Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Soroti OTT Kepala Daerah, Tito Usulkan Pembatasan Dana Kampanye
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Soroti OTT Kepala Daerah, Tito Usulkan Pembatasan Dana Kampanye

Korupsi kepala daerah kembali jadi sorotan. Bukan cuma soal siapa yang tertangkap, tapi juga kenapa praktik itu terus berulang. Mendagri Tito Karnavian pun melempar usulan yang cukup berani.

T. Budianto
Last updated: Juli 17, 2026 7:11 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
DISEGEL KPK: Kantor Bupati Pekalongan Disegel KPK. Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq ditangkap KPK melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa (3/3) dengan dugaan terlibat korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing dan proyek pengadaan lain di lingkungan Pemkab Pekalongan TA 2023-2026. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan adanya pembatasan biaya kampanye bagi pasangan calon kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah (pilkada).

Usulan itu muncul setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa kali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah dalam dua bulan terakhir.

Menurut Tito, salah satu akar persoalan yang perlu dibenahi adalah tingginya biaya politik yang harus dikeluarkan calon kepala daerah untuk memenangkan kontestasi. “Aturan-aturan itu mungkin perlu diatur, termasuk pembatasan biaya kampanye,” kata Tito usai rapat bersama Komisi II DPR, Kamis (16/7).

Baca juga: OTT Guncang Sukoharjo, Gubernur: “Pelayanan Publik Jangan Tumbang”

Ia menilai, besarnya ongkos politik tidak sebanding dengan pendapatan resmi yang diterima kepala daerah setelah menjabat. Tito menyebut gaji pokok kepala daerah hanya berkisar Rp6 juta per bulan.

Meski masih ada tunjangan dan berbagai fasilitas, jumlah tersebut dinilai jauh dari biaya yang telah dikeluarkan selama proses pemilihan. “Gaji kepala daerah itu sekitar Rp6 juta lebih. Ditambah tunjangan pun masih jauh dibanding biaya yang sudah dikeluarkan saat pilkada,” ujarnya. 

Sebelumnya, Tito mengaku pernah mengusulkan agar kepala daerah memperoleh tambahan penghasilan yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD).  Namun, usulan tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah dan DPR.

Revisi UU Pilkada

Selain itu, ia juga menilai revisi Undang-Undang Pilkada bisa menjadi momentum untuk mengatur ulang sistem pendanaan kampanye. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah memperketat aturan mengenai sumbangan dana kampanye.

Menurut Tito, mekanisme pelaporan yang lebih transparan maupun pembatasan nominal donasi layak dipertimbangkan. Ia lantas mencontohkan sistem di Amerika Serikat yang mewajibkan seluruh sumbangan kampanye diumumkan kepada publik.

Baca juga: OTT Bupati Fadia Arafiq, Pemprov Jateng Pastikan Pemerintahan Pekalongan Tetap Berjalan

Indonesia, menurutnya, bisa menerapkan model serupa atau menetapkan batas maksimal donasi bagi setiap penyumbang. “Kalau di Amerika semuanya terbuka. Di Indonesia mungkin bisa dibatasi berapa besar sumbangan yang boleh diberikan kepada calon kepala daerah,” katanya.

Menurut Tito, pembenahan sistem pembiayaan politik menjadi salah satu langkah penting untuk memutus mata rantai praktik korupsi yang kerap muncul setelah kepala daerah terpilih.

Kalau biaya masuk ke politik terus lebih mahal daripada gaji saat menjabat, publik tentu akan terus bertanya: yang sedang diperebutkan itu amanah, atau peluang mengembalikan modal? (tebe)

You Might Also Like

Mahasiswa Segel Kantor BI Jateng, Bakar Uang Mainan: Rupiah Sekarat!

Doorstop Rapat Pemakzulan Bupati Pati Berujung Main Sikut, Wartawan Jadi Korban

Gerindra Pati Ikut Tekan Bupati Sudewo, Usul Pemecatan Naik ke Pusat

Pemkot Semarang Siapkan Jurus Sikapi SD Negeri Sepi Peminat

Jateng Tawarkan Iklim Investasi Kondusif, 15 Proyek Strategis Siap Digarap

TAGGED:headlineKPKOTTpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article RAPIKAN JARINGAN - Perapiahn jaringan merupakan bagian dari pemeliharaan agar layanan kepada masyarakat semakin andal. Rapikan Infrastruktur Jaringan di Yogyakarta, PLN Icon Plus Hadirkan Layanan Digital yang Semakin Andal
Next Article Festival Literasi Jateng Bukan Sekadar Jual Buku

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Gus Baha Sebut Haji Punya Kekuatan Ekonomi Luar Biasa

Buya Yahya Tegas soal Manipulasi Data di Tempat Kerja

UAH Ingatkan Jangan Tunggu Tua untuk Bertaubat

Gus Baha Pernah Tak Punya Uang, Ini Doanya, Bisa Ditiru

LANTIK PEJABAT: Kapolda Jateng Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyalami Wakapolda baru, Brigjen Pol Andi Herindra Rahmawan dalam acara sertijab di Gedung Borobudur Mapolda Jateng, Kamis (15/10/2026). (ist)

Kapolda Baru Rombak Pejabat Polda Jateng dan Sejumlah Kapolres, Simak Daftarnya

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tumbuh

Pemprov Dorong Transformasi Sampah Jadi Energi

Februari 24, 2026
Info

MTQ Nasional 2026, Pemprov Berencana Tambah Penerbangan

Mei 26, 2026
Ilustrasi ledakan.
Info

Balas Dendam Korbban Bullying: Ledakan SMAN 72 Jakarta, Lukai 55 Orang

November 7, 2025
Daerah

PWI Jateng Ganti Nahkoda, Tanpa Ribut-Ribut

Oktober 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Soroti OTT Kepala Daerah, Tito Usulkan Pembatasan Dana Kampanye
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?