BACAAJA, BANDUNG – Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 makin dekat, tapi suasana persiapannya tahun ini terasa sedikit berbeda. Bukan cuma peserta yang mulai deg-degan belajar dan latihan soal, pihak kampus penyelenggara juga sibuk menyiapkan sistem pengawasan ekstra ketat demi mencegah praktik curang selama ujian berlangsung.
Salah satu kampus yang mulai serius memperkuat pengamanan adalah Universitas Padjadjaran atau Unpad. Kampus ini menyiapkan sejumlah langkah khusus untuk mengantisipasi berbagai bentuk kecurangan teknologi yang belakangan makin canggih dan sulit ditebak.
Kalau biasanya peserta UTBK hanya datang, cek kartu ujian, lalu masuk ruangan, tahun ini suasananya diprediksi bakal lebih ketat. Unpad bahkan menyiapkan pemeriksaan menggunakan metal detector, body search, sampai alat pendeteksi sinyal untuk memeriksa peserta sebelum ujian dimulai.
Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar ruang ujian benar-benar steril dari perangkat komunikasi ilegal.
Menurut Dandi, alat pendeteksi sinyal yang digunakan nantinya akan mencari perangkat tersembunyi yang tersambung lewat Bluetooth maupun jaringan internet. Jadi bukan cuma ponsel biasa yang diwaspadai, tetapi juga alat-alat mini berteknologi komunikasi yang bisa dipakai untuk berbuat curang.
Belakangan memang makin banyak modus kecurangan berbasis teknologi yang bikin kampus harus berpikir lebih jauh. Mulai dari earphone super kecil, kamera tersembunyi, sampai perangkat mini yang sulit terdeteksi mata biasa mulai jadi perhatian serius panitia ujian nasional.
Karena itu, pemeriksaan fisik peserta sebelum masuk ruang ujian dianggap penting. Body search dan metal detector dipakai untuk memastikan tidak ada alat elektronik mencurigakan yang lolos ke dalam ruangan.
Langkah ketat ini juga muncul karena UTBK sekarang jadi salah satu jalur paling kompetitif masuk perguruan tinggi negeri. Persaingan tinggi kadang membuat sebagian orang nekat mencari jalan pintas demi bisa lolos ke kampus impian.
Meski begitu, pihak Unpad menegaskan pemeriksaan dilakukan sebagai langkah preventif, bukan untuk membuat peserta takut. Kampus ingin memastikan seluruh peserta punya kesempatan yang sama dan menjalani ujian secara adil tanpa gangguan praktik curang.
UTBK SNBT sendiri dijadwalkan berlangsung serentak mulai 21 hingga 30 April 2026. Ribuan peserta dari berbagai daerah diperkirakan akan memadati lokasi ujian, termasuk di kampus-kampus besar yang menjadi pusat pelaksanaan tes.
Untuk persiapan teknis, Unpad mengaku sudah hampir sepenuhnya siap. Infrastruktur pendukung ujian disebut sudah mencapai 100 persen, termasuk instalasi aplikasi ujian di ratusan komputer yang akan dipakai peserta selama tes berlangsung.
Total ada sekitar 675 unit komputer yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan UTBK di lingkungan Unpad. Semua perangkat tersebut telah dipasang sistem ujian dan dicek agar berjalan optimal saat hari pelaksanaan tiba.
Bukan cuma perangkat komputer, kesiapan sumber daya manusia juga mulai dimatangkan. Perekrutan pengawas, teknisi ruang, hingga petugas pendukung lainnya disebut sudah mencapai sekitar 90 persen.
Dandi mengatakan pihak kampus optimistis seluruh kebutuhan pelaksanaan ujian akan terpenuhi tepat waktu. Kampus juga ingin memastikan peserta bisa menjalani ujian dengan nyaman tanpa kendala teknis berarti.
Selain fokus pada pengawasan, Unpad tahun ini juga menyiapkan daya tampung mahasiswa baru dalam jumlah cukup besar. Total ada 9.443 kursi yang dibuka untuk penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026.
Jumlah tersebut terdiri dari 8.257 kursi jenjang sarjana atau S1 dan 1.186 kursi untuk program sarjana terapan atau D4. Ribuan kursi itu akan diperebutkan melalui beberapa jalur seleksi berbeda.
Untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP, Unpad menyediakan kuota sekitar 25,5 persen. Jumlahnya setara dengan lebih dari dua ribu kursi khusus jalur prestasi akademik.
Sementara jalur SNBT melalui UTBK mendapat kuota sekitar 33,6 persen atau sekitar 2.775 mahasiswa baru. Jalur ini diprediksi tetap jadi favorit karena memberi kesempatan bagi peserta dari berbagai daerah untuk bersaing lewat hasil ujian.
Menariknya, kuota terbesar justru datang dari jalur seleksi mandiri. Unpad menyediakan lebih dari 3.300 kursi atau sekitar 40 persen dari total daya tampung melalui jalur tersebut.
Di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri, pengawasan ekstra dalam pelaksanaan UTBK kini memang jadi perhatian utama banyak kampus. Sebab selain mencari mahasiswa terbaik, kejujuran selama proses seleksi juga dianggap sama pentingnya agar hasil ujian benar-benar mencerminkan kemampuan asli peserta. (*)

