BACAAJA, SEMARANG – Memilih sekolah untuk anak berkebutuhan khusus memang nggak bisa asal pilih. Orangtua perlu melihat lebih jauh dari sekadar nama besar sekolah atau fasilitas yang terlihat keren.
Setiap anak punya kondisi, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, sekolah yang cocok untuk satu anak belum tentu pas untuk anak lainnya, termasuk bagi anak dengan autisme.
Pilihan sekolah bisa berupa sekolah inklusif maupun Sekolah Luar Biasa (SLB). Sekolah inklusif menggabungkan anak berkebutuhan khusus dengan siswa lain dalam kelas reguler, sedangkan SLB punya lingkungan dan program belajar yang lebih khusus.
Supaya pilihan sekolah benar-benar mendukung tumbuh kembang anak, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan orangtua. Berikut tips yang dikutip dari Yayasan Masyarakat Peduli Autis Indonesia.
Kenali kondisi dan potensi anak
Langkah pertama adalah memahami anak sendiri. Orangtua perlu mengetahui kemampuan, kebutuhan, karakter, sekaligus potensi yang dimiliki anak.
Dengan mengenali kondisi tersebut, orangtua bisa lebih mudah menentukan lingkungan sekolah yang paling sesuai. Jangan sampai sekolah yang dipilih justru membuat anak kesulitan mengikuti proses belajar.
Tentukan target yang ingin dicapai
Setelah mengetahui kondisi anak, orangtua juga perlu punya tujuan yang jelas. Sekolah bukan sekadar mengejar nilai akademik, tetapi juga membantu anak berkembang sesuai kemampuannya.
Tujuan tersebut bisa berkaitan dengan kemampuan mengenal sesuatu, melakukan aktivitas tertentu, sampai memahami hal-hal yang ada di sekitarnya.
Target yang realistis akan membantu orangtua dan sekolah menentukan pola pendampingan yang tepat.
Bekali kemandirian sejak di rumah
Sebelum masuk sekolah, anak sebaiknya mulai dikenalkan dengan kemampuan dasar untuk mandiri. Ada delapan aspek kemandirian dasar yang bisa dilatih secara bertahap.
Kemampuan tersebut nantinya dapat membantu anak lebih siap mengikuti rutinitas di sekolah. Orangtua nggak perlu memaksakan semuanya sekaligus, karena proses setiap anak bisa berbeda.
Cari sekolah yang bikin anak nyaman
Sekolah yang bagus bukan cuma yang mengejar prestasi akademik. Yang nggak kalah penting, anak merasa aman, nyaman, dan punya ruang untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya.
Potensi anak juga bisa muncul dari berbagai bidang, seperti seni, menulis, melukis, atau musik. Karena itu, orangtua sebaiknya mencari sekolah yang tidak membatasi perkembangan anak hanya pada urusan nilai.
Pilih sekolah yang mau diajak kerja sama
Hubungan orangtua dengan sekolah juga menjadi bagian penting dalam perkembangan anak. Sekolah yang terbuka dan kooperatif akan lebih mudah diajak menyusun strategi pendidikan sesuai kebutuhan anak.
Komunikasi yang rutin antara guru dan orangtua bisa membantu mengetahui perkembangan maupun kendala yang dialami anak. Dengan kerja sama yang solid, proses pendampingan pun bisa lebih konsisten.
Pada akhirnya, memilih sekolah untuk anak berkebutuhan khusus bukan soal mencari sekolah yang paling terkenal. Yang paling penting adalah menemukan lingkungan yang memahami kebutuhan anak, menghargai potensinya, dan mau tumbuh bersama orangtua dalam mendampingi proses perkembangannya. (*)

