Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: RUU Kawasan Industri Digodok, Agustina Minta Pusat dan Daerah Berbagi Peran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

RUU Kawasan Industri Digodok, Agustina Minta Pusat dan Daerah Berbagi Peran

Industri boleh tumbuh cepat, investasi boleh terus berdatangan. Tapi kalau aturan masih saling tumpang tindih, yang sibuk bukan cuma pelaku usaha, pemerintah daerah pun ikut dibuat bingung.

T. Budianto
Last updated: Juli 22, 2026 1:27 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
KUNJUNGAN PANJA DPR: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menerima kunjungan Panitia Kerja (Panja) Komisi VII DPR RI di Gumaya Tower Hotel Semarang, Senin (20/7/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri terus bergulir. Saat menerima kunjungan Panitia Kerja (Panja) Komisi VII DPR RI di Gumaya Tower Hotel Semarang, Senin (20/7/2026), Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan sederet masukan agar aturan baru nanti tidak malah membuat pemerintah daerah kehilangan ruang bergerak.

Menurut Agustina, pembagian kewenangan harus dibuat lebih tegas. Pemerintah pusat cukup fokus menyusun kebijakan nasional beserta norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK).

Pemerintah provinsi berperan sebagai koordinator antarwilayah, sementara pemerintah kabupaten dan kota diberi ruang lebih luas untuk mendampingi industri kecil dan menengah (IKM), menjembatani kemitraan dengan pelaku industri besar, sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Baca juga: Borong Penghargaan, Jateng Ngebut Bangun Kawasan Industri Halal

“Kami juga memandang perlunya Forum Koordinasi Kawasan Industri yang melibatkan pemerintah, pengelola kawasan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat,” ujar Agustina.

Menurutnya, kawasan industri tidak cukup hanya dibangun dengan infrastruktur megah. Kualitas sumber daya manusia juga harus ikut dipersiapkan agar mampu mengikuti perkembangan industri digital dan industri hijau.

Karena itu, ia mendorong kolaborasi yang lebih erat antara dunia industri dengan SMK, Balai Latihan Kerja (BLK), hingga perguruan tinggi agar lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan pasar kerja.

Capaian Investasi

Dalam kesempatan tersebut, Agustina juga memamerkan capaian investasi Kota Semarang yang terus menunjukkan tren positif. Pada 2024, realisasi investasi mencapai Rp9,86 triliun. Angka itu kembali naik menjadi Rp11,14 triliun pada 2025 dan melampaui target yang telah ditetapkan.

Salah satu penyumbang terbesar berasal dari sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran dengan nilai Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1,69 triliun.

Sementara itu, rombongan Panja Komisi VII DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Komisi VII Evita Nursanty bersama Wakil Ketua Tim Lamhot Sinaga juga menyempatkan diri meninjau langsung Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW). Selain melihat fasilitas pengelolaan limbah dan infrastruktur kawasan, mereka juga menemukan persoalan yang selama ini cukup dirasakan para pekerja.

Baca juga: Bidik Relokasi Industri Vietnam, Jateng Bersolek Perkuat Pelabuhan

Bayangkan saja, kawasan industri yang menampung sekitar 33.954 tenaga kerja hingga kini belum memiliki pemberhentian kereta api. Kondisi itu membuat akses transportasi massal menuju kawasan industri belum optimal.

Komisi VII DPR RI pun berencana berkoordinasi dengan PT KAI agar usulan pembangunan titik pemberhentian kereta di sekitar KIW bisa segera ditindaklanjuti.

Agustina berharap penyusunan RUU Kawasan Industri nantinya benar-benar mampu menyatukan berbagai aturan yang selama ini tersebar di lebih dari 24 regulasi berbeda. Dengan begitu, investasi bisa tumbuh lebih sehat tanpa mengurangi peran pemerintah daerah dalam mengembangkan kawasan industri yang berpihak kepada masyarakat.

Industri memang butuh jalan yang mulus. Tapi kalau aturan masih saling berebut jalur, jangan heran kalau yang macet bukan truk logistiknya, melainkan birokrasinya. (tebe)

You Might Also Like

Alasan Ortu Pilih SD Swasta Meski Harus Bayar Puluhan Juta

Menolak Pembayaran Tunai Itu Melanggar Hukum Lho! DPR Soroti Praktik Cashless

Rekor Baru! Agustina Terima Penghargaan, 25 Ribu Warga Kompak Tari Dug Dug Der Semarangan

Belum Laku di Hajatan, Gambang Semarang Masih Cari Panggung

Dari Sampah Jadi Listrik: Pemprov, Pemkot Semarang dan Pemkab Kendal Teken PKS

TAGGED:agustina wilujengKIWpemkot semarangpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pelayanan Serba Online, Sekda Jateng Ingatkan Bahaya Pembobolan Data
Next Article Tak Cuma Narik Pajak, UPT Bapenda Kini Ikut Promosikan Aset

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LUDES TERBAKAR-Belasan rumah di lingkungan Asrama Polisi Kota Lama Semarang ludes terbakar, Sabtu (5/9/2026) sore. (bae)

15 Rumah Aspol di Kota Lama Semarang Ludes Terbakar

KEBAKARAN--Petugas tampak berjaga di sekitar lokasi kebakaran Asrama Polisi di dekat Satpas Satlantas Polrestabes Semarang, Kota Lama, Sabtu (5/9/2026). (bae)

Asrama Polisi di Kota Lama Semarang Terbakar, Kabut Asap Ganggu Wisatawan

Ilustrasi skyquake atau gempa langit.

BMKG Sebut Gempa Langit, Ihwal Dentuman Suara Misterius di Bandung dan Sekitarnya

TERSANGKA - Tampang MDFS, pria Blora tersangka kasus pembunuhan terhadap Mozza Axillia Gunarsa. (ist)

Begini Tampang Pria Blora Pembunuh Mozza, Statusnya Kini Tersangka

Bukan Cuma Lapangan Pancasila, Semarang Ikut ‘Dandan’ Sambut MTQ

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Banjir Ngaliyan-Tugu, Peneliti Amerta: Kota Salah Ditata

Mei 22, 2026
Ekonomi

Rumus Baru, Nasib Lama: Buruh Tetap Mengeluh

November 10, 2025
Asuransi Indonesia Financial Group (IFG). (istimewa)
Ekonomi

Asuransi IFG Rasa Sachet Manfaat Sultan, Premi Rp49 Ribu Bisa Dapat Proteksi Rp200 Juta

Oktober 5, 2025
Info

Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni

Februari 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: RUU Kawasan Industri Digodok, Agustina Minta Pusat dan Daerah Berbagi Peran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?