BACAAJA, YOGYAKARTA- Bagi banyak pemain Mobile Legends dan Game MOBA lainnya, bermain selama berjam-jam mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Apalagi saat sedang push rank atau mengikuti turnamen. Namun, tanpa disadari, kebiasaan tersebut bisa memberikan dampak pada kondisi tubuh, terutama pada otot leher, bahu, hingga lengan.
Hal itulah yang diteliti oleh Azzahra Khairuna, mahasiswi Program Magister Teknik Industri Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui penelitian tesisnya, Azzahra mencoba melihat bagaimana aktivitas bermain gim MOBA di perangkat seluler memengaruhi kondisi otot para pemain.
Baca juga: Turnamen FF Semarang Kembali Digelar, RIKAS Cari Juara Baru
Penelitian tersebut belakangan ramai dibicarakan di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @expmoba. Unggahan itu mendapat lebih dari 32,3 ribu likes dan ratusan komentar dari warganet yang mengaku tertarik dengan temuan tersebut.
Salah satu komentar yang mencuri perhatian datang dari akun @miminnby_.
“Kalimat ‘udah IMO belum?’ tidak berlaku karena beliau sudah IMO dan berprestasi,” tulis akun tersebut.
Komentar itu pun mengundang respons positif dari pengguna lain yang mengapresiasi pencapaian Azzahra. Tak sedikit yang menilai penelitian tersebut menarik karena mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan para pemain gim sehari-hari.
Kondisi Berbeda
Dalam penelitiannya, Azzahra melibatkan 12 pemain MOBA dengan level Mythic berusia 21 hingga 24 tahun. Para responden diminta bermain selama satu jam menggunakan smartphone dan tablet dalam beberapa kondisi berbeda, baik menggunakan penyangga lengan maupun tanpa penyangga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bermain selama 60 menit tanpa jeda membuat otot bekerja lebih keras dan mengalami kelelahan. Bagian tubuh yang paling terdampak adalah leher, bahu, serta lengan bawah yang terus digunakan selama permainan berlangsung.
Baca juga: AXIS CUP 2026 Ngegas di 88 Kota: Push Rank Kini Bisa Jadi Jalan Karier
Kondisi paling berat ditemukan saat pemain menggunakan tablet tanpa penyangga lengan. Sebaliknya, penggunaan arm support atau penyangga lengan terbukti membantu mengurangi beban pada otot sehingga pemain merasa lebih nyaman saat bermain.
Berdasarkan temuannya, Azzahra menyarankan para pemain untuk tidak terus-menerus bermain tanpa istirahat. Peregangan ringan setiap 35 hingga 50 menit dinilai dapat membantu mengurangi ketegangan otot dan menurunkan risiko cedera dalam jangka panjang.
Di tengah perkembangan industri e-sports yang semakin pesat, penelitian ini menjadi pengingat bahwa kesehatan fisik pemain juga perlu mendapat perhatian. Sebab, kemampuan bermain yang baik tidak hanya ditentukan oleh strategi dan mekanik permainan, tetapi juga kondisi tubuh yang tetap prima. (dul)

