BACAAJA, SEMARANG- Banjir yang terjadi di kawasan Silayur pada Jumat, (15/5/2026) malam membuat sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan. Kondisi itu sempat menyebabkan kemacetan panjang dari malam hingga Sabtu, (16/5/2026) siang karena proses perbaikan jalan oleh petugas.
Meski arus lalu lintas tersendat, warga justru mengaku lega lantaran perbaikan dilakukan dengan cepat. Mereka menilai langkah tersebut penting untuk mencegah kecelakaan yang lebih parah.
Baca juga: 556 KK Terdampak Banjir Ngaliyan-Tugu
Dwi Wicaksono (38), seorang pengemudi ojek online yang melintas di kawasan itu mengatakan, kemacetan memang tidak bisa dihindari karena proses pembenahan jalan masih berlangsung. Namun menurutnya, kondisi tersebut jauh lebih baik dibanding kerusakan jalan dibiarkan terlalu lama.
“Dari tadi malam sampai siang tadi macetnya memang parah karena ada perbaikan jalan rusak. Tapi saya pribadi bersyukur karena pemerintah gercep memperbaiki jalannya. Kalau tidak langsung dibenahi, takutnya malah memakan korban,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Sabtu (16/5/2026).
Sering Kecelakaan
Hal yang sama juga disampaikan Triansono (52), penjual siomay yang sehari-hari berjualan tidak jauh dari lokasi perbaikan. Ia mengaku cukup sering melihat pengendara mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak di kawasan tersebut.
“Terima kasih banyak kepada pemerintah karena cepat menangani kerusakan jalan di Silayur. Soalnya di sini beberapa kali juga sudah ada kecelakaan. Untung jalan ini segera diperbaiki, jadi bisa mencegah korban lagi,” katanya.
Baca juga: Pemkot Salurkan Bantuan Korban Banjir Tugu dan Ngaliyan
Warga berharap perbaikan jalan bisa segera selesai agar aktivitas masyarakat kembali normal dan arus lalu lintas kembali lancar. Mereka juga berharap ada penanganan lebih lanjut terkait banjir di kawasan Silayur agar kerusakan jalan serupa tidak terus terulang saat hujan deras turun.
Karena buat warga Silayur, yang bikin capek ternyata bukan cuma macetnya. Tapi rasa deja vu tiap hujan deras datang lalu jalan kembali rusak seperti langganan tahunan. (dul)

