Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ucapan Trump Makin Panas, Iran Malah Kian Susah Ditekan
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Ucapan Trump Makin Panas, Iran Malah Kian Susah Ditekan

Dalam beberapa kesempatan, Trump terdengar makin frontal saat bicara soal Iran. Ia sempat menyebut bahwa seluruh peradaban Iran bisa “musnah” jika konflik terus berlanjut. Ucapan itu langsung memicu gelombang kritik karena dianggap terlalu berlebihan dan berbahaya, apalagi keluar dari seorang pemimpin negara besar dengan kekuatan militer raksasa.

Nugroho P.
Last updated: Mei 9, 2026 8:18 pm
By Nugroho P.
7 Min Read
Share
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
SHARE

BACAAJA, AMERIKASERIKAT – Hubungan Amerika Serikat dan Iran lagi-lagi masuk fase panas yang bikin dunia ikut waswas. Di tengah negosiasi yang disebut mulai mentok, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, justru melontarkan sederet pernyataan keras yang langsung menyita perhatian internasional. Ancaman demi ancaman muncul, mulai dari peringatan soal kehancuran Iran sampai ucapan bernada agresif yang dianggap banyak pihak sudah kelewat ekstrem.

Situasi ini makin ramai setelah laporan menyebut pembicaraan antara Washington dan Teheran dalam beberapa pekan terakhir tidak berjalan mulus. Harapan munculnya titik damai perlahan memudar, sementara tensi di lapangan malah naik drastis. Banyak pengamat melihat suasana sekarang bukan lagi sekadar perang urat saraf biasa, tapi sudah mengarah pada konflik terbuka yang bisa melebar ke mana-mana.

Dalam beberapa kesempatan, Trump terdengar makin frontal saat bicara soal Iran. Ia sempat menyebut bahwa seluruh peradaban Iran bisa “musnah” jika konflik terus berlanjut. Ucapan itu langsung memicu gelombang kritik karena dianggap terlalu berlebihan dan berbahaya, apalagi keluar dari seorang pemimpin negara besar dengan kekuatan militer raksasa.

Alih-alih membuat Iran gentar, ancaman tersebut justru dinilai memancing semangat perlawanan baru di dalam negeri Iran. Banyak analis menilai gaya bicara keras seperti itu malah memperkuat sentimen anti-Amerika di kalangan publik dan elite politik Iran. Situasi yang awalnya masih bisa diredam kini malah terasa makin sulit dikendalikan.

Meski pihak pemerintahan Trump masih menyebut gencatan senjata dengan Iran tetap berlaku, kenyataan di lapangan memperlihatkan hal berbeda. Dalam beberapa hari terakhir, kedua negara disebut kembali saling melancarkan serangan yang memperkeruh suasana kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat pada Kamis lalu meluncurkan serangan yang mereka klaim sebagai aksi pertahanan diri. Targetnya disebut berkaitan dengan fasilitas militer yang diduga terlibat dalam ancaman terhadap tiga kapal Angkatan Laut AS di kawasan Selat Hormuz, jalur laut strategis yang selama ini jadi titik sensitif perdagangan minyak dunia.

Sementara dari pihak Iran, serangan itu langsung dianggap sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Teheran menilai tindakan terhadap kapal-kapal Amerika hanyalah balasan atas dugaan pemboman kapal tanker minyak Iran sehari sebelumnya. Kedua pihak kini sama-sama merasa berada di posisi defensif, tetapi tetap saling serang lewat pernyataan maupun aksi militer.

Di depan wartawan, Trump kembali mengeluarkan nada ancaman yang bikin situasi makin panas. Ia mengatakan jika gencatan senjata benar-benar runtuh, maka dampaknya akan langsung terasa besar. Trump juga meminta Iran segera menyetujui perjanjian damai jika tidak ingin menghadapi konsekuensi yang lebih berat.

Pernyataan itu langsung menuai kecaman dari berbagai kalangan internasional. Banyak yang khawatir ucapan tersebut bisa dimaknai sebagai ancaman penggunaan kekuatan destruktif berskala besar. Kekhawatiran muncul karena retorika seperti itu dinilai berpotensi menyeret konflik menuju level yang lebih mengerikan.

Sejumlah pengamat hubungan internasional bahkan mulai menyinggung kemungkinan pelanggaran hukum internasional jika ancaman terhadap infrastruktur sipil benar-benar diwujudkan. Dalam hukum perang internasional, serangan yang berdampak besar terhadap warga sipil bisa memicu tudingan kejahatan perang dan memancing tekanan global.

Pemimpin redaksi Responsible Statecraft, Kelley Beaucar Vlahos, ikut menyoroti ironi dari konflik tersebut. Menurutnya, situasi yang awalnya disebut bertujuan mencegah Iran memiliki senjata nuklir kini malah dipenuhi retorika bernuansa ancaman nuklir dari pihak lain.

Pernyataan keras Trump juga mendapat sorotan tajam dari organisasi National Iranian American Council atau NIAC. Organisasi itu menilai ancaman menghancurkan Iran bukan sesuatu yang bisa dianggap normal dalam diplomasi internasional modern.

NIAC menyebut ucapan seperti itu sangat berbahaya karena menyangkut keselamatan jutaan warga sipil. Mereka mengingatkan bahwa konflik besar di Timur Tengah selalu membawa dampak kemanusiaan panjang, mulai dari korban jiwa, pengungsian, hingga runtuhnya stabilitas kawasan.

Tak cuma itu, NIAC juga mempertanyakan kapasitas kepemimpinan Trump dalam mengambil keputusan yang menyangkut perang dan keselamatan manusia. Organisasi tersebut mendesak para pejabat politik dan militer Amerika Serikat untuk benar-benar memperhatikan ancaman tersebut agar tidak berkembang menjadi tindakan yang melanggar hukum internasional.

Di dalam negeri Amerika sendiri, pernyataan Trump sebenarnya bukan pertama kali memicu kontroversi. Sebelumnya, sejumlah anggota Kongres dari Partai Demokrat juga pernah melontarkan kritik keras terhadap gaya kepemimpinan Trump yang dianggap terlalu agresif dalam urusan luar negeri.

Beberapa politikus Demokrat bahkan sempat mendorong evaluasi konstitusional terhadap kepemimpinan Trump ketika retorika perang dianggap makin berlebihan. Mereka khawatir keputusan emosional bisa membawa Amerika ke konflik besar yang sulit dikendalikan.

Situasi di Selat Hormuz kini juga menjadi perhatian dunia internasional. Kawasan itu dikenal sebagai salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia. Sedikit saja konflik membesar di wilayah tersebut, efeknya bisa langsung terasa ke harga minyak global dan ekonomi banyak negara.

Pasar internasional sendiri mulai menunjukkan tanda-tanda waspada. Investor memantau ketat setiap perkembangan antara Washington dan Teheran karena konflik militer di Timur Tengah hampir selalu berdampak pada stabilitas energi dunia.

Di media sosial, ucapan Trump juga ramai diperdebatkan. Ada yang mendukung pendekatan keras terhadap Iran, tetapi tidak sedikit yang menilai gaya ancaman terbuka seperti itu justru memperbesar risiko perang besar. Banyak netizen khawatir dunia kembali masuk fase ketegangan global seperti era konflik Timur Tengah beberapa dekade lalu.

Di sisi lain, publik Iran juga dilaporkan semakin emosional melihat pernyataan-pernyataan dari Washington. Sentimen nasionalisme menguat, sementara elite pemerintahan Iran terlihat makin keras dalam merespons tekanan Amerika Serikat.

Para analis menilai kondisi sekarang sangat rawan salah langkah. Sedikit kesalahan komunikasi atau aksi militer kecil saja bisa memicu eskalasi besar yang sulit dihentikan. Apalagi kedua negara sama-sama mempertahankan posisi keras di depan publik internasional.

Meski begitu, sebagian pengamat masih berharap jalur diplomasi belum benar-benar tertutup. Negosiasi disebut masih mungkin dilakukan jika kedua pihak mulai menurunkan tensi dan menghentikan retorika yang memancing emosi.

Untuk saat ini, dunia hanya bisa menunggu apakah ancaman demi ancaman itu akan berhenti sebagai perang kata-kata, atau justru berubah menjadi konflik yang benar-benar mengguncang kawasan Timur Tengah dalam waktu dekat. (*)

You Might Also Like

Kesiapan Lebaran, Respati Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Terkendali

Waduuuh! Jaksa Terjaring OTT KPK di Banten, Duit Rp900 Juta Disita

Pekerja Media Suara Merdeka Kecewa, Tawaran Solusi Disnaker Dianggap Nggak Adil

Baru Tahu Ada Lapor Semar? Sama, Bro!

Viral Insiden Motor Terbakar, Pertamina Akhirnya Tutup SPBU Sriwijaya Semarang: Evaluasi!

TAGGED:amerikaasirantrumpucapan trump
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Perjuangan Atikah Nyisihin Separuh Gaji Demi Rumah Impian
Next Article Luthfi: Pelaku Ekraf Jangan Cuma Viral, Tapi Juga Buka Peluang Kerja

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Duduk Lama di Sadel Bikin Panik, Faktanya Prostat Tetap Aman

Agustina Ogah Balikin Jabatan, Eks Bos PDAM Dipaksa Duel Lagi

Luthfi: Pelaku Ekraf Jangan Cuma Viral, Tapi Juga Buka Peluang Kerja

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Ucapan Trump Makin Panas, Iran Malah Kian Susah Ditekan

Perjuangan Atikah Nyisihin Separuh Gaji Demi Rumah Impian

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Kejaksaan Agung dalami kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Kasus ini menyeret mantan Mendikbud Nadiem dan pejabat lain, dengan kerugian negara mencapai Rp1,98 triliun. Foto: dok.
Hukum

Barisan Menteri Era Jokowi yang Terseret Korupsi, Siapa Lagi Menyusul?

September 6, 2025
Info

Fokus Benahi Infrastruktur, Pemkot Gercep Respons Aduan

April 29, 2026
Pendidikan

Satpol PP Masuk Sekolah: “Keren Itu Nggak Ngerokok”

Mei 6, 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, meninjau Gerakan Pangan Murah di Kampung Lasipin RT.03/RW.04, Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur, Sabtu (30/8).
Daerah

Gerakan Pangan Murah Semarang, Wali Kota Agustina Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

Agustus 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ucapan Trump Makin Panas, Iran Malah Kian Susah Ditekan
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?