BACAAJA, SEMARANG – Aktif di organisasi kampus sambil tinggal di pesantren ternyata bisa membuka peluang mendapat beasiswa. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) tahun ini menyiapkan beasiswa khusus bagi mahasiswa yang dinilai aktif menjadi penggerak di lingkungan kampus dan pesantren.
Program yang dikelola Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah itu menyediakan kuota sekitar 100 mahasiswa. Pendaftaran dibuka mulai 24 Agustus hingga 24 September 2026.
Ketua LFSP Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, mengatakan program tersebut menyasar mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi umum maupun keagamaan di Jawa Tengah, tetapi memilih tinggal di pesantren.
Bacaaja: 942 Santri Berebut Beasiswa Pemprov Jateng
Bacaaja: Kabar Gembira! Ada Beasiswa Rp6 Juta per Orang untuk 420 Santri Ma’had Aly Jateng
“Skema kedua diperuntukkan bagi mahasiswa penggerak atau mahasantri penggerak,” kata Hasyim saat ditemui di Co-Working Space Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Namun, bukan sekadar tinggal di pesantren yang menjadi syarat. Calon penerima juga harus menunjukkan aktivitasnya sebagai penggerak di kampus.
“Mahasiswa penerima beasiswa harus aktif sebagai penggerak atau aktivis, baik dalam organisasi intra maupun ekstra kampus,” ujarnya.
Artinya, mahasiswa yang sehari-hari aktif dalam kegiatan organisasi memiliki kesempatan untuk mengikuti program ini. Mereka juga harus berstatus sebagai warga Jawa Tengah, kuliah di Jawa Tengah, serta berasal dari perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemprov Jateng.
Program tersebut dirancang untuk menjangkau mahasiswa yang tidak hanya mengejar aktivitas akademik. Mereka yang tinggal di pesantren juga diharapkan dapat membawa pengalaman dan pengetahuan dari kampus untuk ikut menghidupkan kegiatan di lingkungan pesantren.
Hasyim mengatakan beasiswa mahasiswa penggerak menjadi salah satu cara Pemprov Jateng mendorong pengembangan sumber daya manusia di lingkungan pesantren.
Program ini juga melengkapi sejumlah beasiswa lain yang telah disiapkan Pemprov Jateng. Sebelumnya, terdapat beasiswa vokasi, S1, pendidikan ke luar negeri, hingga dukungan bagi pengasuh pesantren yang melanjutkan studi S2 dan S3.
Tahun ini, Pemprov Jateng juga membuka beasiswa Ma’had Aly untuk 420 santri. Berbeda dengan program mahasiswa penggerak, beasiswa tersebut diperuntukkan bagi santri yang menempuh pendidikan tinggi di Ma’had Aly, dengan bantuan Rp1 juta per semester selama enam semester.
Untuk beasiswa mahasiswa penggerak, pendaftaran dilakukan secara daring. LFSP juga menggandeng perguruan tinggi dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) untuk menyosialisasikan program tersebut kepada calon penerima.
“Beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini mudah-mudahan nanti mulai proses seleksi dan dapat memberikan manfaat bagi para mahasantri dan mahasiswa,” pungkas Hasyim. (dul)

