BACAAJA, SEMARANG– Gerakan bersih sungai di Jateg bakal naik level. Gubernur Ahmad Luthfi terang-terangan siap all-in dukung aksi lingkungan dari komunitas Sungai Watch.
Bahkan, saking seriusnya, Luthfi sempat nyeletuk santai tapi dalem, “Kalau perlu ngantor di tempat saya.” Nggak cuma basa-basi, dia siap nyediain ruang buat kolaborasi biar gerakan bersihin sungai makin ngebut.
Baca juga: Warga Bersih-bersih Kali Banger
Kolaborasi ini nyambung sama misi besar: sungai bersih, lingkungan hijau, dan target zero sampah yang lagi didorong pemerintah. Di balik gerakan ini, ada trio bersaudara asal Prancis, Gary Benchegib, Kelly Benchegib, dan Sam Benchegib yang udah lama “jadi warga lokal” di Bali.
Mereka lagi menjalankan misi ekstrem bertajuk Run for Rivers: lari 1.200 km dari Bali ke Jakarta. Tujuannya? Satu: nemuin sungai-sungai yang “butuh pertolongan” karena penuh sampah. “Kalau bisa kolaborasi, impact-nya bakal gila banget,” kata Sam, sambil lempar tantangan ringan ke Gubernur buat ikut lari bareng.
Upaya Pemprov
Di sisi lain, Pemprov Jateng juga nggak tinggal diam. Dari kampanye pilah sampah dari rumah, sampai proyek gede kayak pengolahan sampah jadi listrik di kawasan aglomerasi Semarang Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya.
Belum lagi teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) yang udah jalan di Banyumas dan mulai direplikasi ke banyak daerah. Plus, ada juga program ambisius: tanam satu juta mangrove di sepanjang Pantura. Sejauh ini, sudah menjangkau ratusan kilometer garis pantai.
Sementara itu, perjalanan tim Sungai Watch masih lanjut. Mereka sudah masuk wilayah ke-14, sekarang lagi di Kendal, dan terus melaju ke Jakarta. Di Jateng sendiri, mereka sudah “turun tangan” di Blora, Grobogan, Demak, sampai Kota Semarang.
Baca juga: Solo Bakal Punya Wali Jogo Kali, Respati Resik-resik Sungai setelah Olahraga Pagi
Targetnya, misi ini kelar 24 Mei 2026, tapi efeknya diharapkan nggak berhenti di situ. “Setiap hari ada tim yang nyari sungai mana yang paling butuh dibersihin. Di Jateng, jelas bakal buka cabang,” ujar Sam.
Kadang yang lari jauh justru orang luar negeri, sementara yang deket malah sibuk debat soal siapa yang buang sampah duluan. Untung kali ini, yang satu lari, yang satu nyediain kantor, semoga yang lain nggak cuma jadi penonton di pinggir sungai. (tebe)

