Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bangku Sekolah Negeri Mulai Kosong, Puan Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Bangku Sekolah Negeri Mulai Kosong, Puan Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata

Kalau dulu orang tua sampai antre demi kursi di SD negeri, kini ceritanya mulai berubah. Di sejumlah daerah, ruang kelas justru sepi murid baru.

T. Budianto
Last updated: Juli 20, 2026 5:48 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan pendidikan dasar menyusul banyaknya sekolah dasar negeri (SDN) yang kekurangan bahkan tidak mendapatkan murid baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Menurut Puan, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa. Fenomena sekolah yang sepi peminat merupakan alarm bagi pemerintah untuk meninjau kembali pemerataan dan kualitas pendidikan di berbagai daerah.

“Munculnya sejumlah sekolah dasar negeri yang tidak memperoleh siswa baru di berbagai daerah harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengevaluasi kembali peta layanan pendidikan dasar nasional,” ujar Puan, belum lama ini.

Fenomena minimnya murid baru terjadi di sejumlah wilayah. Di Kota Semarang, beberapa SD negeri hanya menerima kurang dari 10 siswa. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Solo yang mencatat sedikitnya delapan SD negeri kekurangan murid.

Di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, bahkan ada sekolah yang sama sekali tidak mendapatkan peserta didik baru. Sementara di Temanggung dan Sragen, sejumlah sekolah juga mengalami kondisi serupa dengan jumlah siswa baru yang sangat minim.

Baca juga: Sekolah Dasar Negeri Sepi Peminat, Pengamat Singgung Pergeseran Penduduk

Situasi itu semakin menjadi perhatian publik setelah beredar berbagai video Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di media sosial yang memperlihatkan ruang kelas hanya diisi satu hingga beberapa murid baru.

Puan meminta pemerintah tidak terburu-buru mengambil kebijakan seperti menggabungkan atau menutup sekolah sebelum mengetahui akar persoalannya. Menurutnya, pemerintah harus memastikan apakah fenomena tersebut merupakan tren nasional atau hanya terjadi di daerah tertentu.

“Apakah memang ini gejala umum secara nasional atau hanya kasus di beberapa daerah. Identifikasi masalah diperlukan agar penanganannya sesuai dengan kondisi yang terjadi,” katanya.

Karakteristik Daerah

Ia menilai, jika persoalan hanya terjadi di wilayah tertentu, maka solusi yang diambil harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah. Namun jika fenomena ini menjadi tren nasional, pemerintah perlu melakukan pembenahan yang lebih mendasar, mulai dari pemetaan jumlah anak usia sekolah, angka kelahiran, perkembangan permukiman, kapasitas sekolah, hingga proyeksi kebutuhan pendidikan di masa mendatang.

Menurut Puan, data tersebut harus menjadi dasar dalam menentukan apakah sebuah sekolah perlu direvitalisasi, dikembangkan, digabung, atau tetap dipertahankan karena memiliki fungsi strategis bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan agar kebijakan efisiensi tidak semata-mata didasarkan pada jumlah murid maupun biaya operasional sekolah. Apabila penggabungan sekolah menjadi pilihan, pemerintah harus memastikan akses transportasi yang aman, jarak tempuh yang layak, serta kesiapan sekolah penerima agar tidak menghambat hak anak memperoleh pendidikan.

Puan juga mendorong sekolah negeri terus berbenah agar kembali menjadi pilihan utama masyarakat. Menurutnya, peningkatan mutu pembelajaran, kompetensi guru, pendidikan karakter, keamanan sekolah, hingga komunikasi dengan orang tua harus menjadi perhatian serius.

Baca juga: Soal Sekolah Minim Siswa, DPRD Minta Jangan Asal Digabung

“Negara tidak dapat meminta masyarakat memilih sekolah negeri tanpa memastikan sekolah tersebut benar-benar menawarkan layanan yang dipercaya dan dibutuhkan keluarga,” tegasnya.

Ia memastikan DPR akan mengawal proses penataan pendidikan dasar agar menjadi bagian dari reformasi layanan pendidikan, bukan sekadar pengurangan jumlah sekolah.

Menurut Puan, keberhasilan kebijakan pendidikan seharusnya diukur dari kemampuan negara menjamin setiap anak memperoleh akses pendidikan yang mudah dijangkau dan berkualitas.

Bangku sekolah memang bisa diperbaiki kalau rusak. Tapi kalau kepercayaan masyarakat mulai retak, yang dibutuhkan bukan sekadar renovasi gedung, melainkan pembenahan cara negara menghadirkan sekolah yang benar-benar dicari, bukan sekadar tersedia. (tebe)

You Might Also Like

Pengamat Bilang PDIP Pede Kawal Suara Rakyat, Makanya Nolak Pilkada Lewat DPRD

Americano ‘Disingkirkan’ dari Menu Coffee Shop, Dampak Sentimen Anti-AS Menguat

Tampang Intel TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Cuma Dijerat Pasal Penganiayaan

Korupsi BUMD Cilacap: Main Paling Dalam, Hukuman Paling Lama

Seleksi Akpol 2026, Polda Jateng Terapkan One Day Result: Hasil Bisa Langsung Dilihat

TAGGED:headlinepuan maharanisekolah negeri minim peminatspmb 2026
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ratusan Juru Parkir di Semarang Nunggak Setoran, Nilainya Capai Rp280 Juta
Next Article Tahan Imbang Persebaya, PSIS: “Ini Modal Naik Kelas”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LUDES TERBAKAR-Belasan rumah di lingkungan Asrama Polisi Kota Lama Semarang ludes terbakar, Sabtu (5/9/2026) sore. (bae)

15 Rumah Aspol di Kota Lama Semarang Ludes Terbakar

KEBAKARAN--Petugas tampak berjaga di sekitar lokasi kebakaran Asrama Polisi di dekat Satpas Satlantas Polrestabes Semarang, Kota Lama, Sabtu (5/9/2026). (bae)

Asrama Polisi di Kota Lama Semarang Terbakar, Kabut Asap Ganggu Wisatawan

Ilustrasi skyquake atau gempa langit.

BMKG Sebut Gempa Langit, Ihwal Dentuman Suara Misterius di Bandung dan Sekitarnya

TERSANGKA - Tampang MDFS, pria Blora tersangka kasus pembunuhan terhadap Mozza Axillia Gunarsa. (ist)

Begini Tampang Pria Blora Pembunuh Mozza, Statusnya Kini Tersangka

Bukan Cuma Lapangan Pancasila, Semarang Ikut ‘Dandan’ Sambut MTQ

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sepak Bola

Punya Mimpi Pakai Jersey PSIS? Mahesa Jenar Buka Talent Scouting

Juni 26, 2026
Ekonomi

Pemprov Dorong Penggunaan Bioplastik

April 10, 2026
Massa membakar mobil dan kantin kantor Gubernur Jateng, Jumat (29/8/2025).
Daerah

Demo Semarang Ricuh! Mobil dan Kantin di Kantor Gubernur Jateng Dibakar Massa

Agustus 29, 2025
Pendidikan

Sekda Jateng: Enam Hari Sekolah Masih Dikaji

November 24, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bangku Sekolah Negeri Mulai Kosong, Puan Minta Pemerintah Jangan Tutup Mata
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?