BACAAJA, SEMARANG – Jawa Tengah makin kering di tengah puncak musim kemarau. Data terbaru BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Jateng sudah mengalami hari tanpa hujan (HTH) mulai kategori menengah hingga ekstrem.
Berdasarkan pemantauan BMKG per 20 Agustus 2026, sejumlah titik bahkan sudah lebih dari 100 hari tidak diguyur hujan.
Kondisi terparah tercatat di tiga wilayah, yakni Kaligesing di Kabupaten Purworejo, Masaran di Kabupaten Sragen, dan Jatisrono di Kabupaten Wonogiri.
Bacaaja: 25 Daerah di Jateng Siaga Kekeringan, BPBD: Distribusi Air Sudah Tinggi
Bacaaja: Rp33,4 Miliar Hangus Jadi Abu, Estimasi Kerugian 447 Kasus Kebakaran di Jateng
“Hari tanpa hujan terpanhang terjadi di Kec Kaligesing 111 hari, Kecamatan Masaran 109 hari, dan Kecamatan Jatisrono 108 hari,” tulis BMKG dalam keterangan BMKG Stasiun Klimatologi Jateng.
Kalau melihat peta BMKG, titik merah yang menandakan kekeringan ekstrem terlihat cukup banyak tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah. Kondisi ini menunjukkan kemarau tahun ini mulai benar-benar terasa, terutama di sejumlah daerah bagian selatan, timur, hingga sebagian wilayah utara Jateng.
Sementara itu, beberapa wilayah masih mengalami hari tanpa hujan dalam kategori sangat pendek hingga pendek, yakni sekitar 1-10 hari. Wilayah tersebut antara lain sebagian Kota Semarang dan Kota Pekalongan serta Kabupaten Cilacap, Pemalang, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, Temanggung, Semarang, Boyolali, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Wonogiri.
Masalahnya, hujan juga belum terlihat akan banyak turun dalam waktu dekat. Analisis BMKG menunjukkan seluruh wilayah Jawa Tengah hanya mencatat curah hujan kategori rendah, yakni 0-50 milimeter pada periode 11-20 Agustus.
Prediksi untuk periode 21-31 Agustus juga masih sama. Seluruh wilayah Jateng diperkirakan berada dalam kategori curah hujan rendah, dengan curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian.
Kondisi kering ini bahkan diperkirakan berlanjut sampai September. Pada dasarian ketiga Agustus hingga dasarian kedua September, BMKG memprediksi curah hujan Jateng berada di kisaran 0-20 milimeter per dasarian.
Memasuki dasarian ketiga September, curah hujan diprediksi sedikit lebih tinggi, tetapi masih masuk kategori rendah. Seluruh wilayah Jawa Tengah diperkirakan mendapat curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian. (bae)

