Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Empat Sekolah Satu Meja, BOSKIN Tak Cuma Habis di Laporan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Pendidikan

Empat Sekolah Satu Meja, BOSKIN Tak Cuma Habis di Laporan

Dana sekolah sering kali cuma dibayangkan sebagai angka di atas kertas dan urusan laporan yang bikin kepala berasap. Tapi empat sekolah di Semarang memilih jalur lain.

T. Budianto
Last updated: Agustus 24, 2026 5:46 pm
By T. Budianto
5 Min Read
Share
IN HOUSE TRAINING: Empat kepala SMP di Semarang foto bersama Kabid Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aloysius Kristiyanto dalam kegiatan In House Training (IHT) Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang digelar di SMP Negeri 44 Semarang, Sabtu (22/8/2026). (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Semangat kolaborasi antar sekolah terlihat dalam kegiatan In House Training (IHT) Penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang digelar di SMP Negeri 44 Semarang, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore itu menjadi salah satu bentuk pemanfaatan Bantuan Operasional Sekolah Kinerja (BOSKIN) untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran serta kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti satu sekolah. Sekitar 90 guru dan tenaga kependidikan dari empat sekolah berkumpul dalam satu forum. Empat sekolah tersebut yakni SMP Negeri 44 Semarang, SMP Hassanuddin 5, SMP IT Bina Amal, dan SMP IT Mutiara Hati.

Mereka datang dengan latar dan karakter sekolah yang berbeda, tetapi membawa tujuan yang sama: bagaimana membuat proses belajar dan layanan pendidikan semakin berkualitas.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala SMP Negeri 44 Semarang, Y. Hesty Padmaratnawati, SPd, MPd. Peserta kemudian mendapatkan penguatan dari Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Dinas Pendidikan Kota Semarang, Aloysius Kristiyanto, SPd, MPd.

Baca juga: Hari Pramuka di Wonoplumbon Jadi Ajang Anak SD-SMP Belajar Kompak

Dalam sesi utama, fasilitator daerah Yuniarti, SPd, MHum hadir sebagai narasumber yang memberikan materi mengenai penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal atau SPMI.

SPMI menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun budaya mutu di lingkungan sekolah. Bukan sekadar memenuhi administrasi, tetapi juga menjadi cara untuk mengevaluasi apa yang sudah berjalan, menemukan kekurangan, lalu memperbaikinya bersama-sama.

Selain SPMI, peserta juga mendapatkan materi penguatan literasi dan numerasi atau litnum, serta digitalisasi pembelajaran. Tiga hal tersebut dianggap penting karena dunia pendidikan sekarang bergerak semakin cepat.

Guru bukan hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga harus mampu mengikuti perubahan cara belajar peserta didik. Pemanfaatan BOSKIN dalam kegiatan IHT menunjukkan bahwa anggaran sekolah bisa diarahkan untuk memperkuat sumber daya manusia.

Ruang Diskusi

Lewat pelatihan seperti ini, guru dan tenaga kependidikan punya ruang untuk belajar, berdiskusi, berbagi pengalaman, menyusun strategi hingga merefleksikan praktik pembelajaran yang selama ini sudah dilakukan.

Kehadiran empat sekolah dalam satu kegiatan juga membuat forum terasa lebih hidup. Setiap sekolah memiliki pengalaman dan tantangan sendiri. Ketika dikumpulkan dalam satu ruang, berbagai pengalaman itu bisa menjadi bahan belajar bersama.

Bukan tidak mungkin, cara sederhana yang berhasil diterapkan di satu sekolah justru bisa menjadi inspirasi bagi sekolah lain. Di sinilah kolaborasi menjadi penting.

Meningkatkan mutu pendidikan tidak harus selalu dimulai dengan proyek besar atau teknologi mahal. Kadang, yang dibutuhkan adalah kemauan untuk duduk bersama dan saling belajar.

IHT Penguatan SPMI ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda satu hari yang selesai setelah peserta pulang membawa sertifikat atau dokumentasi kegiatan.

Baca juga: Genjot Literasi Siswa, Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku Bacaan Bermutu ke 24.609 Sekolah

Lebih dari itu, hasil pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam budaya kerja dan budaya belajar di masing-masing sekolah. Pemanfaatan BOSKIN untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dinilai sebagai investasi jangka panjang. Sebab ketika guru terus berkembang, kemampuan sekolah untuk memberikan layanan pendidikan yang lebih baik juga ikut meningkat.

Rencananya, kegiatan IHT akan dilanjutkan pada tahap berikutnya. Materi pendampingan akan lebih mendalam, terutama pada aspek literasi, numerasi, dan digitalisasi pembelajaran.

Pengembangan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah serta hasil evaluasi dari kegiatan sebelumnya. Kolaborasi empat sekolah ini diharapkan menjadi awal dari ekosistem pembelajaran yang lebih terbuka. Sekolah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi bisa saling berbagi praktik baik dan memperkuat jejaring.

Target akhirnya tentu bukan sekadar guru yang semakin banyak mengikuti pelatihan, melainkan peserta didik yang benar-benar merasakan dampak dari perubahan tersebut.

Mutu pendidikan memang tidak bisa langsung naik hanya karena satu hari duduk di ruang pelatihan. Tapi setidaknya, empat sekolah ini sudah membuktikan satu hal: daripada sibuk merasa paling hebat sendirian. Kadang sekolah juga perlu “nyontek” praktik baik dari sekolah sebelah, asal yang disalin bukan jawaban ujiannya. (tebe)

You Might Also Like

Pemkot Tambah Sekolah Swasta Gratis

70 Pelajar Naik Ring, Tinju Semarang Cari Bibit Baru

Mahasiswa Jangan Cuma Rapat: Taj Yasin Ajak Turun Tangan Beresin Masalah Sosial

Nyaris Gantung Seragam, Kini Bisa Sekolah Gratis

Tinggal di Pesantren dan Aktif di Kampus, Syarat Dapat Beasiswa Pemprov Jateng

TAGGED:disdik kota semarangSMP 44 SEMARANG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article ATAS PERMINTAAN APARAT - Bank Mandiri, melalui akun IG resmi mereka menyatakan pemblokiran rekening Supriyono alias Botok, warga Pati, atas permintaan aparat. Namun, Mandiri tak menjelaskan instirusi aparat negara tersebut. Teguh Pati Pertanyakan Rekening Bank Mandiri Botok Diblokir: Kami Ini Salah Apa?
Next Article Kurangi Penggunaan Air Tanah, PDAM dan Satpol PP Mulai “Sisir” Kawasan Industri

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi markas operator judi online (judol).

Siapa Beking Markas Judol di Rumah Dinas TNI? Denpom Periksa 11 Orang

Anak Berakhlak Mulia Berawal dari Sini, Cek Yuk..

Ilustrasi pemulung mencari sampah yang masih mempunyai nilai ekonomis di tumpukan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kebakaran TPA Jatibarang Mereda, Pemkot Siapkan Penataan Ulang

Cari Rezeki Halal Biar Kerja Jadi Berkah, Begini Penjelasannya

LAPOR KPK: Koordinator Forum Advokasi Rakyat (FAR), Eko Haryanto menunjukkan surat laporan ke KPK soal proyek pembangunan Pakuwon Mall Semarang. (ist)

Koordinator FAR Eko Haryanto Laporkan Proyek Pakuwon Mall Semarang ke KPK

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Anggota Komisi X DPR RI Furtasan Ali Yusuf mengkritik banyaknya sekolah SD terutama swasta yang menarik iuran sekolah ugal-ugalan atau cukup tinggi melampuai kemampuan orang tua. Foto: dok/ist
Pendidikan

Biaya Sekolah SD Ugal-ugalan, Butuh Regulasi Batas Atas-Bawah

Juli 25, 2025
Gubernur Luthfi ngajak mahasiswa buat ikutan program “sehari bersama gubernur” yang dia umumkan di acara Dinus Inside 2025 di Udinus, Semarang. Tujuannya biar mahasiswa bisa terlibat langsung dalam kegiatan pemerintahan, ngasih kritik yang membangun, dan nggak cuma aksi di jalan.. Foto: dok.
DaerahPendidikan

Gubernur Luthfi Ajak Mahasiswa “Ngintil Sehari” Jadi Kepala Daerah, Biar Nggak Cuma Demo Doang!

September 8, 2025
Pendidikan

Sekolah Tetap Masuk, Belajar Online Nggak Jadi Opsi Dulu

Maret 25, 2026
Rektor Undip Prof. Suharnomo dan Mr. Bang Hyun Sig mewakili PT Chung Giwa Indonesia menandatangani MoU, Senin (20/4/2026). (dok Undip)
Pendidikan

Undip Gandeng PT Chung Giwa Indonesia, Dorong Mahasiswa go Global

April 21, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Empat Sekolah Satu Meja, BOSKIN Tak Cuma Habis di Laporan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?