Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Demam Piala Dunia Bisa Jadi Suntikan Semangat buat Kompetisi Lokal
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Demam Piala Dunia Bisa Jadi Suntikan Semangat buat Kompetisi Lokal

Di balik euforia penyelenggaraan Piala Dunia, ada peluang besar yang sering luput dimanfaatkan: menjadikan kompetisi sepak bola terakbar sejagat itu sebagai pemantik lahirnya kompetisi lokal yang lebih berkualitas dan pembinaan pemain yang lebih serius.

T. Budianto
Last updated: Juni 20, 2026 9:20 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
LAGA EKSHIBISI: Empat penggawa PSIS Semarang versus 100 bocah dari sekolah sepakbola (SSB) di Kota Semarang malakoni laha ekshibisi dalam rangka penggunaan Stadion Jatidiri pascarenovasI beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Piala Dunia bisa menjadi pemicu berkembangnya sepak bola di daerah. Antusiasme masyarakat yang meningkat dinilai dapat memberi dampak positif bagi pembinaan pemain hingga kualitas kompetisi nasional.

Pengamat sepak bola, Amir Machmud NS mengatakan, setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu memunculkan demam olahraga yang ikut memengaruhi perkembangan di tingkat lokal.

“Piala Dunia adalah event yang ditunggu-tunggu karena nanti akan memotivasi dan memberikan inspirasi bagi sepak bola lokal untuk mengembangkan diri,” kata Amir saat dimintai komentar via telepon, Sabtu (20/6/2026).

Baca juga: Gempita Piala Dunia 2026: Ketika Semarang Ikut Bermain di Luar Lapangan

Menurutnya, fenomena serupa pernah terjadi pada bulu tangkis di era 1970-an hingga 1990-an. Saat Indonesia tampil di ajang internasional, minat masyarakat ikut meningkat meski akses siaran saat itu masih sangat terbatas.

Kini, dengan akses pertandingan yang semakin mudah, Piala Dunia berpotensi menjadi inspirasi bagi lebih banyak anak muda untuk mengenal dan menekuni olahraga tersebut.

Namun, Amir mengingatkan bahwa antusiasme saja tidak cukup jika tidak diikuti pembenahan sistem kompetisi. Ia menilai masa depan sepak bola Indonesia sangat bergantung pada kualitas kompetisi yang menjadi fondasi pembinaan pemain.

Kompetisi Sehat

Dari kompetisi yang sehat akan lahir pemain dengan kemampuan teknik, fisik, mental, dan manajemen yang lebih baik.

“Tim nasional hanya bisa terbentuk oleh kompetisi yang bagus. Kalau kompetisinya seadanya atau bermasalah, tentu tim nasionalnya akan bermasalah juga. Tapi kalau kompetisinya solid, kualitas tim nasional juga akan meningkat,” ujarnya.

Amir berharap momentum Piala Dunia tidak berhenti sebagai hiburan semata. Menurutnya, semangat yang muncul di tengah masyarakat seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem sepak bola nasional, mulai dari pembinaan usia dini hingga penyelenggaraan kompetisi yang lebih profesional.

Baca juga: Piala Dunia Selalu Punya Cara Menyatukan Banyak Orang

“Kalau ada iktikad baik untuk mencontoh kualitas yang ada di Piala Dunia, kompetisi kita juga akan terpacu menjadi lebih baik,” harapnya.

Setiap Piala Dunia selalu melahirkan jutaan pelatih dadakan. Tantangannya bukan lagi soal siapa paling jago mengomentari pertandingan, melainkan siapa yang benar-benar mau membangun kompetisi agar suatu hari nanti Indonesia tak hanya menjadi penonton pesta sepak bola dunia, tetapi juga ikut meramaikannya di lapangan. (bae)

You Might Also Like

Dana Seret, Venue Minim: PR Berat Jateng Buat Jaga Prestasi Olahraga

Kebagian Rp42 Miliar, Jalur Pacitan-Ponorogo Masuk Prioritas

Pemprov Dorong Percepatan Penyelesaian Sengketa Lahan di Jateng

Ringan Banget Banyak Diskon! Dituntut 18 Tahun, Koruptor Cilacap hanya Dihukum 2 Tahun

Dokter di Bandung Ditangkap, Kasus Dugaan Cabuli Anak Terbongkar

TAGGED:amir machmud nsFIFAheadlinepiala dunia 2026
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Piala Dunia Selalu Punya Cara Menyatukan Banyak Orang
Next Article Luthfi: Bank Jateng Jangan Cuma Simpan Uang, UMKM Harus Dibikin Naik Kelas

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

BINCANG SASTRA - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), menggelar Seminar Nasional Literasi (Semitra) X secara daring pada Rabu (4/11/2026).

Sastra Indonesia Bisa Mendunia? Semitra X UPGRIS Ungkap Strateginya

Pemprov Kebut Perbaikan Talud Jalur Kudus-Colo

Bupati Ngawi Lepas Atlet Popda dan Peparda 2026, Ini Pesannya

Semarang Sabet Juara 1 Nasional Transformasi Digital! Agustina: Harus Bikin Warga Terlayani

Mata Air Muria Banyak yang Kering, Pemprov Bangun Rorak Sambil Pulihkan Hutan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Jelang Nataru, Wali Kota Turun ke Pasar: Harga Aman, Cabai yang Bikin Deg-degan

Desember 14, 2025
SIDANG KORUPSI--Bupati Pati, Sudewo, memberi keterangan dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (7/9/2026). (bae)
Hukum

Jaksa KPK Kulik Biaya Nyaleg, Sudewo: Tanya ke Rumput yang Bergoyang

September 7, 2026
HukumInfo

Pelecehan di KA Bukan Candaan! KAI Semarang Blacklist Lima Pelaku

Oktober 22, 2026
PARA PENCARI KERJA - Ribuan pencari kerja memadati standi Job Fair Jateng 2026. Ada 4.187 lowongan kerja di berbagai bidang. (dul)
Info

Peluang Karier Difabel Ada, tapi Akses Informasi dan Rekrutmen Masih Jadi Kendala

Agustus 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Demam Piala Dunia Bisa Jadi Suntikan Semangat buat Kompetisi Lokal
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?