BACAAJA – Kabut asap dari kebakaran hutan di Kanada menjadi ancaman kesehatan serius jelang perhelatan akbar final Piala Dunia 2026.
Final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Spanyol di Stadion New York-New Jersey bukan hanya dibayangi persaingan dua raksasa sepak bola. Asap tebal dari kebakaran hutan di Kanada ikut memicu kekhawatiran terhadap kualitas udara menjelang laga yang diperkirakan disaksikan lebih dari 80.000 penonton.
Asap yang terbawa angin hingga kawasan timur laut Amerika Serikat membuat otoritas mengeluarkan peringatan kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk New York dan New Jersey.
Bacaaja: No Debat! Roberto Baggio Tempatkan Messi Lebih Baik dari Pele dan Maradona
Bacaaja: Piala Dunia Selalu Punya Cara Menyatukan Banyak Orang
Dilansir Reuters, Jumat (17/7/2026), pemerintah setempat mengimbau masyarakat membatasi aktivitas berat di luar ruangan, terutama kelompok rentan yang memiliki gangguan pernapasan.
Tak hanya di stadion, sekitar 50.000 orang juga diperkirakan memadati Central Park, Manhattan, untuk menggelar nonton bareng partai puncak Piala Dunia.
Meteorolog AccuWeather Alex DaSilva mengatakan wilayah dengan konsentrasi asap tinggi berpotensi memicu gangguan pernapasan.
“Daerah yang asapnya paling pekat dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Orang-orang yang lebih sensitif atau memiliki masalah pernapasan sebaiknya tetap berada di dalam ruangan selama mungkin,” ujarnya.
Spanyol Latihan di Tengah Kabut Asap
Timnas Spanyol tetap menjalani sesi latihan di New Jersey meski langit diselimuti kabut asap. Sinar matahari bahkan tampak redup akibat polusi yang menyelimuti kawasan tersebut.
Namun, belum diketahui apakah kondisi itu memengaruhi program latihan tim berjuluk La Roja tersebut.
Berbeda dengan Spanyol, Argentina masih berlatih di Atlanta, Georgia, yang berada lebih jauh dari jalur penyebaran asap sehingga kualitas udaranya relatif lebih baik.
Hujan Diprediksi Jadi Penyelamat
Meski situasi sempat mengkhawatirkan, prakiraan cuaca memberi kabar baik.
DaSilva memperkirakan hujan dan front dingin yang datang pada akhir pekan akan membantu membersihkan kabut asap sebelum laga final dimulai pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat.
“Kami akan melihat banyak hujan pada akhir pekan sehingga sebagian besar asap akan menghilang,” katanya.
Ahli Ingatkan Risiko Kesehatan
Dokter spesialis paru sekaligus anggota dewan American Lung Association, Vin Gupta, mengingatkan kombinasi cuaca panas dan polusi asap dapat meningkatkan risiko bagi pemain maupun penonton.
Ia menyarankan FIFA mempertimbangkan penambahan cooling break selama pertandingan apabila kondisi udara belum sepenuhnya membaik.
Sementara bagi penonton yang memiliki penyakit pernapasan atau kondisi kesehatan tertentu, Gupta menyarankan memakai masker atau mempertimbangkan menyaksikan pertandingan dari rumah jika kualitas udara masih berada di level tidak sehat. (*)

