Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Punya Banyak Seniman Hebat, Jangan Sampai Namanya Tinggal Cerita
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Semarang Punya Banyak Seniman Hebat, Jangan Sampai Namanya Tinggal Cerita

Semarang bukan cuma dikenal lewat lunpia atau Kota Lama. Kota ini juga punya jejak panjang sebagai "rumah" lahirnya banyak seniman besar. Sayangnya, di tengah hiruk-pikuk kota yang terus berlari, nama-nama mereka pelan-pelan mulai hilang dari ingatan.

T. Budianto
Last updated: Juli 1, 2026 12:25 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SAMBUTAN WAWALI: Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin memberikan sambutan saat menghadiri peringatan Bulan Bung Karno bertajuk “Djarek” di Taman Budaya Raden Saleh, Selasa (30/6/2026) malam. (Foto: bae)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kota Semarang memiliki sejarah panjang di bidang kesenian. Banyak karya dan seniman besar lahir dari kota ini. Namun, seiring perkembangan zaman, sejarah para seniman itu mulai terlupakan.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat menghadiri peringatan Bulan Bung Karno bertajuk “Djarek” di Taman Budaya Raden Saleh, Selasa (30/6/2026) malam.

Menurut Iswar, Pemkot Semarang terus memberikan apresiasi kepada para pelaku seni karena Semarang dikenal sebagai salah satu kota yang banyak melahirkan seniman berkelas nasional.

“Semarang saya kira salah satu kota di Indonesia yang sampai hari ini telah banyak menelurkan seniman-seniman yang kelasnya nasional,” kata Iswar. Ia kemudian bercerita pernah bertemu seorang peneliti saat menghadiri kegiatan di Kampung Jawi.

Baca juga: Fakta Tersembunyi di Balik 17 Agustus 1945, dari Malaria Bung Karno hingga Naskah di Tempat Sampah

Peneliti itu menyampaikan temuan mengenai sejarah musik keroncong yang berkaitan dengan Kota Semarang. “Peneliti itu bercerita ke saya bahwa gagasan pertama tentang lagu keroncong itu ada dari Semarang,” ujarnya.

Iswar mengatakan masih banyak warisan seni lain yang lahir dari Kota Semarang. Sayangnya, menurut dia, sejarah para seniman tersebut perlahan tenggelam karena masyarakat lebih disibukkan dengan dinamika kehidupan perkotaan.

“Banyak tokoh-tokoh kita tenggelam oleh aktivitas-aktivitas perkotaan yang sampai kemudian kita lupa tentang sejarah perjuangan para seniman Kota Semarang,” tuturnya.

Semangat Berkesenian

Karena itu, ia menilai kegiatan seperti peringatan Bulan Bung Karno penting untuk terus digelar. Selain mengingat sosok Bung Karno, acara semacam ini juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali semangat berkesenian di Kota Semarang.

Iswar juga mengapresiasi penyelenggaraan acara yang digagas secara gotong royong oleh berbagai komunitas seni dan budaya. Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan pesan Bung Karno tentang pentingnya membangun bangsa melalui kebudayaan.

Baca juga: Haul ke-55 Bung Karno, Puan Maharani: Warisan Gagasannya Relevan Sepanjang Zaman

“Pak Karno pernah menyampaikan bahwa bangsa akan besar karena memiliki kepribadian dalam berkebudayaan. Dan semuanya harus disokong secara bersama-sama,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Iswar mengajak pemerintah dan komunitas seni terus berkolaborasi agar kejayaan seni di Kota Semarang bisa kembali bangkit.

Kota akan terus membangun gedung-gedung baru. Tapi kalau sejarah para senimannya ikut runtuh, yang tersisa hanya bangunan megah tanpa cerita. Sebab, sebuah kota tak dikenang karena tingginya beton, melainkan karena panjangnya jejak budaya yang berhasil dijaga. (bae)

You Might Also Like

April Gas Ke Tanah Suci, Jadwal Haji 2026 Sudah Turun

Ngobrol Santai, Stadion Aman: Polisi, PSIS, dan Suporter Duduk Bareng

Barcelona Anggap Rashford Prospek Bagus, Deco: tapi . . .

Jateng Ngebut Beresin Backlog

Pemanggilan KPK ke Ridwan Kamil Hari Ini Bikin Publik Ikut Nunggu, Deg-degan Euy…

TAGGED:bmi jatengbulan bung karnoheadinepemkot semarangtbrs
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PERTUNJUKAN TEATER--Kelompok Teater Lingkar sedang tampil di acara Peringatan Bulan Bung Karno, di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Selasa (30/6/2026). (bae) Bulan Bung Karno Diperingati Lewat Musik, Teater, dan Puisi di TBRS Semarang
Next Article TBRS Hidup Lagi! Sepekan Bulan Bung Karno Disulap Jadi Panggung Seni, Literasi, dan Aksi Sosial

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Didampingi Mahasiswa SCU, UMKM di Semarang Kewalahan Terima Order

Cordova Edupartment Lanjut Dampingi PSIS Arungi Musim 2026/27

TBRS Hidup Lagi! Sepekan Bulan Bung Karno Disulap Jadi Panggung Seni, Literasi, dan Aksi Sosial

Semarang Punya Banyak Seniman Hebat, Jangan Sampai Namanya Tinggal Cerita

PERTUNJUKAN TEATER--Kelompok Teater Lingkar sedang tampil di acara Peringatan Bulan Bung Karno, di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Selasa (30/6/2026). (bae)

Bulan Bung Karno Diperingati Lewat Musik, Teater, dan Puisi di TBRS Semarang

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

[17.52, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen Unwahas Terbang ke China, Dalami AI untuk Ngajar BACAAJA, SEMARANG - Sejumlah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) terbang ke luar negeri. Mereka ikut pelatihan buat dalami kecerdasan buatan atau AI. Programnya bertajuk Artificial Intelligence Application Enhancement. Fokusnya jelas, gimana dosen bisa pakai AI biar pembelajaran makin relevan. Pelatihan digelar di Central China Normal University (CCNU) di Wuhan, China. Kampus ini dikenal kuat di riset pendidikan. Total ada 20 peserta yang ikut. Tiga di antaranya dari FAI Unwahas, yakni Ghufron Hamzah, Muhammad Ahsanul Husna, dan Nurul Azizah. Mereka gabung dengan tenaga pendidik lain di bawah naungan PWNU Jawa Tengah. Kegiatannya berlangsung selama tujuh hari, mulai 20 sampai 26 April 2026. Materi yang dikasih cukup komplet. Mulai dari integrasi teori dan teknologi, desain pembelajaran digital, sampai pemanfaatan platform kampus berbasis AI. Peserta juga diajak praktik langsung. Jadi bukan cuma denger materi, tapi sekalian nyobain sistem pembelajaran berbasis AI. Ghufron bilang, pelatihan ini penting buat dorong perubahan di dunia pendidikan. Terutama dari model konvensional ke sistem digital. “Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pendidikan agar mampu beradaptasi menuju sistem digital yang lebih efektif dan inovatif,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital sekarang sudah jadi kebutuhan. Apalagi perkembangan teknologi makin cepat, termasuk AI. Menurutnya, Unwahas juga sudah mulai berproses jadi kampus digital. Makanya pelatihan ini dinilai pas banget. “Harapannya bisa kami aplikasikan di kampus nantinya,” katanya. Pelatihan ini diisi para pakar AI dengan metode interaktif. Ada pemaparan materi, ada juga diskusi bareng peserta. Harapannya, sepulang dari China para dosen bisa langsung menerapkan ilmunya. Sekaligus ikut mendorong transformasi pendidikan di Indonesia. *bae [17.53, 24/4/2026] Baihaqi Annizar - Jateng Today: Dosen FAI Unwahas dan peserta lain ikut pelatihan AI di Wuhan, China.
Pendidikan

Dengar Wuhan Ingat Covid-19? Dosen Unwahas Terbang ke Sana Dalami AI untuk Ngajar

April 26, 2026
Daerah

Rabu Nggak Harus ke Kantor, Pemkot Surakarta Jajal WFA

Januari 12, 2026
KRITIK SOSIAL LEWAT LAWAK - Aktor teater komedi Keraton Siluman, saat jumpa pers sebelum pertunjukan. (ist)
Info

Keraton Siluman Sindir Negeri Wacanda: Penonton Dibikin Ketawa Sekaligus Nyesek

Mei 23, 2026
TANTANG JAKSA--Gus Yazid menantang jaksa menghadirkan Sri Mulyani hingga Prabowo di sidang kasus TPPU jual beli lahan Cilacap, Rabu (3/7/2026). (bae)
Hukum

Ngamuk di Tipikor Semarang, Gus Yazid Seret Nama Prabowo dan Sri Mulyani

Juni 4, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Punya Banyak Seniman Hebat, Jangan Sampai Namanya Tinggal Cerita
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?