Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semen Hilang, Satu Sak Rp120 Ribu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semen Hilang, Satu Sak Rp120 Ribu

Nugroho P.
Last updated: Juli 31, 2026 7:08 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi semen.
SHARE

BACAAJA, ACEH – Kelangkaan semen mulai bikin pelaku usaha konstruksi di Aceh kelimpungan. Selain barang yang sulit dicari, harga semen juga melonjak tajam hingga menyentuh Rp120.000 per sak, hampir dua kali lipat dari harga normal.

Kondisi ini terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Dampaknya langsung terasa pada proyek pembangunan rumah yang terancam berhenti karena biaya membengkak.

Direktur CV Raya Engineering Aceh, Reza Angkasah, mengatakan kelangkaan semen sudah berlangsung sekitar dua pekan. Situasi itu membuat banyak proyek konstruksi berjalan di luar perhitungan awal.

Menurut Reza, saat kontrak pembangunan rumah korban banjir disusun, harga semen masih berada di kisaran Rp60.000 per sak. Kini, harga di lapangan melonjak menjadi Rp110.000 hingga Rp120.000.

Lonjakan tersebut membuat anggaran proyek langsung berubah drastis. Jika pembangunan tetap dipaksakan, perusahaan berisiko mengalami kerugian besar.

Masalahnya bukan hanya harga yang melambung. Reza mengaku stok semen di berbagai toko bangunan juga sangat terbatas, bahkan banyak yang kosong.

Kalaupun masih ada barang, jumlahnya sedikit dan dibanderol jauh lebih mahal. Kondisi itu membuat pelaku usaha harus berkeliling dari satu toko ke toko lain hanya untuk mendapatkan beberapa sak semen.

Akibat situasi tersebut, Reza mulai mempertimbangkan menunda pembangunan rumah bagi korban banjir di Aceh Utara. Ia juga berencana berdiskusi dengan pemerintah agar ada penyesuaian terhadap nilai proyek.

Menurutnya, jika proyek tetap berjalan dengan harga material saat ini, keuntungan perusahaan dipastikan habis. Bahkan bukan tidak mungkin proyek justru berujung rugi.

Keluhan serupa datang dari pengusaha properti di Lhokseumawe, Sukoco. Ia memilih menghentikan sementara pembangunan rumah yang sebelumnya sudah direncanakan untuk dipasarkan kepada masyarakat.

Sukoco mengatakan harga semen yang sebelumnya berkisar Rp55.000 hingga Rp60.000 kini melonjak menjadi Rp100.000 sampai Rp120.000 per sak, tergantung lokasi pembelian.

Dengan kenaikan setinggi itu, seluruh perhitungan biaya pembangunan berubah total. Menurutnya, melanjutkan proyek dalam kondisi sekarang hanya akan memperbesar risiko kerugian.

Ia menilai lebih aman menunggu harga kembali stabil daripada memaksakan pembangunan dengan biaya yang sulit dikendalikan. Banyak pengembang kini mengambil langkah serupa sambil menunggu situasi membaik.

Di sisi lain, masyarakat yang sedang membangun rumah juga ikut terdampak. Kelangkaan material membuat proses pembangunan melambat karena pasokan tidak menentu.

Hingga berita ini mencuat, pemerintah daerah belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab kelangkaan maupun langkah yang akan ditempuh untuk menstabilkan pasokan dan harga semen. Pelaku usaha berharap persoalan ini segera ditangani agar proyek pembangunan di Aceh bisa kembali berjalan normal.(*)

You Might Also Like

Biaya Mahal Bukan Alasan, Pilkada Lewat DPRD Tanda Elite Mulai Takut Rakyat Kritis

Operasi Keselamatan Candi 2026: Polrestabes Semarang Fokus Tertibkan Balap Liar

Tim KKN-T Undip 21 Dorong Petani Gedong Ciptakan Produk Inovasi Kopi

Penutupan Meriah Kejurprov Futsal Jateng 2025, Purbalingga Buktikan Diri Sebagai Tuan Rumah Tangguh

Niat Bikin Mercon Malah Petaka, Bocah Ini Kena Imbas

TAGGED:harga semen naikkonstruksisemen
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PEMELIHARAAN JARINGAN - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan kegiatan Improvement All-Dielectric Self-Supporting (ADSS) pada jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Medari–Sanggrahan Tower 39 hingga Tower 42 Line A yang berlokasi di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. PLN Icon Plus Tingkatkan Kualitas Infrastruktur Jaringan melalui Improvement ADSS SUTT di Magelang
Next Article Sekolah Rusak Dikebut, Tahun Depan Tambah 100 Ribu

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla yang akrab disapa JK (tengah). (dul)

Ancaman Kekeringan Mengintai, JK Kerahkan PMI Genjot Distribusi Air Bersih

Ilustrasi petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Anomali! Cerita Perwira Polisi Pegawai KPK Peras Tersangka Korupsi Bupati Pemalang

Guys.. Nyamuk Jantan Baik, yang Hisap Darah Nyamuk Betina

Prabowo Bidik Indonesia Bebas Gunung Sampah

Isu Santet Berujung Maut, Lansia Tewas Dipukul

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Soal Pengelolaan Kota Lama: “Si Doel” Belajar ke Semarang

Februari 2, 2026
Info

Cek Pos Mudik, Kapolrestabes Semarang: Polisi Harus Terasa, Bukan Sekadar Ada

Maret 17, 2026
Info

Rangkaian Hari Jadi Kota Semarang Resmi Diluncurkan

April 14, 2026
Ekonomi

Gadai Jadi Andalan, Pegadaian Panen Triliunan Sepanjang 2025

Desember 26, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semen Hilang, Satu Sak Rp120 Ribu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?