung program pengurangan penggunaan air bawah tanah melalui kolaborasi dengan Perumda Tirta Moedal.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari peran Satpol PP dalam membantu perangkat daerah dan instansi lain menjalankan program pemerintah. “Satpol PP siap membantu. Apapun, Satpol PP selain menjalankan tugas penegakan, juga membantu OPD-OPD yang memerlukan bantuan dari Satuan Polisi Pamong Praja,” ujar Kepala Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menyasar kawasan industri, tetapi juga masyarakat di kawasan yang sudah terjangkau jaringan pipa Perumda Air Minum.

Harapannya, pengguna yang selama ini masih mengandalkan air bawah tanah dapat mulai beralih ke layanan air perpipaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengendalikan penurunan muka tanah yang terus menjadi ancaman bagi Kota Semarang.

Sebab persoalan air tanah bukan hanya urusan keran yang tetap mengalir hari ini. Dampaknya bisa jauh lebih panjang, mulai dari penurunan tanah hingga masuknya air laut ke kawasan permukiman dan industri.

Kota Semarang sedang berusaha mengajak warganya naik ke permukaan lewat air perpipaan. Sebab kalau air terus diambil dari bawah tanah, yang dikhawatirkan bukan cuma airnya yang habis, tanahnya juga bisa ikut turun. (tebe)

You Might Also Like

1.700 Mangrove Nancep di Tambakrejo, Biar Laut Nggak Terus Makan Daratan

Jangan Asal Konten, Aturan Saudi Buat Jemaah Ternyata Ketat Banget

Nggak Cuma Ngaji, Santri Digembleng Jadi Entrepreneur

Main Sore Berujung Luka, Tiga Bocah Buleleng Diserang Anjing Misterius

Harga BBM Terbaru Per 1 April 2026: Pertalite Tidak Naik, tapi Dibatasi

TAGGED:headlinepdam kota semarangpemkot semarangsatpol pp kota semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Empat Sekolah Satu Meja, BOSKIN Tak Cuma Habis di Laporan
Next Article MAKNA KEMERDEKAAN - Bagi PLN Icon Plus, semangat kemerdekaan diwujudkan melalui kontribusi hadirkan solusi teknologi, telekomunikasi, konektivitas, dan layanan digital. PLN Icon Plus Regional Jawa Bagian Tengah Maknai HUT ke-81 RI: Perkuat Sinergi dan Kontribusi bagi Indonesia

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Cari Rezeki Halal Biar Kerja Jadi Berkah, Begini Penjelasannya

LAPOR KPK: Koordinator Forum Advokasi Rakyat (FAR), Eko Haryanto menunjukkan surat laporan ke KPK soal proyek pembangunan Pakuwon Mall Semarang. (ist)

Koordinator FAR Eko Haryanto Laporkan Proyek Pakuwon Mall Semarang ke KPK

Please, Surga dan Neraka Jangan Dijadikan Bahan Lelucon

DIAMBIL SUMPAH: Andhie Fajar Arianto diambil sumpah saat pelantikannya sebagai Asisten Intelijen Kejati Jateng, Kamis (8/10/2026). (ist)

Andhie Fajar Jabat Asintel Kejati Jateng, Diminta Fokus Perkuat Deteksi Dini

Bullying Bukan Candaan, Islam Tegas Melarangnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo, Respati Ardi menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi didampingi pejabat Keduataan Besar Iran, Ali Pahlevani Rad, Amir Rostam Dokht, di kantornya pada Rabu (1/4/2026).
Info

Solo-Iran Jajaki Kerja Sama Sister City, Respati Ketemu Dubes Boroujerdi

April 1, 2026
MAKAN MBG--Siswa SDN Pendrikan Lor 02 Semarang menyantap MBG di bawah ruang kelas yang atapnya ambrol, Selasa (28/7/2026). (bae)
Info

Siswa SDN Perdikan Semarang Makan MBG dengan ‘Lauk’ Was-was Ketiban Atap Ambrol

Juli 28, 2026
Info

Program Speling Jateng Sudah Layani 102 Ribu Warga

Mei 18, 2026
Ekonomi

Ngopi di Lereng Muria, Langsung Check Out

Januari 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kurangi Penggunaan Air Tanah, PDAM dan Satpol PP Mulai “Sisir” Kawasan Industri
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?