BACAAJA, JAKARTA – Pemerintah memastikan program perbaikan sekolah rusak bakal terus digenjot. Setelah merevitalisasi puluhan ribu sekolah dalam dua tahun terakhir, jumlah proyek renovasi akan kembali ditambah mulai tahun depan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, sepanjang 2025 hingga 2026 pemerintah menargetkan revitalisasi lebih dari 80.000 satuan pendidikan di berbagai daerah.
Menurutnya, angka tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperbaiki fasilitas belajar yang sudah lama mengalami kerusakan.
Mu’ti mengungkapkan Presiden juga telah menyampaikan rencana penambahan sekitar 100.000 titik revitalisasi pada tahun depan. Langkah itu diharapkan bisa mempercepat pemerataan kualitas sarana pendidikan.
Dengan tambahan tersebut, pemerintah optimistis target penuntasan renovasi sekolah dapat tercapai pada akhir 2029.
Program revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah negeri. Sekolah swasta yang memenuhi kriteria juga akan masuk dalam daftar penerima bantuan perbaikan.
Untuk tahun ini, pemerintah memprioritaskan sekolah yang mengalami kerusakan berat akibat bencana. Selain itu, sekolah yang berada di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar atau wilayah 3T juga menjadi fokus utama.
Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi daerah yang mendapat perhatian khusus dalam pelaksanaan program revitalisasi tersebut.
Mu’ti menyebut lebih dari 3.000 sekolah di Pulau Sumatera sudah selesai diperbaiki atau masih dalam tahap akhir penyelesaian.
Sebagian besar sekolah yang direvitalisasi di wilayah tersebut bahkan telah rampung seratus persen dan sudah kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Dalam waktu dekat, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga akan melanjutkan bantuan ke wilayah terpencil. Salah satunya adalah Kabupaten Simeulue di Aceh yang masuk dalam agenda kunjungan berikutnya.
Menurut Mu’ti, pembangunan sekolah di daerah terpencil merupakan bagian dari arahan Presiden agar seluruh anak Indonesia mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak tanpa memandang lokasi.
Selain membahas revitalisasi sekolah, kunjungannya ke Kabupaten Kudus juga diisi dengan kegiatan peningkatan literasi nasional.
Dalam kesempatan itu, Mu’ti secara simbolis melepas distribusi 5,5 juta buku yang akan dikirim ke SD dan SMP di berbagai daerah di Indonesia.
Ia juga menghadiri peletakan batu pertama revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Purwosari sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan inklusif.
Pemerintah berharap percepatan pembangunan infrastruktur sekolah dan penyediaan bahan bacaan dapat berjalan beriringan, sehingga kualitas pendidikan meningkat bukan hanya dari sisi gedung, tetapi juga dari akses belajar bagi para siswa. (*)

