BACAAJA, SEMARANG- Sebanyak 100 pengemudi ojol perempuan di Kota Semarang menerima bantuan sembako dan pemeriksaan kesehatan gratis di Gedung Oudetrap, Kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi momentum peluncuran resmi Warisan Cinta Community.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan komunitas tersebut dibentuk sebagai ruang kolaborasi untuk menggerakkan lebih banyak pihak agar ikut memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita sedang berusaha membangun sebuah komunitas untuk menggerakkan banyak orang melakukan sesuatu bagi Kota Semarang. Itulah niat dari Warisan Cinta Community. Kita akan terus bergerak, terus berupaya menyelesaikan berbagai harapan dengan rembuk bersama dan dalam kesederhanaan,” ujar Agustina.
Warisan Cinta Community menghimpun para pengusaha perempuan serta istri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang. Komunitas tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara masyarakat, dunia usaha dan Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan berbagai program sosial.
Baca juga: Pemkot Semarang Lagi Serius Soal Gotong Royong
Dalam kegiatan perdana ini, Warisan Cinta Community mendapat dukungan dari RS Telogorejo dan CIMB. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap perlindungan pekerja rentan, termasuk para pengemudi ojol perempuan.
Agustina mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dan berbagai pihak yang ikut mendukung program jaminan kesehatan serta perlindungan tenaga kerja di Kota Semarang.
Menurutnya, perlindungan pekerja menjadi salah satu perhatian Pemkot Semarang, termasuk melalui perluasan kepesertaan UHC, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
“Hingga April 2026, premi telah dibayarkan bagi 9.000 pekerja rentan. Melalui Gerakan ASN Peduli Pekerja Rentan, sebanyak 4.153 ASN juga turut terlibat membantu 8.879 pekerja rentan lainnya,” kata Agustina.
Persoalan Sosial
Agustina berharap gerakan Warisan Cinta Community tidak berhenti pada pemberian bantuan sembako atau pemeriksaan kesehatan. Ia justru mengajak komunitas tersebut ikut memikirkan berbagai persoalan sosial dan ketenagakerjaan yang tengah dihadapi warga Kota Semarang.
Salah satunya terkait dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami ratusan pekerja pabrik. Menurut Agustina, pekerja yang kehilangan pekerjaan bukan hanya menghadapi persoalan pendapatan. Dampaknya juga bisa menjalar ke keluarga dan kehidupan sosial mereka.
Karena itu, ia mengajak Warisan Cinta Community ikut bergotong royong membantu meringankan beban pekerja terdampak PHK beserta keluarganya.
“Saya berharap kehadiran komunitas ini dapat menjadi salah satu ruang untuk bersama-sama memikirkan isu ketenagakerjaan kita, termasuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak PHK agar dampaknya bisa kita ringankan bersama,” tuturnya.
Baca juga: Agustina Ajak Ormas Naik Kelas: “Jangan Cuma Ramai Kegiatan, Tapi Harus Berdampak”
Menurut Agustina, kolaborasi lintas sektor menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Dunia usaha, komunitas, organisasi masyarakat hingga warga perlu ikut mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
“Gotong royong ini harus terus kita jaga. Dengan semangat kebersamaan ini, Warisan Cinta Community dan Pemerintah Kota Semarang dapat terus berbuat lebih banyak untuk masyarakat,” pungkasnya.
Bantuan kepada seratus ojol perempuan tersebut pun menjadi langkah awal dari gerakan yang lebih besar. Karena untuk urusan membantu sesama, kadang yang dibutuhkan bukan anggaran fantastis atau acara mewah. Cukup ada yang mau bergerak, ada yang mau menggandeng, dan yang paling penting: jangan cuma ramai di foto saat penyerahan bantuan. (tebe)

