BACAAJA, SEMARANG – Bali memang eksotis dan menjadi jujugan banyak wisatawan mancanegara. Namun. pariwisata Indonesia tak cukup hanya menjual Bali saja.
Pula Dewat memang masih menjadi primadona pariwisata Indonesia. Anggota DPR RI Andhika Satya Wasistho, mengakui itu. Meski begitu, kata dia, Indonesia tidak bisa terus bergantung pada satu destinasi saja.
Hal itu disampaikannya dalam video yang diunggah melalui akun TikTok @masdewanri.
Bacaaja: Investor Lirik Semarang, Mas Dewan RI Andhika: Revisi UU Kawasan Industri Jadi Kunci
Bacaaja: Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi
Menurut Andhika, Bali memang menyumbang devisa terbesar dari sektor pariwisata. Namun, dominasi Pulau Dewata juga menunjukkan masih belum meratanya pengembangan destinasi wisata di daerah lain.
“Kalau kita berbicara pariwisata, selalu yang dijadikan contoh adalah Bali. Hari ini terbukti Bali juga memberikan devisa pariwisata terbesar. Ada hal yang positif, tetapi ada juga hal yang negatif,” kata politikus Golkar itu, belum lama ini.
Ia menilai Indonesia sebenarnya memiliki banyak destinasi yang tak kalah menarik. Sayangnya, potensi tersebut belum mampu menarik banyak wisatawan mancanegara.
Menurutnya, masalahnya bukan sekadar promosi yang kurang gencar. Yang lebih penting, kata Andhika, adalah membenahi fondasi sektor pariwisata terlebih dahulu.
“Yang menjadi kendala adalah kita belum bisa efektif mendorong destinasi-destinasi wisata lain untuk benar-benar terlihat terkait potensinya. Belum bisa menarik wisatawan mancanegara,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta Kementerian Pariwisata tidak hanya fokus memasarkan destinasi wisata, tetapi juga memperbaiki berbagai aspek pendukung.
Mulai dari keamanan, kemudahan akses menuju lokasi wisata, hingga fasilitas penunjang yang membuat wisatawan merasa nyaman.
“Sebelum kita melakukan promosi, kita juga harus banyak melakukan perbaikan terhadap pariwisata di Indonesia. Memastikan keamanan pariwisata, bagaimana kita bisa mengintegrasikan amenitas dan aksesibilitas sehingga mudah diakses,” jelasnya.
Andhika menambahkan, pembangunan sektor pariwisata juga harus berorientasi jangka panjang. Menurutnya, pengembangan destinasi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
“Pariwisata ini menjadi sebuah ekosistem yang berkelanjutan. Tentunya juga kita harus berkomitmen untuk menjaga sumber daya ekologis yang ada dalam pariwisata itu sendiri,” pungkasnya. (dul)

