Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Meski Saat Haid, Pahala Ibadah Sholat Perempuan Tetap Bisa Mengalir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Meski Saat Haid, Pahala Ibadah Sholat Perempuan Tetap Bisa Mengalir

Nugroho P.
Last updated: Agustus 21, 2026 9:23 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Ustadz Adi Hidayat (UAH)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Menstruasi menjadi bagian alami dalam kehidupan perempuan. Saat periode ini datang, ada sejumlah ibadah yang memang tidak dikerjakan, termasuk sholat dan puasa. Namun, kondisi tersebut bukan berarti perempuan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala.

Ustadz Adi Hidayat atau UAH menjelaskan ada kabar baik bagi perempuan yang punya kebiasaan rutin beribadah. Ketika kebiasaan itu terhenti sementara karena haid, pahala dari amalan yang biasa dilakukan tetap bisa dicatat oleh Allah SWT.

Penjelasan tersebut disampaikan UAH dalam ceramah yang diunggah di kanal YouTube @vidioibun624. Ia menekankan bahwa perempuan tidak perlu merasa bersalah ketika harus meninggalkan ibadah tertentu karena sedang menjalani kondisi yang memang sudah menjadi bagian dari fitrah perempuan.

UAH kemudian memberikan gambaran tentang rutinitas ibadah perempuan ketika sedang dalam keadaan suci. Salah satunya adalah sholat Subuh yang dikerjakan dua rakaat.

“Perempuan dalam keadaan suci, sholat Subuhnya berapa rakaat? Dua, tidak mungkin tiga kan,” ujar UAH.

Selain sholat Subuh, ada pula sholat sunnah qabliyah Subuh yang dikerjakan dua rakaat. Setelah itu, seorang muslim juga bisa mengisi waktu dengan membaca Al-Quran dan berbagai amalan lainnya.

Namun, rutinitas tersebut berubah ketika menstruasi datang. Dalam kondisi haid, perempuan memang tidak melaksanakan sholat sebagaimana ketika sedang suci.

UAH kemudian menjelaskan bahwa berhentinya aktivitas ibadah tersebut bukan berarti catatan pahala otomatis ikut berhenti. Jika sebelumnya seseorang punya kebiasaan rutin melakukan ibadah, kebiasaan itu tetap menjadi bagian dari catatan amalnya.

“Kalau punya kebiasaan sholat, baca Al-Quran dan tiba masa haidnya itu pahalanya tetap dituliskan sesuai kebiasaan,” jelas UAH.

Hal ini menjadi salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Perempuan tidak memilih datangnya menstruasi, sehingga ketika kondisi tersebut membuatnya harus meninggalkan ibadah tertentu, ada keringanan yang memang sudah ditetapkan dalam syariat.

Karena itu, masa haid tidak perlu dianggap sebagai masa ketika perempuan berhenti total dari aktivitas mendekatkan diri kepada Allah. Masih banyak bentuk ibadah dan aktivitas positif yang bisa dilakukan sesuai ketentuan agama.

UAH juga mendorong perempuan untuk memanfaatkan waktu dengan memperbanyak belajar agama. Salah satu yang menurutnya penting adalah memahami ilmu yang secara khusus membahas persoalan perempuan.

Ia bahkan menyarankan agar kajian atau pembelajaran agama memiliki materi fiqih perempuan yang lebih terarah. Menurutnya, ilmu tersebut penting karena banyak persoalan sehari-hari perempuan berkaitan langsung dengan ketentuan fiqih.

“Makanya, Bu, kalau ngaji dengan ustadz-ustadz tertentu, bikin kurikulum ngajinya fiqih perempuan,” kata UAH.

Menurut UAH, belajar fiqih perempuan tidak hanya soal mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Lebih dari itu, pemahaman tersebut membantu perempuan menjalani berbagai fase kehidupan dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan agama.

Ia juga menyinggung fase menopause yang nantinya akan dialami perempuan. Menurut UAH, ada kemuliaan tersendiri yang perlu dipahami dan disyukuri ketika seorang perempuan memasuki fase tersebut.

“Kalau sudah tiba masa menopause, Allah memberikan kemuliaan khusus,” ujarnya.

Pesan yang disampaikan UAH pada dasarnya mengajak perempuan untuk tidak merasa kehilangan kesempatan beribadah hanya karena sedang haid. Ada ibadah tertentu yang memang ditinggalkan, tetapi pintu untuk mendapatkan pahala tetap terbuka lewat amalan lain.

Kebiasaan baik yang sudah dibangun juga jangan sampai hilang hanya karena datangnya masa menstruasi. Justru, kondisi tersebut bisa menjadi momentum untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah dengan cara-cara yang diperbolehkan.

Pada akhirnya, memahami fiqih perempuan menjadi hal penting agar setiap fase kehidupan bisa dijalani dengan lebih nyaman. Dengan bekal ilmu, perempuan bisa mengetahui kapan harus menjalankan ibadah, kapan mendapat keringanan, dan bagaimana tetap menjaga kedekatan dengan Allah.

UAH mengingatkan bahwa Islam memberikan ruang dan kemudahan bagi perempuan dalam menjalani kondisi biologisnya. Jadi, saat haid datang, tidak perlu merasa ibadah berhenti total karena pahala dari kebiasaan baik tetap bisa mengalir atas izin Allah SWT. (*)

You Might Also Like

Nyeri Dada Bikin Panik? GERD dan Jantung Sering Disalahpahami

Mudik Ngebut Tapi Waktu Salat Datang, Begini Cara Praktisnya

Niat Zakat Fitrah Laki-Laki Biar Nggak Salah Pas Bayar

Catet Nih! 3 Kebiasaan Sepele Bikin Jerawat Betah Nangkring di Wajah Lo

Lebih Aman Pakai Gula Buatan atau Gula Murni Saat Buka Puasa? Simak Ini Bedanya

TAGGED:haidmenstruasipahalaperempuanUAH
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Doa Belum Terkabul? Coba Cek Diri Sendiri
Next Article BREAKING NEWS: Rektor Unsoed Diciduk KPK dalam OTT, Ada Uang Ratusan Juta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PETA KEKERINGAN - Peta monitoring wilayah hari tanpa hujan di Jateng yang dirilis BMKG. (ist)

Jateng Makin Kering, Tiga Wilayah Sudah Lebih 100 Hari Tanpa Hujan

Cinta Qulhu Bikin Allah Sayang, Kata Gus Baha

BREAKING NEWS: Rektor Unsoed Diciduk KPK dalam OTT, Ada Uang Ratusan Juta

Meski Saat Haid, Pahala Ibadah Sholat Perempuan Tetap Bisa Mengalir

Doa Belum Terkabul? Coba Cek Diri Sendiri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Lima Kebiasaan Olahraga yang Diam-Diam Bikin Ginjal Kewalahan

November 14, 2025
Tips

Asamnya Nampol Banget, Jeruk Nipis Diam-Diam Bikin Lambung Kewalahan

Mei 8, 2026
Tips

Lagi Ngetren Makanan Kukus, Sehat Beneran atau Cuma FOMO?

Januari 12, 2026
Tips

Jangan Sepelekan, Ini Tanda Remeh dari Gejala Tumor Otak

Oktober 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Meski Saat Haid, Pahala Ibadah Sholat Perempuan Tetap Bisa Mengalir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?