Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Pengamat: “Jangan Dianggap Normal”
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Pengamat: “Jangan Dianggap Normal”

Aksi warga urunan memperbaiki jalan rusak memang bikin salut. Semangat gotong royong masih hidup. Tapi tunggu dulu, kalau kondisi seperti ini terus dianggap biasa, justru ada yang salah.

T. Budianto
Last updated: Juli 12, 2026 4:08 pm
By T. Budianto
2 Min Read
Share
PERBAIKI JALAN: Warga Desa Nglebak, Blora memperbaiki jalan rusak secara swadaya, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Aksi warga Desa Nglebak, Kabupaten Blora yang patungan memperbaiki jalan rusak sempat menuai pujian. Gotong royong itu dinilai menunjukkan kepedulian warga ketika akses jalan tak kunjung diperbaiki.

Tapi di balik aksi tersebut, pengamat transportasi, Djoko Setijowarno justru mengingatkan agar kondisi seperti itu tidak dianggap sebagai hal yang wajar. Sebab, memperbaiki jalan sejatinya merupakan tanggung jawab pemerintah.

Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu menilai, fenomena warga patungan perbaiki jalan rusak merupakan potret kuatnya gotong royong sekaligus bentuk respons keterlambatan pemerintah.

Baca juga: Perbaikan Jalan Kalipancur Dikebut

Menurut Djoko, kasus seperti di Blora kini juga terjadi di banyak daerah. Warga memilih bergerak sendiri karena usulan perbaikan jalan berulang kali belum terealisasi akibat proses birokrasi yang panjang atau keterbatasan anggaran.

Padahal, kata dia, masyarakat sudah membayar pajak, termasuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Karena itu, ketika warga masih harus patungan memperbaiki jalan, muncul pertanyaan soal efektivitas penggunaan anggaran pemerintah.

Material Seadanya

Djoko yang merupakan Akademisi Teknik Sipil Unika Soegijapranata itu mengingatkan, perbaikan swadaya biasanya tidak mengikuti standar teknis.  Material yang digunakan sering seadanya sehingga jalan berpotensi cepat rusak kembali dan bahkan bisa membahayakan pengguna.

Kalau kondisi seperti ini terus berulang, dampaknya bisa lebih luas. Bukan hanya kualitas jalan yang tidak merata, tetapi juga berpotensi mengganggu sistem transportasi nasional dan mengikis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Gotong royong warga adalah modal sosial yang luar biasa. Namun ia seharusnya menjadi solusi darurat, bukan menggantikan peran negara dalam menyediakan infrastruktur,” tegasnya, Minggu (12/7/2026).

Baca juga: Mohammad Saleh Minta Perbaikan Jalan Pantura Barat Dipercepat

Djoko berharap pemerintah daerah tidak menjadikan tingginya semangat gotong royong warga sebagai alasan untuk menunda perbaikan jalan.  Menurutnya, tanggung jawab utama menyediakan infrastruktur yang layak tetap berada di tangan pemerintah.

Gotong royong memang salah satu kekuatan bangsa. Tapi kalau setiap jalan rusak harus diperbaiki lewat urunan warga, jangan-jangan nanti bayar pajak tinggal jadi rutinitas, sementara hasilnya masih harus dicicil dengan iuran tetangga. (bae)

You Might Also Like

Gempa Pacitan Hentikan Perjalanan Kereta Api, Getaran Terasa sampai Jateng

Nadiem Buka Suara, Bikin Ikut Sedih Nih.. Penjara Jadi Cermin Diri Panjang

Guru Diminta Upgrade Cara Main Abad ke-21

Bangun Tidur Nambah Rp15,9 T, Prajogo Pangestu Tertajir se-Indonesia

Pemerintah Tutup Pintu Bantuan Asing, Prabowo: Bodoh Sekali Kalau Kita Tolak!

TAGGED:pemkab blorapemprov jatengperbaikan jalanpupr
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Wali Kota Resmikan Taman Agro Eduwisata Masjid Agung

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Pengamat: “Jangan Dianggap Normal”

Wali Kota Resmikan Taman Agro Eduwisata Masjid Agung

Siapa Nih yang Teledor? 183 Tumbler Ketinggalan di Kereta

MUSIK LINTAS BATAS - Kota Lama Orchestra (KLO) langsung mengajak penonton berkeliling dunia lewat musik dalam pagelaran di Amphitheater Awanncosta, Semarang, Jumat (10/7/2026) malam. (dul)

Keliling Dunia melalui Musik, Kota Lama Orchestra Buktiin Perbedaan Bisa Jadi Harmoni

BAZAR BUKU - Pengunjung sedang memilah dan memilih buku di bazar buku internasional Big Bad Wolf (BBW) Books di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Semarang. BBW Books berlangsung dari 9 hingga 19 Juli 2026. (dul)

Book Lovers Wajib Mampir! Bazar Buku Internasional Digelar di Queen City Mall Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Walikota Semarang Agustina Wilujeng melihat peta nama jalan YB Mangunwijaya yang baru saja diresmikan. Foto: dok/bae.
DaerahSirkular

Dari Sampah Jadi Harapan! Jalan Menuju TPA Jatibarang Kini Bernama Jalan YB Mangunwijaya

September 9, 2025
Politik

Dari Komisi Polisi ke Komisi Diplomasi, Sahroni Resmi Geser Jalur

Agustus 29, 2025
Info

Baru Diperbaiki, Sudah Retak Lagi: Tanggul Sungai Tuntang Bikin Deg-degan

Maret 27, 2026
Daerah

Ahli UGM Ungkap Lapisan Pemicu Longsor Banjarnegara

November 19, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak, Pengamat: “Jangan Dianggap Normal”
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?