Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Makan Sehat Masih Jadi Barang Mewah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Tips

Makan Sehat Masih Jadi Barang Mewah

Nugroho P.
Last updated: Juli 28, 2026 7:17 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi makan sehat
SHARE

BACAAJA, SOLO – Makan bergizi sering dianggap soal kemauan. Padahal bagi miliaran orang di dunia, masalah utamanya justru ada di isi dompet. Bukan tak ingin hidup sehat, tetapi harga makanan bergizi masih terlalu mahal untuk dijangkau.

Laporan terbaru dari lima badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap sekitar 2,69 miliar orang di seluruh dunia belum mampu membeli makanan yang beragam untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi setiap hari.

Temuan itu menunjukkan persoalan pangan belum selesai meski angka kelaparan global mulai menurun. Akses terhadap makanan sehat ternyata masih menjadi tantangan besar bagi banyak negara.

Dalam laporan The State of Food Security and Nutrition in the World 2026, disebutkan bahwa jumlah penduduk yang mengalami kelaparan memang turun selama tiga tahun berturut-turut.

Pada 2025, sekitar 7,8 persen penduduk dunia masih mengalami kelaparan. Angka itu sedikit membaik dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 8,1 persen.

Namun, turunnya angka kelaparan bukan berarti masyarakat sudah bisa menikmati makanan bergizi setiap hari. Banyak orang memang tidak lagi kelaparan, tetapi masih kesulitan mendapatkan makanan dengan gizi yang seimbang.

Menurut laporan tersebut, biaya untuk memenuhi kebutuhan diet sehat mencapai sekitar 4,28 dolar AS PPP per orang setiap hari. Nilai itu jauh berada di atas garis kemiskinan ekstrem global yang dipatok sekitar 3 dolar AS PPP per hari.

Kepala Ekonom Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), Maximo Torero, menilai selisih tersebut menjadi persoalan serius. Selama harga makanan bergizi masih tinggi, masyarakat berpenghasilan rendah akan terus kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi.

Akibatnya, banyak keluarga memilih makanan yang lebih murah demi mengenyangkan perut. Sayangnya, pilihan tersebut sering kali hanya kaya kalori, tetapi miskin vitamin, mineral, dan zat gizi penting lainnya.

Torero menilai kebijakan pangan di banyak negara selama ini masih terlalu fokus pada penyediaan bahan makanan pokok seperti serealia dan pangan bertepung.

Strategi tersebut memang membantu menyediakan energi, tetapi belum mampu menghadirkan pola makan yang lengkap. Konsumsi buah, sayuran, susu, hingga sumber protein hewani masih jauh dari kata ideal.

Padahal, keberagaman makanan menjadi salah satu kunci menjaga kesehatan tubuh. Tubuh tidak hanya membutuhkan karbohidrat, tetapi juga protein, vitamin, lemak sehat, dan berbagai mineral.

Pola makan yang kurang seimbang dalam jangka panjang juga berkontribusi terhadap meningkatnya kasus obesitas serta penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker.

Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan prevalensi obesitas pada orang dewasa terus meningkat. Jika pada 2012 angkanya sekitar 12,1 persen, pada 2024 sudah naik menjadi 16,2 persen.

Ironisnya, obesitas dan kekurangan gizi kini bisa terjadi bersamaan. Seseorang bisa mengonsumsi cukup kalori setiap hari, tetapi tetap kekurangan nutrisi karena pilihan makanannya tidak beragam.

Laporan itu juga menyoroti kondisi Afrika yang menjadi kawasan dengan akses makanan sehat paling rendah. Sekitar 66,6 persen penduduk di benua tersebut belum mampu membeli makanan bergizi.

Afrika kini bahkan menjadi wilayah dengan jumlah penduduk kelaparan terbanyak di dunia, mencapai sekitar 309 juta orang, melampaui Asia yang tercatat sekitar 292 juta orang.

Meski begitu, para penyusun laporan melihat ada secercah harapan. Persentase penduduk yang mengalami kelaparan di Afrika mulai menunjukkan tren penurunan setelah beberapa tahun terus meningkat.

FAO mendorong berbagai negara meningkatkan investasi di sektor pertanian, infrastruktur, serta distribusi pangan. Rantai pasok yang lebih efisien diyakini bisa membantu menekan harga buah, sayuran, produk susu, dan sumber protein lainnya.

Pada akhirnya, tantangan terbesar bukan sekadar membuat masyarakat kenyang. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap orang memiliki kesempatan menikmati makanan bergizi tanpa terbebani harga yang terlalu mahal. Dengan begitu, pola makan sehat tak lagi menjadi kemewahan yang hanya bisa dinikmati sebagian orang. (*)

You Might Also Like

Mudik Tenang Hati Adem, Ini Doa Pendek Biar Aman

Niat Zakat Fitrah Laki-Laki Biar Nggak Salah Pas Bayar

Pagi atau Sore? Rahasia Olahraga Sehat Ternyata Ikuti Jam Tubuh Alami

Jumat Buat Muslimah, Amalan Ringan Tapi Pahalanya Nggak Main-main

Dari Meja Kerja Jadi Cuan Sampingan Mbak Kantor Kekinian

TAGGED:makan sehattips
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Tips Kopi Jalan Terus, Gigi Tetap Kinclong
Next Article Bumil Mau Cat Rambut, Bahaya Nggak? Simak Dulu Faktanya

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekali Jalan, Kulon Progo Sajikan Tiga Sensasi, Darat, Air dan Udara Sekaligus

Surga Durian Menoreh, Petiknya Langsung dari Pohon

Jangan Tergiur Murah, Travel Wajib Dicek Dulu

Warning.. Kulit Badan Juga Butuh Dirawat, Bukan Wajah Saja

Penting Banget, Skincare Bumil Jangan Cuma Ikut Tren

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tips

Awas.. Diabetes Bisa Bikin Mata ‘Diam-Diam’ Rusak

Juli 25, 2026
Tips

6 Langkah Skincare Pria,  Simpel, Anti Ribet, dan Tetap Maskulin

September 11, 2025
Tips

Rambut Tetap Fresh Meski Berhijab, Ini Trik Simpel Biar Gak Apek

Juli 10, 2026
Tips

Badan Langsing Tapi Kolesterol Tinggi, Kok Bisa Sih?

Desember 23, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Makan Sehat Masih Jadi Barang Mewah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?