BACAAJA, SEMARANG – Rambut rontok memang jadi masalah yang sering dialami banyak orang, apalagi seiring bertambahnya usia. Tapi ternyata, bukan cuma faktor genetik atau hormon yang berpengaruh, pola makan juga ikut ambil bagian dalam menjaga kesehatan rambut.
Salah satu yang jadi sorotan adalah kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak, terutama gorengan, makanan cepat saji, dan berbagai produk olahan yang tinggi lemak jenuh.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 2021 menemukan bahwa konsumsi makanan berlemak secara berlebihan bisa mempercepat penipisan rambut. Kondisi ini terjadi karena siklus pertumbuhan rambut menjadi terganggu.
Temuan tersebut membuat para ahli kembali mengingatkan pentingnya menjaga pola makan, bukan hanya untuk kesehatan tubuh secara umum, tetapi juga demi mempertahankan rambut tetap kuat dan sehat.
Setiap helai rambut sebenarnya punya siklus alami, mulai dari fase tumbuh, fase istirahat, hingga akhirnya rontok. Dalam kondisi normal, rambut yang lepas akan digantikan oleh rambut baru yang tumbuh dari folikel yang sama.
Namun, pola makan tinggi lemak ternyata bisa mengganggu mekanisme tersebut. Akibatnya, pertumbuhan rambut baru tidak berjalan optimal dan rambut menjadi lebih mudah menipis.
Penelitian dari Tokyo Medical and Dental University, Jepang, menunjukkan bahwa stres biologis akibat obesitas dan konsumsi makanan tinggi lemak dapat mengurangi jumlah sel punca pada folikel rambut.
Sel punca ini memegang peran penting dalam proses regenerasi rambut. Jika jumlahnya menurun, kemampuan tubuh untuk menghasilkan rambut baru juga ikut berkurang.
Dalam jangka panjang, rambut yang rontok tidak tergantikan secara maksimal. Efeknya, rambut terlihat semakin tipis dan kepadatan rambut perlahan menurun.
Para peneliti juga menemukan bahwa dampak makanan tinggi lemak lebih terasa pada orang-orang yang usianya sudah tidak muda lagi. Faktor penuaan alami membuat proses regenerasi sel memang melambat.
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen menurun dan kemampuan tubuh memperbaiki jaringan juga ikut berkurang, termasuk pada bagian folikel rambut.
Ketika kondisi tersebut dipadukan dengan kebiasaan makan gorengan, fast food, atau daging olahan secara berlebihan, risiko rambut rontok dan menipis bisa meningkat lebih cepat.
Karena itu, menjaga pola makan seimbang menjadi salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mendukung kesehatan rambut dalam jangka panjang.
Manfaatnya pun bukan cuma untuk rambut. Pola makan yang baik juga membantu menjaga berat badan, kesehatan jantung, dan menurunkan risiko berbagai penyakit kronis lainnya.
Para ahli menyarankan agar kebutuhan protein harian tetap tercukupi. Pasalnya, sebagian besar struktur rambut tersusun dari protein sehingga asupannya tidak boleh diabaikan.
Sumber protein yang direkomendasikan antara lain ikan, ayam tanpa lemak, kacang-kacangan, hingga aneka polong-polongan yang kaya nutrisi.
Selain protein, tubuh juga memerlukan vitamin dan mineral untuk mendukung kesehatan folikel rambut. Nutrisi ini membantu proses pertumbuhan rambut tetap berjalan dengan baik.
Vitamin C, misalnya, berperan dalam pembentukan kolagen yang penting untuk kekuatan rambut. Sementara vitamin D ikut mendukung siklus pertumbuhan rambut agar tetap normal.
Zat besi juga menjadi komponen penting karena membantu mengalirkan oksigen ke folikel rambut. Kekurangan zat besi sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko kerontokan.
Di sisi lain, lemak sehat tetap dibutuhkan tubuh. Lemak baik yang terdapat pada salmon, alpukat, biji-bijian, dan kacang-kacangan justru membantu menjaga kesehatan kulit kepala.
Berbeda dengan lemak trans dan lemak jenuh, lemak sehat dapat mendukung pertumbuhan rambut sekaligus menjaga kelembapan kulit kepala agar tetap optimal.
Tak cuma makanan, gaya hidup sehari-hari juga ikut menentukan kondisi rambut. Tingkat stres yang tinggi misalnya, dapat mempercepat kerontokan jika tidak dikelola dengan baik.
Merawat kebersihan kulit kepala dan menggunakan produk yang sesuai juga menjadi langkah sederhana yang bisa membantu mempertahankan kesehatan rambut.
Ada pula kebiasaan ringan yang ternyata punya manfaat besar, yakni memijat kulit kepala beberapa menit setiap hari. Aktivitas ini dipercaya membantu melancarkan sirkulasi darah menuju folikel rambut.
Sebuah penelitian dalam jurnal ePlasty pada 2016 menemukan bahwa pijatan kulit kepala selama empat menit per hari dapat membantu meningkatkan ketebalan rambut melalui perbaikan aliran darah.
Meski rambut rontok merupakan bagian alami dari proses penuaan, pola makan sehat, asupan nutrisi seimbang, dan gaya hidup yang baik tetap bisa membantu memperlambat penipisan rambut dan menjaga mahkota kepala tetap sehat lebih lama. (*)

