BACAAJA, SEMARANG– Sebelum adu gengsi di arena Porprov Jateng, ratusan pebiliar lebih dulu saling “bakar” kemampuan di 10 Ball Tournament Bhayangkara Cup 2026.
Meja hijau berubah jadi arena pemanasan yang sama sekali nggak santai. Yang mampu bertahan sampai akhir? Dhendy Krhistanto. Pebiliar asal Semarang tersebut tampil dominan dan menutup turnamen dengan membawa pulang gelar juara.
Dhendy memastikan diri menjadi kampiun dari turnamen berhandicap max 5+ ini setelah mengalahkan Heru “Trubus” Hendra Prasetya di partai final dengan skor telak 8-2. Sementara dua posisi semifinalis ditempati Deon asal Solo dan Upin dari Pati.
Atas hasil tersebut, Dhendy berhak membawa pulang hadiah utama sebesar Rp20 juta beserta trofi juara. Heru sebagai runner-up mengantongi Rp12 juta, sedangkan Deon dan Upin masing-masing memperoleh Rp3 juta. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen ini mencapai Rp50 juta.
General Manager Ceqiu Pool & Cafe, Untung Prawiro Negoro mengatakan, kejuaraan yang berlangsung sejak 29 Juni hingga 5 Juli 2026 itu diikuti 288 peserta dari berbagai daerah. Selain memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80, turnamen juga menjadi ajang pembinaan sekaligus mengukur kemampuan atlet.
“Selama satu minggu pelaksanaan, antusiasme peserta sangat tinggi. Turnamen ini menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan bagi atlet-atlet biliar,” ujarnya.
Persaingan Ketat
Persaingan pun berlangsung ketat. Sejumlah pebiliar nasional ikut turun gunung, di antaranya Suwito dari DKI Jakarta, Ardan Ashari, dan Hanarto dari Semarang.
Tak hanya itu, banyak atlet kabupaten dan kota di Jateng memanfaatkan turnamen ini sebagai simulasi sebelum tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah Oktober mendatang.
“Banyak peserta yang sebenarnya atlet daerah yang akan tampil di Porprov Jateng, seperti dari Solo, Pati, Grobogan, hingga Kabupaten Semarang,” jelas Untung. Menurutnya, atmosfer kompetisi seperti ini sangat dibutuhkan agar para atlet tetap terasah sebelum turun di ajang resmi.
Lebih lanjut dikatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk menggelar turnamen berkualitas dengan berbagai grade. Selain menjadi ajang silahturahmi dan pembinaan, juga meneguhkan keinginan Ceqiu Pool & Café sebagai house of tournament in town di Kota Semarang.
Sebelumnya, Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Dr Latif Usman mengapresiasi penyelenggaraan Bhayangkara Cup yang menjadi bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
“Tahun ini kami merayakannya dengan sederhana sesuai instruksi pimpinan. Karena itu kami sangat berterima kasih atas penyelenggaraan turnamen ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Bhayangkara,” katanya. Ia juga mengajak seluruh peserta menjaga sportivitas sekaligus menciptakan suasana yang aman dan tertib selama pertandingan berlangsung.
Turnamen ini sekaligus menunjukkan bahwa biliar bukan sekadar permainan memasukkan bola ke lubang. Di balik setiap break, safety, dan bank shot, ada latihan mental, strategi, dan jam terbang yang sedang dibangun menuju panggung yang lebih besar.
Di meja biliar, bola memang bisa dipukul berkali-kali. Tapi kesempatan jadi juara tidak datang dua kali kalau persiapannya setengah hati. Bhayangkara Cup mungkin hanya turnamen pemanasan, tapi dari sinilah banyak mimpi Porprov mulai dipukul… dan sebagian lainnya justru mental duluan. (tebe)

