BACAAJA, SEMARANG – Buat kamu yang tinggal di Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, dan Boyolali, mending tunda dulu deh acara jalan-jalan outdoor minggu ini.
Soalnya, BMKG baru aja menaikkan status wilayah kalian jadi mode Siaga akibat potensi curah hujan tinggi yang ekstrem banget sampai akhir Mei 2026 nanti.
Kondisi cuaca di daerah-daerah ini diprediksi bakal jauh lebih mendebarkan dibanding wilayah Jawa Tengah lainnya. Hujan lebat yang turun durasinya bisa lama banget dan sering kali datang tiba-tiba pas siang menjelang sore hari.
Bacaaja: Jateng Terancam Kemarau Panjang, M Saleh Wanti-wanti Soal Air dan Pangan
Bacaaja: Indonesia Dikepung 3 Siklon, BMKG Ingatkan Dampak Siklon Tropis Luana di Jateng Selatan
“Hasil monitoring menunjukkan indeks ENSO bulanan sebesar +0.52 yang artinya masuk kondisi El Nino,” kata Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II, Hartanto, Jumat (22/5/2026).
Meskipun status globalnya lagi El Nino yang harusnya identik dengan cuaca panas dan kemarau, anomali iklim lokal justru bikin hujan badai nekat mampir ke daerah kalian.
Gak main-main, curah hujan di wilayah Siaga ini diperkirakan bisa tembus dari 200 hingga lebih dari 300 mm per dasarian.
Curah hujan sepadat itu jelas wajib diwaspadai karena rawan banget memicu bencana hidrometeorologi kayak tanah longsor di daerah lereng dan banjir bandang di dataran rendah.
Selain 3 daerah masuk kategori siaga, ada sekitar 17 daerah lain di Jateng kayak Pekalongan, Brebes, Magelang, sampai Banyumas yang juga ikutan mendung, tapi status mereka masih berada di level Waspada.
Bukan cuma hujan lebat di daratan, BMKG juga mewanti-wanti adanya potensi banjir pesisir alias ROB di pantai utara serta gelombang tinggi yang mengintai perairan selatan Jawa. (bae)

