Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dibilang Belikan Alphard untuk Kowad Cantik, Letjen Widi Tak Terima
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Dibilang Belikan Alphard untuk Kowad Cantik, Letjen Widi Tak Terima

R. Izra
Last updated: Juli 8, 2026 1:13 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
SAKSI SIDANG--Mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijono (layar monitor, tengah) jadi saksi sidang online, kasus pencucian uang hasil korupsi lahan BUMD Cilacap. (bae)
SAKSI SIDANG--Mantan Pangdam IV/Diponegoro, Letjen TNI Widi Prasetijono (layar monitor, tengah) jadi saksi sidang online, kasus pencucian uang hasil korupsi lahan BUMD Cilacap. (bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Letjen TNI Widi Prasetijono tak terima namanya dikaitkan dengan dugaan pembelian Alphard buat eks Kowad, Dian Putri Permatasari.

Mantan Pangdam IV/Diponegoro itu meluapkan amarahnya saat menjadi saksi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (6/7/2026).

Jaksa awalnya menyinggung soal aliran uang Rp500 juta yang diduga nyambung ke pembelian Alphard di dealer Nasmoco.

Bacaaja: Kowad Cantik Diduga Dapat Jatah Alphard dari Letjen Widi, TPPU Korupsi BUMD Cilacap
Bacaaja: Mengenal Lebih Dekat Dian Putri: Eks-Kowad Cantik Jadi Pebisnis, Terseret Pencucian Uang

Belum juga masuk jawaban inti, Widi keburu naik pitam. Dia malah balik nanya ke jaksa, seolah mau menegaskan bahwa narasi soal Alphard itu sudah keburu liar ke mana-mana.

“Ibu punya Alphard enggak di rumah? Ibu tahu harga Alphard berapa enggak? Uang Rp500 juta itu untuk beli Alphard emang bisa?”

Widi lalu menyinggung pemberitaan yang menurut dia kebablasan. Dia merasa jaksa ikut membangun kesan seolah uang ratusan juta itu memang buat membelikan mobil ke Dian.

“Dengan kata-kata Ibu itu, berita tentang Alphard itu diframing tidak karuan,” kecam Widi.

“Ibu enggak merasa berdosa? Ibu bisa merasakan enggak bagaimana perasaan istri saya, anak saya, keluarga saya. Jangan ngawur Ibu itu,” imbuhnya.

Nada Widi makin tinggi. Dia mengaku sangat tersinggung, bahkan sempat bilang sedang mempertimbangkan langkah untuk mengadukan media yang memberitakan perkara itu.

Setelah emosinya tumpah, Widi akhirnya memberi versinya sendiri. Menurut dia, uang Rp500 juta itu bukan buat beli Alphard, tapi buat bayar lawyer fee seseorang bernama Rindu.

“Yang saya tahu, saya mentransfer sejumlah uang 500 juta itu digunakan untuk pembayaran lawyer fee kepada Mbak Rindu,” jelas Widi.

Cerita Widi, waktu itu dia diminta Rindu mentransfer uang ke satu rekening. Dia lalu menyuruh istrinya yang melakukan transfer, dan belakangan baru tahu rekening tujuan itu ke dealer Nasmoco.

“Nah, itu saya minta pada istri saya untuk mentransfer ke rekening itu. Dan ternyata rekening itu adalah rekening Nasmoco.”

Keterangan itu nyambung dengan kesaksian Dian Putri di sidang sebelumnya.

Dian memang mengaku membeli Alphard hitam senilai sekitar Rp1,6 miliar pada 2024, tapi dia menolak kalau mobil itu dibelikan Widi atau dibayar Arief atas perintah Widi.

Versi Dian, uang Rp520 juta itu berasal dari rekannya bernama Rindu yang punya utang ke dia. Saat mau beli mobil, Dian mengaku meminta utang itu dilunasi langsung ke dealer. (bae)

You Might Also Like

Kebakaran Sumur Minyak Rakyat di Blora: 3 Orang Tewas, 50 KK Mengungsi

Libur Panjang, Wali Kota Agustina Cek Posko PAM Nataru

Korban Jangan Takut Bicara, UIN Walisongo Bentuk Tim Investigasi Dugaan Kekerasan Seksual

Bocah 17 Tahun Pecahkan Rekor Timnas

Rakyat Gak Butuh Dolar tapi Ukuran Tempe Jadi Kecil, Pedagang Ngeluh Sepi Pembeli

TAGGED:eks-pangdam iv/diponegoroheadlinekowad cantikletjen widimantan ajudan jokowi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article HANCUR LEBUR - Mobil mewah supercar McLaren hancur terbelah dua setelah mengalami kecelakaan di Jalan Sukoharjo-Solo, Rabu (8/7/2026) dini hari. (Dok. Polres Sukoharjo) Supercar McLaren Terbelah Dua di Sukoharjo, Polisi Ungkap Kondisi Pengemudi
Next Article BUS LISTRIK--Penumpang baru saja turun dari bus listrik Trans Semarang. Hore! Bus Listrik Trans Semarang bakal Layani Warga Mulai September

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kasus Bullying di Pemalang Disorot, Pemprov: CCTV Jangan Cuma Jadi Pajangan

Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng periode 2003–2013, Dr. Sos. Drs. KH. Muhammad Adnan, M.A., meninggal dunia pada Rabu (7/10/2026) malam di RS Samsoe Hidajat, Semarang. (Dok. Maarif NU Jawa Tengah)

Kiai Adnan, Mantan Ketua PWNU Jateng dan Sosok Akademisi Itu Telah Wafat

Tim PKM FK Unnes Kawal Kesehatan Ternak hingga Daging Kurban di Magelang

Usai Asian Games, Takraw Jateng Bidik Tiga Emas PON 2028

Giant Sea Wall Belum Berdiri, Mangrove Diminta Jadi Pasukan Pertama Jaga Pantura

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Bukan Cuma Bangun Jalan, TMMD Bikin Mangunsari Ikut Glow Up

Maret 13, 2026
Fokus

Biaya Produksi Naik, Pedagang Pilih Kurangi Keuntungan

Juni 8, 2026
Hukum

Sekelumit Profil Dadan, Ahli Serangga yang Kini Berompi Pink Usai Dicopot

Juni 3, 2026
Hukum

Gudang Gresik Jadi Titik Bongkar, 3 Ton Narkoba Gagal Beredar

Juli 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dibilang Belikan Alphard untuk Kowad Cantik, Letjen Widi Tak Terima
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?