Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Viral Pasien BPJS Meninggal Usai Tunggu 8 Jam, DPR Minta Kemenkes Turun Tangan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Viral Pasien BPJS Meninggal Usai Tunggu 8 Jam, DPR Minta Kemenkes Turun Tangan

Sebuah unggahan di media sosial berubah menjadi sorotan nasional. Keluhan seorang pasien BPJS yang mengaku menunggu delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan, lalu dikabarkan meninggal dunia beberapa hari kemudian, memantik pertanyaan besar: apakah layanan kesehatan sudah benar-benar adil untuk semua?

T. Budianto
Last updated: Agustus 6, 2026 3:28 am
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Kantor Pusat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) di Jl. HR Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9, Kuningan, Jakarta. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera mengusut dugaan buruknya pelayanan rumah sakit terhadap pasien BPJS Kesehatan setelah viral kasus seorang pasien yang mengaku harus menunggu delapan jam untuk mendapatkan ruang perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini meminta investigasi dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya menelusuri dugaan kelalaian pelayanan rumah sakit, tetapi juga menindak tenaga kesehatan yang diduga menyampaikan komentar tidak berempati kepada pasien melalui media sosial.

“Kemenkes harus memberikan teguran keras kepada tenaga kesehatan maupun tenaga medis yang tidak menunjukkan empati kepada pasien, terlebih pasien BPJS Kesehatan,” kata Yahya, Rabu (5/8/2026).

Baca juga: Dokter IGD Ini Viral, Cara Ngomongnya Bikin Adem Banget

Yahya juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pemilik akun Threads @yurizaltrich, yang sebelumnya mengunggah keluhan mengenai lamanya menunggu pelayanan rumah sakit.

Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi alarm bahwa kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi peserta BPJS Kesehatan, masih perlu mendapat perhatian serius.

Politikus Partai Golkar itu mengaku masih sering menerima laporan masyarakat terkait perlakuan berbeda terhadap pasien BPJS dibanding pasien umum. “Banyak rumah sakit yang kurang memberikan perhatian terhadap pasien BPJS Kesehatan. Saya sering menerima pengaduan masyarakat mengenai hal tersebut,” ujarnya.

Karena itu, Komisi IX meminta Kemenkes melakukan investigasi secara terbuka terhadap rumah sakit tempat pasien menjalani perawatan untuk memastikan ada atau tidaknya kelalaian dalam pelayanan.

Yahya menegaskan profesi tenaga kesehatan merupakan profesi yang mulia sehingga pelayanan harus diberikan secara profesional tanpa membedakan status pembiayaan pasien.

Komentar Merendahkan

Senada dengan itu, anggota Komisi IX DPR RI Irman Suryani juga mengecam dugaan komentar bernada merendahkan yang disampaikan oknum dokter melalui media sosial. Ia meminta rumah sakit tempat dokter tersebut bekerja menjatuhkan sanksi apabila terbukti melanggar etika profesi.

“Saya minta rumah sakit memberikan sanksi. Selanjutnya akan saya sampaikan kepada Kemenkes agar tindak lanjutnya dilakukan sesuai kewenangan,” kata Irman.

Kasus ini bermula dari unggahan akun Threads @yurizaltrich pada 22 Juli 2026. Dalam unggahan tersebut, pasien mengaku telah menunggu sekitar delapan jam untuk memperoleh ruang perawatan meski menggunakan layanan BPJS Kesehatan. Identitas rumah sakit tidak disebutkan dalam unggahan itu.

Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai respons. Sejumlah komentar yang dianggap tidak berempati diduga berasal dari akun tenaga kesehatan, termasuk seorang dokter yang belakangan diketahui bernama Elda Putri Rahardini.

Baca juga: Viral Keluhan Pasien BPJS Ditanggapi Sadis Dokter hingga Korban Meninggal, RSUP dr Sardjito Buka Suara

Setelah identitasnya ramai diperbincangkan publik, dokter tersebut menyampaikan permintaan maaf dan mengakui komentarnya tidak pantas. Beberapa hari kemudian, tepatnya Sabtu (1/8), pasien tersebut dikabarkan meninggal dunia.

Kabar itu membuat kasus kembali viral dan memunculkan desakan agar pemerintah mengevaluasi kualitas pelayanan rumah sakit sekaligus etika tenaga kesehatan dalam berinteraksi, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Rumah sakit seharusnya menjadi tempat pertama orang mencari harapan, bukan tempat terakhir menguji kesabaran. Sebab bagi pasien, delapan jam bukan sekadar hitungan waktu, melainkan kesempatan hidup yang mungkin tak bisa diulang. (tebe)

You Might Also Like

Saleh Dorong Kredit Murah untuk UMKM, Bank Jateng Diminta Perluas Pembiayaan

Baru Rilis Langsung Hilang! Album Cita-citaku (Ga Jadi Polisi) Mendadak Ditarik, Ada Apa?

Semarang Tuan Rumah MTQ Nasional 2026

Jerit Tangis Bella di PN Semarang, Sudah Lama Terpisah dari Bayinya: “Saya Pengen Pulang!”

Selamat Datang di Republik Impornesia: Negeri Seribu Produk China!

TAGGED:bpjsheadlinekemenkesviral
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Semarang Lagi Menata Masa Depan 850 Keluarga
Next Article Pilgub 2029 Telan Rp1,2 Triliun, Jateng Sisihkan Dana dari Sekarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MENGAIS REZEKI - Pelaku UMKM sedang melayani pembeli saat penutupan MTQ di Semarang, Sabtu (19/9/2026). (dul)

Cerita Pelaku UMKM Kerajinan Tangan Jualan di MTQ Nasional Semarang: Cuma Laku Empat

SAMPAIKAN KEPUTUSAN - Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, Prof. Dr. H. E. Syibli Syarjaya, membacakan keputusan lomba didampingi Sekretaris Dewan Hakim, Dr. Muhammad Ramli Massange, M.A. Sabtu (19/9/2026). (dul)

Kaltim Juara Umum MTQ Nasional ke-31, Jateng Nomor Berapa?

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi memberi sambutan saat penutupan penutupan MTQ Nasional ke-31, Sabtu (19/9/2026). (dul)

Penutpan MTQ Nasional, Gubernur Jateng Sampaikan Pesan Ini kepada Kafilah

Agustina Tegaskan Trans Semarang Bukan Bisnis

JUARA REBANA--Tim DM Group asal Kediri menerima hadiah secara simbolis usai menjadi juara pertama Festival Rebana Nasional 2026 yang jadi rangkaian MTQ di Kota Semarang. (ist)

DM Group Kediri Juara Festival Rebana MTQ Nasional di Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sampah plastik yang mencemari perairan di Indonesia. Indonesia ngehasilin 60 juta ton sampah per tahun, dan 17%-nya adalah plastik. Dari jumlah itu, hampir 10 juta ton plastik udah nyasar ke laut. Foto: dok/DLH Buleleng Bali.
EkonomiNasional

DPR Gaspol Urus Lingkungan: Dari Sampah Sampai Perdagangan Karbon, Semua Disikat!

September 8, 2025
Politikus Gerindra sekaligus Bupati Pati, Sudewo, jadi tersangka dua kasus yang ditangani KPK.
Hukum

KPK Bongkar Obrolan Ketua DPRD Pati dan Sudewo

Februari 25, 2026
Ekonomi

Sidat Citanduy Jadi Jalan Baru Warga Sidamukti

Agustus 23, 2026
Ribuan pelajar dari belasan sekolah di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, menolak MBG, pada Rabu (26/2/2026).
Info

Ribuan Pelajar Papua Kembali Demo Tolak MBG, Serempak Bilang Setuju!

Februari 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Viral Pasien BPJS Meninggal Usai Tunggu 8 Jam, DPR Minta Kemenkes Turun Tangan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?