Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ramai Titik SPPG Misterius, Cilacap Dihujani Tanda Tanya
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Ramai Titik SPPG Misterius, Cilacap Dihujani Tanda Tanya

Di tengah ramainya pembahasan tersebut, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Cilacap, Yuda Prasetyo, akhirnya memberikan penjelasan terkait temuan yang sebelumnya disampaikan Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya.

Nugroho P.
Last updated: Juni 25, 2026 10:13 am
By Nugroho P.
5 Min Read
Share
ilustrasi dapur MBG.
SHARE

BACAAJA, CILACAP – Polemik soal ratusan titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Cilacap masih terus bergulir. Isu yang menyebut ada lokasi SPPG fiktif, bahkan disebut berada di area kuburan dan hutan, langsung memantik perhatian publik.

Di tengah ramainya pembahasan tersebut, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Cilacap, Yuda Prasetyo, akhirnya memberikan penjelasan terkait temuan yang sebelumnya disampaikan Plt Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya.

Yuda menegaskan bahwa tidak ada titik SPPG fiktif di wilayah Cilacap. Menurutnya, lokasi-lokasi yang dipersoalkan sebenarnya memang tercatat dalam data resmi, namun sebagian masih berada dalam tahap pembangunan.

Ia menilai penggunaan istilah “fiktif” kurang tepat karena seluruh titik yang masuk daftar merupakan lokasi yang sudah direncanakan dan memiliki proses pengembangan.

Menurut Yuda, perbedaan persepsi muncul karena tidak semua titik yang terdaftar sudah beroperasi. Sebagian masih menunggu penyelesaian pembangunan sebelum bisa menjalankan aktivitas pelayanan.

Karena itu, ketika dilakukan pengecekan lapangan, beberapa lokasi memang belum menunjukkan adanya bangunan yang siap digunakan.

“Yang dimaksud itu sebenarnya titik yang masih dalam proses persiapan pembangunan, bukan lokasi fiktif,” jelasnya.

Sorotan juga muncul setelah adanya informasi mengenai titik SPPG yang disebut berada di kawasan hutan hingga area permakaman.

Menanggapi hal tersebut, Yuda membantah adanya dapur MBG yang dibangun di lokasi kuburan seperti yang ramai diperbincangkan.

Ia memastikan tidak ada satu pun SPPG di Cilacap yang berdiri di area pemakaman.

Sementara terkait lokasi yang disebut berada di hutan, Yuda menjelaskan bahwa sebagian wilayah Cilacap bagian barat memang masih didominasi kawasan pelosok dan jauh dari pusat keramaian.

Menurutnya, ada beberapa titik pembangunan yang berada di daerah terpencil sehingga mungkin menimbulkan kesan seolah berada di kawasan hutan.

Padahal, lokasi tersebut tetap berada di area yang diperuntukkan untuk pembangunan dan bukan berada di tengah kawasan hutan seperti yang ramai dibicarakan.

Data Korwil SPPG mencatat jumlah titik yang terdaftar di Kabupaten Cilacap mencapai sekitar 300 lokasi.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar disebut sudah menjalankan operasional dan melayani program yang berjalan.

Yuda menyebut sekitar 220 titik telah beroperasi, sementara sisanya masih berada dalam tahap pembangunan.

Jumlah titik yang masih dikerjakan mencapai sekitar 114 lokasi yang tersebar di berbagai kecamatan.

Ia mengakui memang ada beberapa pembangunan yang belum selesai meskipun target pengerjaan yang ditetapkan sebelumnya relatif singkat.

Berdasarkan ketentuan yang ada, pembangunan SPPG ditargetkan selesai dalam waktu 45 hari setelah Surat Perintah Kerja diterbitkan.

Namun dalam praktiknya, terdapat sejumlah kendala yang membuat sebagian proyek belum bisa rampung sesuai jadwal.

Faktor administrasi hingga persoalan teknis di lapangan disebut menjadi beberapa penyebab yang memungkinkan terjadinya keterlambatan.

Meski demikian, Yuda mengaku tidak mengetahui secara rinci hambatan yang terjadi pada masing-masing proyek pembangunan tersebut.

Ia memastikan titik-titik yang belum beroperasi tidak terkonsentrasi di satu wilayah saja.

Menurutnya, lokasi yang masih dalam tahap pembangunan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap.

Bahkan, hampir seluruh kecamatan memiliki titik SPPG yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Polemik ini bermula setelah Plt Bupati Cilacap mengungkap hasil pengecekan terhadap lebih dari 300 titik yang tercatat dalam data.

Dari hasil penelusuran tersebut, sekitar 100 titik disebut tidak ditemukan bangunan maupun aktivitas yang mengarah pada operasional SPPG.

Temuan itulah yang kemudian memunculkan dugaan adanya lokasi yang dianggap tidak jelas keberadaannya.

Menanggapi hal itu, pihak Korwil SPPG mengaku telah melakukan berbagai upaya klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah untuk menyamakan pemahaman mengenai status titik-titik yang masih dalam proses pembangunan.

Yuda berharap penjelasan yang diberikan dapat memperjelas posisi masing-masing pihak sehingga polemik yang berkembang tidak semakin melebar.

Sementara itu, terkait dugaan adanya yayasan yang terafiliasi dengan pihak tertentu dalam kasus jual beli titik dapur MBG, Yuda mengaku tidak memiliki data yang cukup untuk mengonfirmasi informasi tersebut.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara langsung apakah ada praktik jual beli titik seperti yang belakangan ramai diperbincangkan.

Hingga kini, perdebatan mengenai ratusan titik SPPG di Cilacap masih menjadi perhatian publik, sembari menunggu proses klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari seluruh pihak terkait. (*)

You Might Also Like

Warga Pantura Minta Giant Sea Wall Jangan Cuma Untungkan Pemodal

2025 Panen Piala, Pemkot Semarang Lagi On Fire

1.700 Mangrove Nancep di Tambakrejo, Biar Laut Nggak Terus Makan Daratan

Menbud: Udah Didandani Masa Nggak Dipamerin? Keraton Kulon Mau Dibuka, Tapi Nggak Semua Setuju

AI Bisa Bedain Biji Kopi Bagus, Unwahas Ajak Petani Ngopi ala Society 5.0

TAGGED:cilacapMBGsppg
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Niat Meniru Konten Dewasa, Guru SD Kini Tersandung Kasus
Next Article Saat Siswa Diajak Pawai, Suara Perlindungan Anak Menguat Lagi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kemarau Baru Mulai, BPBD Jateng Sudah Kucurkan 654 Ribu Liter Air Bersih

PDIP Balik Serang Isu BEM UBK Terima Uang

LATIHAN MILITER - Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). (DOK. Setjen Infohan Kemhan)

Tiga Calon Manajer KDMP Meninggal saat Latihan Dasar Militer, DPR: Evaluasi Total!

Bidan Janjikan Kursi BUMN, Uang Puluhan Juta Malah Melayang

Kemarau Baru Mulai, Delapan Daerah Jateng Sudah Siaga Kekeringan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Olahraga

Kiromal Katibin Pecahkan Batas: Panjat Tebing Indonesia Duduki Ranking #1 Dunia

Agustus 19, 2025
Ekonomi

Lumayan, UMP Jateng Naik 7,28 Persen jadi Rp2,3 Juta

Desember 24, 2025
Info

Besok Gubernur Lepas Ribuan Perantau Balik Gratis

Maret 27, 2026
Ekonomi

30 Investor dan 75 UMKM Ramaikan CJIBF 2026

Mei 2, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ramai Titik SPPG Misterius, Cilacap Dihujani Tanda Tanya
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?