BACAAJA, TEMANGGUNG – Pemandangan nggak biasa terlihat di halaman Kantor Bupati Temanggung, Kamis (18/6/2026). Di tengah aksi demonstrasi mahasiswa, Bupati Temanggung Agus Setyawan alias Agus Gondrong justru ikut duduk lesehan dan bernyanyi lagu Darah Juang bareng massa aksi.
Momen itu langsung mencuri perhatian karena suasana demo yang biasanya panas kali ini berjalan cukup adem. Nggak ada saling dorong ataupun ketegangan berarti. Yang ada justru dialog santai antara mahasiswa dan jajaran pemerintah daerah.
Aksi tersebut digelar puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Temanggung. Mereka datang dengan membawa bendera organisasi, poster tuntutan, dan bergantian ngasih orasi di depan gerbang Kantor Bupati.
Setelah menyampaikan aspirasi, massa kemudian masuk ke halaman kompleks Setda Temanggung untuk berdialog langsung dengan pemerintah daerah.
Nah, di situlah momen menarik terjadi. Alih-alih hanya menerima tuntutan dari balik meja, Agus Gondrong turun langsung menemui mahasiswa. Didampingi Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini dan Sekda Tri Winarno, ia memilih duduk lesehan bareng peserta aksi.
Suasana yang awalnya formal pun berubah lebih cair ketika lagu Darah Juang dikumandangkan. Agus Gondrong terlihat ikut bernyanyi bersama mahasiswa yang duduk melingkar di halaman kantor bupati.
Demonstran sampaikan delapan tuntutan

Dalam dialog tersebut, Ketua PMII Temanggung Muhammad Luthfi menyampaikan delapan tuntutan yang mereka bawa.
Mulai dari perluasan program perlindungan sosial, audit total Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga penolakan dwifungsi jabatan sipil bagi aparat aktif.
Mahasiswa juga menyoroti perlindungan hak konstitusional aktivis, mahasiswa, dan jurnalis, serta meminta pemerintah lebih serius memperhatikan kesejahteraan petani.
Menurut Luthfi, tuntutan itu merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang saat ini berkembang di masyarakat.
Menanggapi berbagai tuntutan tersebut, Agus Gondrong menegaskan pemerintah daerah tetap membuka ruang dialog bagi siapa pun yang ingin menyampaikan aspirasi.
Ia mengatakan sejumlah tuntutan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat akan diteruskan secara resmi.
“Kami bersama Forkopimda jelas membuka lebar penyampaian aspirasi. Tuntutan-tuntutan teman-teman mahasiswa hari ini yang berkaitan dengan pemerintah pusat akan kami teruskan ke pemerintah pusat secara resmi,” kata Agus.
Sementara untuk persoalan yang berkaitan langsung dengan Kabupaten Temanggung, ia memastikan akan dibahas lebih lanjut agar bisa ditindaklanjuti.
“Yang berkaitan dengan Kabupaten Temanggung, pasti ini menjadi pembahasan yang intens agar bisa terakomodasi dengan baik,” lanjutnya.
Meski membawa sederet tuntutan serius, aksi PMII Temanggung kali ini berlangsung tanpa ketegangan berarti. Bahkan, momen nyanyi Darah Juang bareng antara mahasiswa dan bupati menjadi penutup yang cukup mencuri perhatian.
Buat sebagian peserta aksi, itu mungkin jadi salah satu demo dengan suasana paling santai yang pernah mereka ikuti. (*)

