Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Komisi B DPRD Jateng Dorong Digitalisasi Koperasi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Komisi B DPRD Jateng Dorong Digitalisasi Koperasi

Zaman berubah, koperasi pun dituntut ikut bertransformasi. Tak lagi sekadar mengandalkan pembukuan manual, koperasi kini didorong masuk ke ekosistem digital agar lebih transparan, efisien, dan dipercaya masyarakat.

T. Budianto
Last updated: Juli 3, 2026 6:26 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
DIGITALISASI KOPERASI: Komisi B DPRD Provinsi Jateng berdiskusi dengan Menteri Koperasi di Jakarta, membahas soal digitalisasi koperasi, belum lama ini. (Foto: Setwan DPRD Jateng)
SHARE

BACAAJA, JAKARTA– Komisi B DPRD Jateng mendorong percepatan transformasi digital koperasi sebagai langkah memperkuat tata kelola yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

Dalam pertemuan bersama Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, rombongan juga menggali arah pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) yang ke depan diberi ruang mengembangkan usaha sesuai potensi daerah, termasuk sektor pariwisata.

Kunjungan kerja Komisi B DPRD Provinsi Jateng ke Kementerian Koperasi RI dipimpin langsung Ketua Komisi B Sri Hartini didampingi jajaran DPMPTSP Provinsi Jateng. Rombongan diterima Menteri Koperasi Ferry Juliantono di ruang rapat lantai 8 Kantor Kementerian Koperasi RI.

Dalam paparannya, Ferry Juliantono menyampaikan hingga kini terdapat sekitar 83 ribu badan hukum koperasi di Indonesia. Sebanyak 13 ribu di antaranya telah selesai dibangun dan beroperasi penuh.

Baca juga: Kopdes Merah Putih di Jateng Sudah Beroperasi, Ini Kata Gubernur Luthfi

Pemerintah juga terus memperkuat ekosistem koperasi melalui dukungan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) serta penyusunan Undang-Undang Perkoperasian baru sebagai pengganti UU Nomor 25 Tahun 1992.

“Insya Allah tahun ini RUU tersebut dapat disahkan sehingga memberikan landasan hukum yang lebih kuat dan sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Untuk mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel), pemerintah mengalokasikan anggaran Rp3 triliun. Sebanyak Rp1,6 triliun digunakan untuk penyediaan lahan dan pembangunan sarana, sedangkan Rp1,4 triliun dialokasikan bagi pengadaan perlengkapan serta operasional. Hingga akhir 2026, pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 4.000 unit Kopdeskel.

Potensi Besar

Ketua Komisi B DPRD Jateng, Sri Hartini mengatakan, Jateng memiliki potensi besar dalam pengembangan koperasi. Bahkan, Kopdeskel pertama di Indonesia telah diresmikan langsung oleh Presiden di Jateng.

Dalam dialog tersebut, anggota Komisi B Harun Abdul Khafizh menanyakan peluang Kopdeskel mengembangkan sektor pariwisata sekaligus mengakses pembiayaan melalui LPDB sesuai karakteristik masing-masing daerah.

Sementara itu, Kadarwati mempertanyakan posisi gerai Kopdeskel di tengah keberadaan jaringan ritel modern serta strategi pemberdayaan produk UMKM lokal. Sekretaris Komisi B, Sholehah Kurniawati turut mengangkat peluang penyediaan layanan obat-obatan dan sinergi dengan puskesmas di tingkat desa.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Menteri Ferry memastikan pemerintah tengah membangun sistem layanan dan pencatatan data koperasi yang terintegrasi antara Kementerian Koperasi dan LPDB. Langkah tersebut diharapkan mempermudah pengawasan sekaligus mempercepat penyaluran berbagai program pemerintah.

Baca juga: 5.500 Koperasi Baru di Jateng, Jadi Motor Ekonomi atau Sekadar Bangunan Estetik?

Pemerintah juga memberikan fleksibilitas dalam pengembangan Kopdeskel sehingga tidak lagi terpaku pada konsep satu desa satu koperasi. Skema pembiayaan melalui LPDB pun disederhanakan agar lebih mudah diakses.

Selain menjual produk UMKM lokal dan kebutuhan pokok seperti pupuk, beras, minyak goreng, serta elpiji 3 kilogram, Kopdeskel nantinya juga dapat mengembangkan berbagai unit usaha sesuai potensi masing-masing wilayah.

“Termasuk sektor pariwisata. Untuk layanan kesehatan juga akan dibuka peluang penyediaan obat-obatan melalui kerja sama dengan puskesmas,” jelas Ferry.

Ia menambahkan, pemerintah terus memperluas ruang gerak koperasi agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Sejumlah sektor strategis yang sebelumnya terbatas kini mulai dibuka untuk koperasi, mulai dari pengelolaan perkebunan kelapa sawit, pembangkit listrik tenaga surya, hingga pengelolaan sumber daya alam tertentu. (tebe)

You Might Also Like

PDIP Masih Keukeuh: Biar Capek ke TPS, yang Penting Rakyat Ikut Milih

Puan: Perwira Muda Harus Jadi Benteng Rakyat yang Cerdas dan Humanis

DPRD Jateng Singgung “Haus Viral” di Kalangan Pelajar

Gelandang Langganan Timnas Merapat

Semarang Mau 2026 Lebih ‘Hijau’, Agsutina Gaspol di Pangan & Lingkungan

TAGGED:headlinekomisi b dprd jatengkopdes jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jalan Provinsi Bisa Jadi Mesin PAD Baru
Next Article Diduga Aniaya Perempuan, Oknum Polisi Tegal Jalani Pemeriksaan Internal

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Heboh Air Disebut Berkah, Ternyata Sumbernya Pipa PDAM Yang Bocor

KEKECEWAAN - Sejumlah awak media menaruh id card dan peralatan liputan di lantai sebagai bentuk protes dan kekecewaan setelah dilarang meliput Menkeu Purbaya di Muladi Dome Undip, Jumat (3/7/2026). (dul)

Apa yang Ditakutkan? Heboh, Wartawan Dilarang Meliput dan Wawancara Menkeu di Undip

Ilustrasi krisis air bersih saat kekeringan melanda. Peneliti menyebut, kekeringan bukan karena kemarau semata, melainkan karena rusaknya lingkungan oleh ulah manusia.

Kerusakan Lingkungan di Balik Ancaman Krisis Air, Peneliri: Bukan Lagi Sekadar soal Kemarau

Dana UMKM Diduga Tertahan Rp3 Triliun, Andhika Satya Desak DPR Panggil TikTok

Pemekaran Brebes, DPRD Jateng Mulai Susun Peta Jalan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Wali Kota Solo Respati Ardi turun langsung ke kawasan Nonongan, Kamis (29/1/2026) malam, menyerap aspirasi warga.
Info

Nonongan Bakal Disulap Jadi Spot Wisata Baru Solo, Respati Serap Aspirasi Warga

Januari 30, 2026
Info

Soal Kebakaran dan Kekeringan, PDAM: Air Gratis

Januari 6, 2026
Tampilan depan Mahindra Scorpio pick up, salah satu jenis kendaraan build up yang akan diimpor pemerintah dari India untuk Kopdes Merah Putih.
Ekonomi

Bukan Industri Lokal, Kopdes Merah Putih Siap Kasih Cuan Gede Pabrik Otomotif India

Februari 21, 2026
Pendidikan

Titip Anak Masuk Sekolah? RAW: Maaf, Kursinya Nggak Bisa Ditambah Kayak Bangku Hajatan

Juni 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Komisi B DPRD Jateng Dorong Digitalisasi Koperasi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?