Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Viral Video Pengasuh Ponpes di Jepara Bilang MBG Haram! Alasannya Menohok Banget
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Viral

Viral Video Pengasuh Ponpes di Jepara Bilang MBG Haram! Alasannya Menohok Banget

R. Izra
Last updated: Juli 14, 2026 8:00 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
MBG HARAM - Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Internasional, Mayong, Jepara, Ahmad Mundoffar., menyatakan haram hukumnya menerima MBG.
MBG HARAM - Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Internasional, Mayong, Jepara, Ahmad Mundoffar., menyatakan haram hukumnya menerima MBG.
SHARE

BACAAJA, JEPARA – Kiai pengasuh pondok pesantren (ponpes) di Jepara memutuskan berhenti jadi penerima manfaat MBG. Bahkan bilang MBG haram. Alasannya menohok banget.

Jagat media sosial lagi rame ngebahas video Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Internasional, Mayong, Jepara, Ahmad Mundoffar. Dalam video yang viral di TikTok, ia secara tegas menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) haram dan mengumumkan lembaga yang dipimpinnya berhenti menerima program tersebut.

Video yang diunggah melalui akun TikTok @mbah.mun03 pada Jumat (10/7/2026) itu sudah ditonton sekitar 1,4 juta kali dan memicu pro-kontra di kalangan warganet.

Dalam video tersebut, Mundoffar menyampaikan seluruh unit pendidikan di bawah naungan Al Husna, mulai dari KB IT, TK IT, SD IT, SD Tahfidz, SMP IQ hingga SMA IQ, resmi menolak program MBG.

“Saya Ahmad Mundoffar, Pengasuh Pondok Pesantren Al Husna Internasional Mayong, Jepara, Jawa Tengah, menyatakan mulai hari ini seluruh keluarga besar Al Husna menolak dan tidak menerima MBG,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, ponpesnya sebenarnya sempat menerima program MBG selama beberapa bulan. Namun, setelah melakukan pertimbangan, pihaknya memutuskan menghentikan penerimaan bantuan tersebut.

Sorot amburadulnya tata kelola MBG

Menurut Mundoffar, persoalannya bukan pada tujuan program, melainkan tata kelola MBG yang dinilainya membuka peluang terjadinya praktik korupsi.

“Kami nyatakan bahwa menerima MBG hukumnya haram. Sekali lagi, menerima MBG hukumnya haram,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Mundoffar menjelaskan pernyataannya didasarkan pada kaidah fikih al-i’anah ‘ala al-ma’shiyah, yakni membantu atau mendukung kemaksiatan dipandang sebagai bagian dari perbuatan maksiat itu sendiri.

Meski begitu, ia menegaskan sikap tersebut bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah. Menurutnya, tujuan MBG untuk meningkatkan gizi anak merupakan hal yang baik. Namun, pelaksanaannya dinilai masih menyisakan persoalan sehingga berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran.

“Kami tidak memusuhi pemerintah. Programnya baik, tapi pengelolaannya yang menurut kami masih bermasalah,” katanya.

Mundoffar juga memastikan keputusan menghentikan MBG tidak akan memengaruhi aktivitas pondok pesantrennya. Ia menegaskan Al Husna selama ini berdiri secara mandiri dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah.

“Al Husna mandiri. Kami tidak bergantung pada pemerintah. Kami sempat beberapa bulan menerima MBG, tetapi sekarang kami stop total. Keputusan ini juga sudah kami sampaikan kepada SPPG,” ungkapnya.

Ia mengakui sikap yang diambilnya mungkin berbeda dengan banyak tokoh agama lainnya. Namun menurutnya, ulama memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pandangan kepada para pemimpin ketika melihat adanya persoalan yang perlu dikritisi.

Pernyataan tersebut kini terus menjadi perbincangan di media sosial. Sebagian warganet mendukung keberaniannya menyampaikan pendapat, sementara yang lain mempertanyakan dasar penetapan hukum haram terhadap program pemerintah tersebut. (*)

You Might Also Like

Perbaikan Jalan Kalipancur Dikebut

Pelat Nomor Diakali, Kamera ETLE Dibikin Bingung

Pemkot Semarang Siapkan Jurus Sikapi SD Negeri Sepi Peminat

DPRD Jateng Siapkan Payung Hukum Pekerja Informal

Bukan Cuma Buang Sampah, TPA Jatibarang Bakal Hasilin Listrik!

TAGGED:headlinekiai jeparakiai mundoffarkorupsimbg harampengasuh ponpes al husna
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Alih Fungsi Lahan dan Sampah Jadi PR Besar Jateng
Next Article PLN Group menggandeng Kejari Sleman, bikin benteng hukum bisnis digital makin kuat. PLN Group Gandeng Kejari Sleman, Perkuat Benteng Hukum Buat Bisnis Makin Aman

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Rudal Houthi Mengancam, WNI di Saudi Diminta Waspada

Ilustrasi hakim sidang di pengadilan.

MA Ultimatum Hakim Nakal: Dagang Perkara, Siap Dipecat!

Murid Tak Naik Kelas pada 2027, DPR Minta Dikaji Ulang

PINDAH LAPAS: Puluhan napi Lapas Semarang menuruni kapal saat proses pemindahan ke Nusakambangan. (ist)

36 Napi Lapas Semarang Dipindah ke Nusakambangan

Patah Hati Gara-Gara Rocky Gerung

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

2.347 Pendonor Darah Terima Penghargaan

September 30, 2026
Info

Ditelepon Warga, Wagub Langsung Datangi Lokasi Banjir

Februari 2, 2026
Info

Jelang Pembukaan Seleksi CASN 2026, Pemprov: Jangan Percaya Calo Berkedok Orang Dalam

Juni 25, 2026
Tampang Dito (baju oranye), begal sadis yang tega membacok korbannya dengan pisau lipat digiring polisi ke tahanan, Rabu (8/4/2026). (bae)
Hukum

Demi Sebotol Congyang, Aksi Brutal Begal Sadis di Halmahera Semarang Terungkap

April 9, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Viral Video Pengasuh Ponpes di Jepara Bilang MBG Haram! Alasannya Menohok Banget
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?