Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Luthfi: Pelaku Ekraf Jangan Cuma Viral, Tapi Juga Buka Peluang Kerja
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Luthfi: Pelaku Ekraf Jangan Cuma Viral, Tapi Juga Buka Peluang Kerja

Di zaman semua orang pengin jadi content creator, jualan online, atau bikin brand sendiri, ekonomi kreatif bukan lagi sekadar tren anak nongkrong sambil buka laptop di coffee shop. Sekarang, sektor ini mulai dilirik serius sebagai mesin pembuka lapangan kerja baru, apalagi saat kondisi ekonomi global lagi suka bikin deg-degan.

T. Budianto
Last updated: Mei 9, 2026 8:32 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
GEKRAFS PEDULI: Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi menghadiri peluncuran program Gekrafs Peduli di Ibis Styles Semarang Simpang Lima, Sabtu (9/5/2026). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi melempar pesan cukup relevan buat para pelaku ekonomi kreatif: jangan cuma kreatif buat tampil keren di media sosial, tapi juga harus bisa menciptakan peluang kerja baru.

Pesan itu disampaikan saat peluncuran program Gekrafs Peduli yang digelar Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Jawa Tengah di Ibis Styles Semarang Simpang Lima, Sabtu (9/5/2026).

Baca juga: Ekonomi Jateng Ngebut 5,89 Persen

Menurut Luthfi, ekonomi kreatif sekarang punya peran penting karena bisa tumbuh dari siapa saja. Nggak melulu anak muda, nggak harus orang bermodal besar, dan nggak harus punya kantor estetik dulu baru bisa mulai. “Ekonomi kreatif ini bisa tumbuh untuk dirinya sendiri maupun orang lain,” kata Luthfi.

Di tengah kondisi ekonomi global yang lagi nggak bisa dibilang santai, sektor kreatif dianggap jadi salah satu jalur yang masih punya peluang besar buat bergerak. Apalagi Jateng sekarang mulai jadi magnet investasi. Masalahnya, investasi aja nggak cukup kalau kreativitas manusianya jalan di tempat.

Ide Baru

Karena itu, Luthfi mendorong para pelaku usaha kreatif buat terus cari ide baru, bikin inovasi, dan nggak cepat puas cuma karena sempat viral seminggu. “Kreativitas anak muda harus kita tonjolkan agar bisa tetap eksis,” lanjutnya. Menariknya, acara ini nggak cuma ngomongin bisnis dan cuan. Lewat program Gekrafs Peduli, komunitas ekonomi kreatif juga diajak buat punya sisi sosial.

Ketua Gekrafs Jateng, Berty Diah Rahmana bilang, kalau ekonomi kreatif nggak seharusnya berhenti di urusan profit. “Bukan hanya kreativitas atau keuntungan ekonomi saja, tapi juga menumbuhkan jiwa sosial,” ujarnya.

Baca juga: HIPMI Semarang Resmi Dilantik, Wali Kota: Saatnya Anak Muda Jadi Mesin Ekonomi Kota!

Program Gekrafs Peduli rencananya bakal rutin digelar tiap bulan dan nggak cuma fokus di Semarang. Beberapa daerah seperti Solo, Demak, Kendal, dan wilayah lain juga bakal jadi sasaran kegiatan sosial berikutnya.

Gekrafs Jateng juga membuka kolaborasi dengan banyak pihak, mulai dari Baznas, Dinas Sosial, komunitas, sampai dunia usaha. Acara peluncuran ini turut dihadiri Wakil Ketua Umum Gekrafs, Laja Lapian, lengkap dengan santunan anak yatim dan tausiah bersama Muhammad Assad.

Dan mungkin sekarang memang zamannya begini: kreativitas nggak cukup cuma bikin feed Instagram rapi. Karena pada akhirnya, ide yang paling dicari bukan yang paling aesthetic, tapi yang bisa bikin orang lain ikut punya pekerjaan. (tebe)

You Might Also Like

Sabar, UMP-UMK Jateng 2026 Bakal Diketok 24 Desember

Cek Layanan KA, Wagub Sambangi Stasiun Tawang

Bukan Sekadar Pawai, Kepri Bawa Tugu Bahasa ke MTQ Semarang

Sri Mulyani Direshuffle, IHSG Langsung Goyang. Pasar Panik?

Green Run 2025 Dorong Semangat Industri Ramah Lingkungan

TAGGED:ekonomi kreatifgekrafs jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ucapan Trump Makin Panas, Iran Malah Kian Susah Ditekan
Next Article Agustina Ogah Balikin Jabatan, Eks Bos PDAM Dipaksa Duel Lagi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kampung Semarang Punya Cerita, Pemuda Diajak Bikin Jadi Wisata

Korban Pengeroyokan di Veteran Semarang Minta Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Ospek Maba UPGRIS Angkat Konflik Agraria, Caping Jadi Simbol Sikap

Stunting Jateng 9,93 Persen, Demak dan Semarang Jadi Contoh

PENERIMAAN MABA - Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H. mengalungkan ID card sebagai simbol selamat datang dan mengikuti upacara penerimaan kepada mahasiswa baru, Selasa (22/9/2026). (ist)

Bukan Cuma Gelar, Rektor UPGRIS Tekankan Makna di Balik Prestasi

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Ketika Kampus Diajak Bangun Daerah

Desember 28, 2025
Ekonomi

Tol Bawen-Yogyakarta Ditarget Beroperasi 2026

Juli 26, 2025
Info

Atasi RTLH, Jateng Pilih Gotong Royong

Mei 14, 2026
PENGURUS MUI: Pengukuhan pengurus MUI Provinsi Jawa Tengah masa khidmat 2026-2031 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (24/8/2026). (Dok Pemprov Jateng)
Info

Pengurus MUI Jateng Dikukuhkan

Agustus 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Luthfi: Pelaku Ekraf Jangan Cuma Viral, Tapi Juga Buka Peluang Kerja
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?