BACAAJA, SEMARANG – Udang selama ini lebih sering dikenal sebagai bahan makanan favorit yang bisa diolah menjadi aneka hidangan lezat. Mulai dari digoreng, dibakar, hingga dijadikan campuran sup, hewan laut satu ini memang punya banyak penggemar.
Namun di balik rasanya yang menggugah selera, udang ternyata menyimpan sederet fakta unik yang jarang diketahui banyak orang. Bentuk tubuhnya yang kecil ternyata menyimpan sistem biologis yang tidak biasa.
Bahkan, ada fakta mengejutkan bahwa jantung udang tidak berada di bagian dada seperti kebanyakan hewan, melainkan justru berada di bagian kepala. Keunikan itu membuat udang menjadi salah satu hewan yang menarik untuk diteliti.
Tak hanya itu, beberapa spesies udang juga memiliki kemampuan menghasilkan suara, mempunyai penciuman yang sangat tajam, hingga menyimpan kandungan alami yang dimanfaatkan dalam dunia kesehatan.
Berikut lima fakta menarik tentang udang yang membuat hewan laut ini semakin layak dipelajari.
Jantung Udang Berada di Bagian Kepala
Fakta pertama adalah posisi jantung udang yang berada di bagian kepala. Letak organ vital tersebut memang terdengar tidak biasa jika dibandingkan dengan manusia maupun hewan bertulang belakang lainnya.
Posisi ini berkaitan dengan struktur anatomi udang yang berbeda. Darah yang telah memperoleh oksigen dari insang akan dipompa ke seluruh tubuh melalui sistem peredaran darah yang sederhana namun sangat efektif.
Susunan organ tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi evolusi yang membuat udang mampu bertahan hidup di berbagai lingkungan perairan selama jutaan tahun.
Ada Spesies Udang yang Bisa Mengeluarkan Suara
Fakta berikutnya, tidak semua orang tahu bahwa ada spesies udang yang dapat mengeluarkan suara. Salah satu yang paling terkenal adalah udang pistol atau snapping shrimp.
Udang ini menggunakan capit khusus yang dapat menutup dengan sangat cepat hingga menciptakan gelembung udara di dalam air. Saat gelembung tersebut pecah, muncul suara keras yang bahkan menyerupai letusan kecil.
Suara itu bukan sekadar kebetulan. Udang memanfaatkannya sebagai alat berburu, mempertahankan diri dari predator, sekaligus berkomunikasi dengan sesama.
Selain udang pistol, beberapa jenis udang lain juga diketahui mampu menghasilkan bunyi dari gerakan capit atau bagian tubuh tertentu ketika berada di habitat alaminya.
Punya Indra Penciuman yang Sangat Tajam
Keunikan berikutnya terletak pada kemampuan penciuman. Meski tidak memiliki hidung seperti manusia, udang mampu mengenali berbagai aroma melalui antenanya.
Antena tersebut bekerja sebagai alat pendeteksi senyawa kimia yang larut di dalam air. Berkat kemampuan itu, udang dapat menemukan makanan meski berada cukup jauh.
Penciuman tajam juga membantu udang mengetahui keberadaan musuh di sekitar sehingga mereka bisa segera menghindar sebelum diserang.
Tak hanya itu, sinyal kimia yang ditangkap antena juga berperan penting saat musim berkembang biak. Udang dapat mengenali keberadaan pasangan melalui jejak kimia yang tersebar di air.
Kandungan Chitosan Bermanfaat untuk Dunia Kesehatan
Fakta menarik lainnya berkaitan dengan dunia kesehatan. Cangkang udang mengandung senyawa alami bernama chitosan yang banyak dimanfaatkan dalam bidang medis.
Chitosan dikenal memiliki sifat antibakteri sehingga banyak diteliti untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka dan mengurangi risiko infeksi.
Selain digunakan dalam dunia kesehatan, senyawa tersebut juga dimanfaatkan dalam industri farmasi, kosmetik, hingga pengolahan limbah karena sifatnya yang ramah lingkungan.
Sementara itu, daging udang sendiri mengandung protein berkualitas tinggi yang dibutuhkan tubuh untuk membantu pembentukan jaringan serta proses pemulihan setelah sakit.
Sudah Menghuni Bumi Lebih dari 300 Juta Tahun
Fakta terakhir yang tak kalah mengejutkan adalah usia keberadaan udang di Bumi. Para ilmuwan memperkirakan kelompok hewan ini telah menghuni planet ini selama lebih dari 300 juta tahun.
Artinya, nenek moyang udang sudah ada jauh sebelum manusia muncul, bahkan sejak masa ketika dinosaurus belum mendominasi Bumi.
Selama rentang waktu yang sangat panjang itu, udang berhasil melewati berbagai perubahan iklim, pergeseran benua, hingga sejumlah peristiwa kepunahan massal.
Kemampuan beradaptasi itulah yang membuat udang masih dapat ditemukan hampir di seluruh perairan dunia dengan ribuan spesies yang memiliki karakteristik berbeda.
Dari jantung yang berada di kepala, kemampuan menghasilkan suara, penciuman yang tajam, kandungan chitosan yang bermanfaat, hingga sejarah evolusi selama ratusan juta tahun, udang memang bukan sekadar bahan makanan biasa. Hewan kecil ini menyimpan banyak keunikan yang membuatnya semakin menarik untuk dipelajari.(*)

