Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Glamping Maut Temanggung: Butuh 5 Hari
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Glamping Maut Temanggung: Butuh 5 Hari

R. Izra
Last updated: Mei 30, 2026 8:30 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
KETERANGAN PERS - Kasat Reskrim Polres Temanggung, I Komang Mahendra Deputra menjelaskan penanganan kasus kematian korban glamping Posong. (ist)
KETERANGAN PERS - Kasat Reskrim Polres Temanggung, I Komang Mahendra Deputra menjelaskan penanganan kasus kematian korban glamping Posong. (ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Polisi masih belum menyimpulkan penyebab pasti tewasnya satu keluarga saat glamping di kawasan Posong, Temanggung.

Saat ini, semua sampel dan hasil pemeriksaan masih diuji di Laboratorium Forensik.

Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, bilang hasil labfor belum bisa keluar cepat karena pemeriksaannya cukup banyak.

Bacaaja: Lagi Glamping, Satu Keluarga Tewas di Posong Temanggung
Bacaaja: Lagi Cari Healing Spot? Ini 10 Wisata Purwokerto yang Lagi Hits Banget

Polisi juga masih menunggu hasil autopsi dan uji sampel makanan maupun dugaan gas beracun.

“Kalau kepastiannya menunggu hasil labfor nggih. Pemeriksaan sudah dilaksanakan,” kata Komang, Jumat (29/5/2026).

Menurut dia, hasil laboratorium biasanya keluar dalam waktu dua sampai lima hari. Tapi untuk kasus ini kemungkinan bisa lebih lama karena item pemeriksaannya cukup banyak.

“Mungkin lebih karena dilaksanakan banyak pemeriksaan,” lanjutnya.

Sebelumnya, empat anggota keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal di dalam tenda glamping Safari nomor 3 kawasan wisata Posong. Mereka adalah Muhamad Ali Munawar (52), Maghfirah (43), serta dua anak mereka Bagas Amar Hakiki (21) dan Alvino Evan Hakim (16).

Keluarga itu diketahui datang ke Posong pada Selasa malam sekitar pukul 22.00 WIB menggunakan mobil Honda Jazz putih. Setelah registrasi, mereka diantar menuju tenda glamping untuk bermalam.

Di malam yang sama, korban sempat barbeque dan memakai gas portable buat memasak. Dugaan awal polisi mengarah ke keracunan makanan karena korban membawa bahan makanan sendiri.

Tapi dugaan itu mulai melemah setelah polisi tak menemukan muntahan maupun tanda-tanda korban melakukan perlawanan sebelum meninggal. Polisi justru menemukan indikasi yang lebih kuat ke arah keracunan gas.

Selain gas portable, asap hasil pembakaran barbeque juga diduga masuk dan terjebak di dalam tenda. Kondisi tenda yang tertutup rapat diduga bikin sirkulasi udara minim sehingga gas terkumpul di dalam.

Saat ditemukan petugas, kondisi tenda masih rapi dan tubuh korban sudah kaku. (bae)

You Might Also Like

Awal Tahun, 26 Ribu Calon Haji Jateng Sudah Beresin Bipih

Tolak Tambang Emas Ilegal di Lahan Sendiri, Nenek Saudah Dihajar Preman hingga Terkapar

Jenderal TNI Eks-Ajudan Jokowi Ditahan, Skandal Mega Korupsi BUMD Cilacap

Demak Kebanjiran (Lagi), Pemprov: “Gak Bisa Tambal Sulam Terus”

Wartawan Ngeluh Dilarang Meliput Acara Gubernur

TAGGED:glamping mautglmapingheadlineposongtemanggung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SEPAKAT IMPOR PANGAN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan kenegaraan dan bertemu Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. Prabowo sepakat membuka kran impor pangan, daging dan susu sapi, dari Prancis. (BPMI Sekretariat Presiden) Saat Rupiah Terus-terusan Nyungsep, Presiden Prabowo Buka Kran Impor Pangan dari Prancis
Next Article TANGANI BANJIR--Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin menyampaikan strategi tangani banjir rob saat Rembug Pembangunan Jateng di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jumat (29/5/2026). (bae) Ogah Nanggung Beban Sendirian, Pemkot Semarang Ajak Daerah Lain Kompak Atasi Banjir-Rob

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

November Mulai Basah, Musim Hujan Jateng Bisa 8 Bulan

Demi Challenge Rp1 Juta, Pemuda Bondowoso Lecehkan Al Quran

Jejak Karier Nanang Haryono, Kapolresta Seumur Jagung

Belum Genap 24 Jam Pimpin Sleman, Nanang Langsung Dimutasi

COD Emas Batangan Rp250 Juta Berujung Perampokan di Kediri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Bukan Margoyoso, Pemprov Jateng Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken

Februari 10, 2026
Ilustrasi perbandingan karyawan SPPG dan guru honorer.
Info

Pendidikan Kalah Sama Makan Siang? Guru Honorer Curhat Sulitnya jadi PPPK saat SPPG Diprioritaskan

Januari 23, 2026
Sepak Bola

Tembok Baru Mahesa Jenar! PSIS Resmi Boyong Andy Setyo

Juli 1, 2026
TINJAU VANUE--Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng (depan) dan rombongan meninjau vanue pusat event MTQ Nasional di Lapangan Pancasila Simpang Lima. (ist)
Info

Catat! Daftar 12 Venue dan Cabang Lomba MTQ Nasional di Semarang

September 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Glamping Maut Temanggung: Butuh 5 Hari
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?