BACAAJA, SEMARANG- Transformasi Posyandu di Jateng lagi digeber habis-habisan. Lewat konsep baru berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), layanan yang dulunya fokus di kesehatan sekarang melebar ke banyak sektor.
Ketua Tim Penggerak (TP) Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin bilang, perubahan ini jadi langkah penting buat mendekatkan layanan dasar ke masyarakat. Sejak keluarnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu resmi nggak cuma ngurus kesehatan.
Ada tambahan lima bidang lain: pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban dan perlindungan masyarakat, serta sosial. “Transformasi ini harus jalan terus, dan dipastikan benar-benar terasa di masyarakat,” kata Nawal saat Peringatan Hari Posyandu Nasional Jateng 2026, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: Dari Posyandu ke Amerika: Cerita Perempuan Semarang yang Bikin Dunia Noleh
Biar nggak cuma konsep, TP Posyandu Jateng juga sudah nyiapin berbagai program di tiap bidang. Di sektor pendidikan, ada PAUD Emas berbasis masyarakat, literasi digital, sampai penguatan perpustakaan desa.
Di bidang kesehatan, fokusnya ke pencegahan stunting lewat program Genting dan layanan kesehatan ibu hamil lewat Kecan Bumil. Sementara di bidang pekerjaan umum, muncul program penyediaan air bersih sampai inovasi “Jelantah Jadi Rupiah”, yang ngajak warga ngolah limbah minyak jadi nilai ekonomi.
Kebun Gizi
Di sektor perumahan, ada Kebun Gizi dan bantuan rumah layak huni untuk warga kurang mampu. Masuk ke ranah keamanan dan sosial, Posyandu juga nggak mau ketinggalan. Ada layanan pengaduan terpadu, patroli kampung, sampai program pemulihan trauma pascabencana.
Yang menarik, sektor sosial juga disentuh lewat Sekolah Lansia dan layanan kesehatan mental berbasis online lewat platform Bahtera Cinta. Biar semua ini nggak cuma jadi wacana, TP Posyandu Jateng sudah teken komitmen bareng 35 kabupaten/kota sejak 2025. Bahkan, program ini sudah masuk ke dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD dan RKPD 2026.
Artinya, secara sistem sudah dipasang. Tinggal eksekusi di lapangan yang jadi penentu. Nawal berharap semua pihak ikut dorong program ini, termasuk kader Posyandu yang jadi ujung tombak di masyarakat.
Baca juga: Posyandu di Tiga Desa Jateng Jadi Role Model
“Harapannya, transformasi ini benar-benar berdampak langsung ke kualitas hidup warga,” ujarnya. Di momen peringatan Hari Posyandu Nasional itu, juga digelar berbagai layanan langsung. Mulai dari cek kesehatan gratis, dokter spesialis keliling, layanan administrasi kependudukan, sampai bantuan sosial untuk warga.
Posyandu sekarang sudah naik level, dari sekadar tempat nimbang jadi “mini service center” kehidupan warga. Tapi satu hal yang masih sama: kalau programnya segudang tapi pelaksanaannya setengah-setengah, ya ujung-ujungnya tetap warga yang disuruh “sabar dulu ya.” (tebe)

