Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bagi Rakyat Kecil, Dapur Marhaen Bukan Cuma Soal Makan Gratis: Kami Merasa Diperhatikan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bagi Rakyat Kecil, Dapur Marhaen Bukan Cuma Soal Makan Gratis: Kami Merasa Diperhatikan

R. Izra
Last updated: Mei 11, 2026 8:53 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
DAPUR MARHAEN - Warga antusias mendatangi Dapur Marhaen di Kantor DPD PDIP Jateng, Minggu (10/5/2026). Dapur Marhaen digelar di seluruh kantor PDIP di Jawa Tengah pada tanggal 10, setiap bulan. (dul)
DAPUR MARHAEN - Warga antusias mendatangi Dapur Marhaen di Kantor DPD PDIP Jateng, Minggu (10/5/2026). Dapur Marhaen digelar di seluruh kantor PDIP di Jawa Tengah pada tanggal 10, setiap bulan. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Di tengah hidup yang makin keras dan harga kebutuhan yang rasanya makin nggak ramah, sepiring nasi hangat bisa terasa lebih dari sekadar makanan.

Itulah yang terlihat dalam kegiatan Dapur Marhaen yang digelar PDI Perjuangan Jawa Tengah di Semarang. Suasananya sederhana. Nggak mewah, tapi hangat.

Satu per satu warga datang. Ada driver ojol, tukang becak, buruh harian, sampai pemulung. Sebagian tahu dari teman, sebagian lagi cuma dengar kabar dari mulut ke mulut.

Bacaaja: Pengobatan Gratis di Panti Marhaen Kembali Diserbu Warga
Bacaaja: Mbah Sunarti, Datang Bertongkat, Pulang Bawa Obat Gratis dan Senyum Lega

Buat mereka, tempat itu bukan cuma lokasi makan gratis. Tapi juga ruang kecil untuk merasa “dilihat”.

Di tengah antrean warga, ada Yanto (51). Sehari-hari ia keliling mencari rosok untuk dijual kembali.

Kalau lagi beruntung, bisa bawa pulang uang lumayan. Kalau sepi? Ya seadanya.

“Kalau enggak ada kegiatan begini ya saya cari rosok keliling,” katanya pelan, Minggu (10/5/2026).

Penghasilannya nggak menentu. Kadang sehari cuma dapat belasan ribu rupiah. Tapi kebutuhan rumah tetap harus jalan.

Karena itu, buat Yanto, makan gratis seperti ini bukan hal kecil.

“Ya lumayan, makan dapat, jadi bisa sedikit membantu,” ujarnya sambil tersenyum.

Cerita serupa datang dari Al-Muthohar (67), seorang pemulung yang juga ikut antre menikmati makan gratis.

Di usianya yang nggak lagi muda, ia masih harus memungut botol plastik dan barang bekas demi bertahan hidup. Makanya, saat ditanya soal harapannya, jawabannya sederhana banget.

“Kalau bisa tiap hari,” katanya.

Bukan tanpa alasan. Menurutnya, masih banyak warga kecil yang tiap hari pusing mikirin makan dan pekerjaan.

“Kalau rakyat kecil kayak saya ini dibantu, ya senang. Kami jadi merasa diperhatikan,” ujarnya.

Nggak cuma makan gratis, layanan pengobatan gratis di lokasi juga jadi hal yang paling disyukuri warga.

“Kesehatan juga bagus. Orang sakit bisa periksa gratis, itu membantu sekali,” tambahnya.

Buat banyak orang, program kayak gini mungkin terlihat sederhana. Tapi buat warga seperti Yanto dan Al-Muthohar, perhatian kecil bisa terasa besar.

Karena kadang, yang dibutuhkan rakyat kecil bukan cuma bantuan materi. Tapi juga perasaan bahwa mereka belum dilupakan. (dul)

You Might Also Like

Posting Hina Nyepi, WNA Swiss Langsung Kena Proses Hukum

Musisi Muda Semarang Kuasai Panggung Christopherus Band & Bass Competition

Perubahan Iklim dan Pemanasan Global Picu Peningkatan Rob di Pesisir. Apa Yang Harus Dilakukan?

Banjir Kanal Barat Meluap setelah Hujan Deras, Permukiman Semarang Terendam

Ojol Kebagian BHR Lebaran! Bonus Lebih Gemuk Buat Mitra

TAGGED:dapur marhaenpdippdip jatengrakyat kecilwong cilik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article DIALEK SEMARANGAN - Dialek Semarangan bukan sekadar logat bahasa, tapi merupakan identitas. Dialek Semarang yang Kian Tenggelam di Kota Sendiri
Next Article ANTUSIAS - Seorang driver ojol antusias mengambil menu makan di Dapur Marhaen, Kantor DPD PDIP Jateng, Minggu (10/5/2026). Seluruh menu makanan di Dapur Marhaen dimasak oleh kader partai dan relawan, mencerminkan tingginya gotong royong. (dul) Seluruh Menu Dapur Marhen Diracik Kader dan Relawan, Messy: Semangat Gotong Royong

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Tengah, Dhoni Widianto. (dul)

Jateng Kekurangan Nakes, Pemprov Usulkan 2.076 Formasi CASN pada 2026

Ratusan Perusahaan di Semarang Nunggak BPJS, Utangnya Tembus Rp13,7 Miliar

Salatiga Bakal Jadi “Istana” Dadakan, 100 Lebih Raja dan Sultan Siap Kumpul

Perundungan di SMP Nasima Disorot, FPDI-P Minta Disdik Jangan Diam

Ilustrasi gempa bumi.

Gempa Kembar Guncang Venezuela, Perkiraan Korban Capai 100.000 Jiwa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Pendidikan

Dusun Buddhis Krecek Mulai Dilirik Wisatawan

Mei 18, 2026
Ilustrasi Bank Syariah.
Ekonomi

Wow! Asetnya Capai Rp12 Triliun, 33 BPR BKK se-Jateng akan Merger jadi Bank Syariah

Mei 29, 2025
Ekonomi

Ekspor Ngebut, Cabai Ikut Melambung

Juni 3, 2026
Wali Kota Solo Respati saat hadiri peringatan 25 Tahun Baznas Surakarta, Rabu (28/1/2026).
Info

Respati Gandeng Baznas: Zakat Bisa Jadi Senjata Lawan Kemiskinan dan Pengangguran

Januari 28, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bagi Rakyat Kecil, Dapur Marhaen Bukan Cuma Soal Makan Gratis: Kami Merasa Diperhatikan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?