Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dari Gang Baru Pecinan ke Desa Wisata, Mimpi Besar Kranggan yang Beranjak Jadi Nyata
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Dari Gang Baru Pecinan ke Desa Wisata, Mimpi Besar Kranggan yang Beranjak Jadi Nyata

Gang Baru di Pecinan, Kranggan, Semarang, menyimpan daya tarik. Di antaranya wilayah dengan klenteng terbanyak.

R. Izra
Last updated: Juni 12, 2026 11:20 am
By R. Izra
6 Min Read
Share
SPOT WISATA - Gang Baru di Pecinan, Kranggan, Semarang, menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Lumpia. (dul)
SPOT WISATA - Gang Baru di Pecinan, Kranggan, Semarang, menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Lumpia. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Di balik ramainya Pasar Gang Baru yang tak pernah benar-benar sepi, tersimpan sebuah mimpi besar yang sedang diperjuangkan warga Kranggan.

Contents
Punya Banyak Harta Karun WisataDari Kumuh Jadi Lebih TertataTantangan Terbesar Ternyata soal KebiasaanBergerak Meski Tanpa Anggaran BesarBukan Sekadar soal Wisata

Bukan sekadar ingin dikenal sebagai kawasan Pecinan di Kota Semarang, Kranggan kini bersiap naik level menjadi destinasi wisata yang mampu menghidupkan ekonomi warga sekaligus menjaga warisan budaya yang telah bertahan ratusan tahun.

Siang itu, di tengah hiruk-pikuk pasar, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Krabat Kranggan, Hengky Hidayat Pranadya, bercerita tentang perjalanan panjang yang sedang mereka tempuh.

Bacaaja: Pecinan Semarang Jadi Titik Kumpul Semua Etnis
Bacaaja: Waroeng Semawis Comeback! Kuliner Malam Pecinan Semarang Bikin Wali Kota Ikut Jajan

Menurutnya, langkah pertama untuk membangun kawasan wisata justru dimulai dari rasa bangga terhadap lingkungan sendiri.

“Kalau kita sendiri tidak bangga dengan tempat kita, bagaimana orang luar mau datang?” ujar Hengki, Kamis (11/6/2026).

Mimpi tersebut mulai menemukan jalannya ketika Kelurahan Kranggan masuk dalam proses pengembangan sebagai Desa Wisata (Deswita). Bagi warga setempat, status itu bukan sekadar label, melainkan peluang untuk mengangkat berbagai potensi yang selama ini mungkin luput dari perhatian banyak orang.

Punya Banyak Harta Karun Wisata

Kranggan sebenarnya menyimpan banyak daya tarik. Salah satunya adalah keberadaan enam hingga tujuh klenteng yang tersebar dalam satu wilayah kelurahan. Sebagian besar bangunan tersebut telah berdiri selama ratusan tahun dan masih aktif digunakan hingga sekarang.

“Kalau dihitung, mungkin ini salah satu wilayah dengan jumlah klenteng terbanyak dalam satu kelurahan. Itu sesuatu yang unik,” kata Hengki.

Bukan cuma soal bangunan tua, klenteng-klenteng tersebut juga menyimpan cerita panjang tentang sejarah perdagangan, budaya, dan keberagaman masyarakat Tionghoa di Semarang.

Selain itu, ada juga Pasar Gang Baru yang sudah menjadi ikon kawasan Pecinan selama lebih dari satu abad. Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli, tetapi juga ruang pertemuan berbagai budaya, tradisi, dan aktivitas ekonomi warga setiap harinya.

Dari Kumuh Jadi Lebih Tertata

Hengki masih ingat bagaimana kondisi Gang Baru puluhan tahun lalu. Lorong-lorong pasar dipenuhi lapak yang semrawut, akses warga terganggu, dan kawasan terlihat jauh dari kesan nyaman untuk wisatawan.

Kini perlahan wajah kawasan mulai berubah. Penataan dilakukan di berbagai titik, termasuk pembangunan gapura baru sebagai pintu masuk kawasan. Konsep pasar wisata juga mulai disiapkan tanpa menghilangkan identitas pasar tradisional yang sudah melekat kuat.

“Kita tidak ingin menghilangkan pasar tradisionalnya. Justru kita ingin pasar ini tetap hidup, tapi lebih bersih, lebih tertata, dan lebih menarik,” jelasnya.

Tantangan Terbesar Ternyata soal Kebiasaan

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Krabat Kranggan, Hengky Hidayat Pranadya. (dul)
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Krabat Kranggan, Hengky Hidayat Pranadya. (dul)

Meski potensinya besar, perjalanan menuju desa wisata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Salah satu tantangan utama justru datang dari hal yang paling sederhana, yaitu kebersihan lingkungan.

Menurut Hengki, wisatawan tidak hanya mencari tempat yang unik, tetapi juga kenyamanan saat berkunjung.

“Kebersihan itu yang pertama. Kalau kita sendiri jalan di sini merasa tidak nyaman, bagaimana orang luar mau nyaman?” ujarnya.

Selain itu, membangun kesadaran masyarakat juga menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting. Ia berharap seluruh warga bisa ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi wisatawan, mulai dari menjaga kebersihan hingga menghormati pengunjung yang datang.

“Ini soal kebiasaan. Memang tidak bisa langsung berubah, tapi pelan-pelan saya yakin bisa,” katanya.

Bergerak Meski Tanpa Anggaran Besar

Yang menarik, sebagian besar upaya pengembangan wisata di Kranggan dilakukan dengan semangat gotong royong. Pokdarwis bergerak secara sukarela tanpa dukungan anggaran besar.

Mereka menggandeng komunitas, mencari sponsor, bekerja sama dengan kampus, hingga mengajak mahasiswa ikut mempromosikan kawasan melalui berbagai konten kreatif.

“Kita tidak punya banyak uang, tapi kita punya kemauan. Kadang yang penting bukan uangnya dulu, tapi bagaimana meyakinkan orang bahwa kita serius,” tutur Hengki.

Keseriusan itu mulai membuahkan hasil. Sejumlah kampus, komunitas kreatif, pelaku wisata, hingga pemerintah mulai melirik Kranggan sebagai kawasan yang memiliki potensi besar untuk berkembang.

Dalam waktu dekat, puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga akan terlibat membuat konten promosi wisata. Festival mural dan berbagai agenda budaya lainnya pun sudah masuk dalam rencana pengembangan kawasan.

Bukan Sekadar soal Wisata

Bagi Hengki, tujuan akhirnya bukan sekadar membuat Kranggan viral atau ramai wisatawan. Yang lebih penting adalah bagaimana warga setempat bisa ikut merasakan manfaat dari perkembangan tersebut.

“Kalau wilayah ini maju, yang menikmati pertama ya warga sini sendiri. UMKM hidup, budaya terjaga, orang luar datang. Itu yang kami perjuangkan,” katanya.

Di tengah ramainya Pasar Gang Baru yang terus berdenyut setiap hari, mimpi besar itu perlahan sedang dibangun. Bukan dengan modal besar atau proyek mewah, melainkan lewat gotong royong, rasa memiliki, dan kecintaan warga terhadap kampung halamannya sendiri.

Dan bagi warga Kranggan, perjalanan menuju desa wisata bukan lagi sekadar wacana. Langkah pertamanya sudah dimulai hari ini. (dul)

You Might Also Like

Jateng Mau Jual Wisata Halal, Pemda Mulai Pasang Kuda-Kuda

Imlek Bukan Cuma Barongsai: Menpar Sidak Sam Poo Kong

Bos Minyak Riza Chalid Jadi Tersangka Tapi Sudah di Singapura

Kejati Jateng Gaspol Lacak Aset Korupsi Kakao yang Libatkan Dosen UGM

BREAKING NEWS: Kader Gerindra Bupati Tulungagung Terjaring OTT KPK

TAGGED:desa wisatagang baruheadlinekrangganpecinanpokdarwisSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article AHLI--Ketua Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Dewan Pers, Abdul Manan meninggalkan ruang sidang usai dimintai keterangan di sidang gugatan TAGP vs Kemenhub di PTUN Semarang, Kamis (11/6/2026). (bae) Gugat Pernyataan Pejabat di Media, TAGP Hadirkan Ahli Dewan Pers
Next Article NAIK KERETA--Pengguna layanan kereta api menikmati perjalanan dengan KA Gumarang. (bae) Kereta Api Makin Kekinian, 7 KA New Generation Layani Penumpang Daop Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ilustrasi koruptor.

Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Korupsi MBG, 32 Nama Terduga Viral di Media Sosial

Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip, FX Sugiyanto. (ist)

Kunci Rupiah Mau Bangkit? Guru Besar Undip Bilang MBG dan KDMP Harus Dievaluasi

MELANGITKAN DOA - Seorang perempuan menyalakan dan menaruh dupa setelah berdoa di sebuah klenteng di kawasan Pecinan, Semarang. (dul)

Tembok Mural hingga Festival Mooncake Internasional, Geliat Wisata Pecinan Semarang

NAIK KERETA--Pengguna layanan kereta api menikmati perjalanan dengan KA Gumarang. (bae)

Kereta Api Makin Kekinian, 7 KA New Generation Layani Penumpang Daop Semarang

SPOT WISATA - Gang Baru di Pecinan, Kranggan, Semarang, menjadi salah satu daya tarik wisata di Kota Lumpia. (dul)

Dari Gang Baru Pecinan ke Desa Wisata, Mimpi Besar Kranggan yang Beranjak Jadi Nyata

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Perbaikan Ruas Cepu-Randublatung: Pemprov Gelontorkan Rp34 Miliar

Juni 10, 2026
Puluhan pemuda diduga pelaku balap liar di Kota Semarang digiring polisi, Minggu (11/1/2026). (ist)
Info

Adu Kencang Tengah Malam, Puluhan Pemuda Semarang Kena Sikat

Januari 11, 2026
Kecelakaan truk gandeng bermuatan kopi kemasan di Arteri Yos Sudarso Semarang, Jumat (6/2/2026).
Info

Detik-detik Truk Gandeng Muntahkan Kopi di Jalan Yos Sudarso Semarang, Gara-gara Putus

Februari 6, 2026
Tangis Eva Pasaribu pecah di MK, saat menjadi saksi penggugat UU TNI. Eva adalah anak wartawan, ayahnya tewas dibakar karena berita.
Hukum

Tangis Anak Wartawan yang Tewas Dibakar karena Berita Pecah di MK: ‘Saya Sebatang Kara!’

Januari 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dari Gang Baru Pecinan ke Desa Wisata, Mimpi Besar Kranggan yang Beranjak Jadi Nyata
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?