BACAAJA, SEMARANG – Pergantian tahun dalam kalender Hijriyah tinggal menghitung waktu. Bagi umat Islam, datangnya 1 Muharram 1448 H bukan sekadar pergantian angka, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menata ulang niat, memperbaiki diri, dan memulai langkah baru dengan harapan yang lebih baik.
Momen tersebut kerap dimanfaatkan banyak Muslim untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir.
Tidak sedikit yang menjadikan malam pergantian tahun Hijriyah sebagai waktu untuk memperbanyak doa, istighfar, serta memohon keberkahan kepada Allah SWT.
Di tengah tradisi itu, dikenal dua amalan yang cukup populer, yakni doa akhir tahun dan awal tahun yang biasa dibaca menjelang dan sesudah masuknya 1 Muharram.
Doa akhir tahun umumnya dipanjatkan sebagai bentuk permohonan ampun atas kesalahan dan kekhilafan yang mungkin terjadi selama satu tahun yang telah berlalu.
Sementara doa awal tahun dibaca sebagai harapan agar Allah memberikan perlindungan, kemudahan, dan keberkahan dalam menjalani tahun yang baru.
Tradisi membaca kedua doa tersebut sudah lama dikenal di kalangan masyarakat Muslim di berbagai daerah.
Meski demikian, inti dari amalan ini bukan sekadar membaca rangkaian kalimat doa, melainkan menghadirkan kesadaran untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Muharram sendiri memiliki posisi istimewa dalam Islam. Bulan ini menjadi pembuka tahun Hijriyah sekaligus termasuk dalam empat bulan yang dimuliakan Allah.
Karena kemuliaannya, banyak ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak amal saleh ketika memasuki bulan Muharram.
Momentum tahun baru juga sering dijadikan waktu untuk memperbarui komitmen dalam beribadah.
Ada yang mulai membiasakan sholat tepat waktu, memperbanyak membaca Al-Qur’an, meningkatkan sedekah, hingga memperbaiki hubungan dengan keluarga dan sesama.
Semangat tersebut sejalan dengan makna hijrah yang menjadi dasar penanggalan Islam.
Hijrah tidak selalu dimaknai sebagai perpindahan tempat. Dalam kehidupan sehari-hari, hijrah juga bisa berarti meninggalkan kebiasaan buruk menuju kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, malam pergantian tahun Hijriyah sering dipandang sebagai titik awal untuk melakukan perubahan positif.
Berdasarkan kalender Hijriyah yang diterbitkan pemerintah, awal Muharram tahun ini diperkirakan bertepatan dengan 16 Juni 2026.
Penetapan tersebut juga selaras dengan hasil perhitungan hisab yang menunjukkan hilal Muharram telah berada di atas ufuk saat matahari terbenam pada 15 Juni 2026.
Dengan demikian, setelah Magrib pada hari tersebut, umat Islam mulai memasuki Tahun Baru 1448 Hijriyah.
Dalam tradisi yang berkembang di masyarakat, doa akhir tahun biasanya dibaca menjelang waktu Magrib pada hari terakhir bulan Zulhijah.
Doa tersebut berisi permohonan ampun atas berbagai kesalahan yang pernah dilakukan serta harapan agar amal kebaikan diterima oleh Allah SWT.
Setelah memasuki waktu Magrib dan melaksanakan sholat, sebagian umat Islam melanjutkannya dengan membaca doa awal tahun.
Isi doa awal tahun pada dasarnya memohon perlindungan dari berbagai keburukan, godaan setan, serta memohon kekuatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Selain berdoa, banyak kalangan juga mengisi malam tahun baru Hijriyah dengan kajian keagamaan, dzikir bersama, dan pembacaan Al-Qur’an.
Aktivitas tersebut menjadi pengingat bahwa pergantian tahun dalam Islam lebih dekat dengan refleksi spiritual dibanding perayaan yang bersifat seremonial.
Di berbagai daerah, suasana menyambut Muharram juga kerap dipadukan dengan tradisi lokal yang tetap mengedepankan nilai-nilai keagamaan.
Meski bentuk kegiatannya beragam, pesan yang dibawa tetap sama, yakni memperbanyak rasa syukur dan memperbaiki kualitas diri.
Pergantian tahun Hijriyah pada akhirnya menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan dan setiap manusia diberi kesempatan untuk memperbaiki perjalanan hidupnya.
Saat Muharram datang dan lembaran baru terbuka, doa akhir tahun dan awal tahun menjadi salah satu ikhtiar spiritual yang banyak diamalkan umat Islam untuk menyambut tahun baru dengan harapan, kebaikan, dan keberkahan dari Allah SWT. (*)

