Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Sebelum Menikah Prioritas Saya adalah Menghafal Alquran
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Opini

Sebelum Menikah Prioritas Saya adalah Menghafal Alquran

Redaktur Opini
Last updated: April 27, 2026 1:06 pm
By Redaktur Opini
4 Min Read
Share
SHARE

Uswatun Khasanah adalah santriwati di PPPTQ. Al-Hikmah Tugurejo Semarang. Alumnus UIN Walisongo Semarang 2024.

Menyelesaikan hafalan Alquran di pondok pesantren sebaiknya lebih diprioritaskan sebelum menikah.

 

Dalam kehidupan seorang muslimah, terdapat beberapa fase penting yang memerlukan pertimbangan matang. Satu di antaranya ialah menuntut ilmu agama dan memasuki jenjang pernikahan.

Bagi santriwati penghafal Alquran di pondok pesantren, dua hal ini sering kali menjadi pilihan yang tidak mudah ketika keduanya datang dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu diperlukan sikap bijak dalam menentukan prioritas agar tidak menimbulkan konsekuensi yang merugikan pada kemudian hari.

Di Indonesia banyak sekali perdebatan terkait hal tersebut. Akan tetapi dalam pandangan saya menyelesaikan hafalan Alquran di pondok pesantren sebaiknya lebih diprioritaskan sebelum menikah. Hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab terhadap amanah yang telah dimulai ketika memasuki pesantren.

Alasan yang pertama, pernikahan bukan sekadar perubahan status sosial, melainkan sebuah ibadah jangka panjang yang memerlukan tanggung jawab penuh. Seorang istri memiliki kewajiban untuk mengabdi kepada suami sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Hal itu sejalan dengan firman Allah dalam QS. Ar-Rum ayat 21 yang menjelaskan bahwa pernikahan bertujuan menghadirkan ketenangan, kasih sayang, dan tanggung jawab dalam kehidupan.

Apabila hafalan Alquran belum diselesaikan, maka ada tanggung jawab yang belum tuntas. Sementara di sisi lain sudah muncul tanggung jawab baru sebagai istri. Hal itu berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan dalam menjalankan keduanya.

Alasan yang kedua, pernikahan dapat memengaruhi fokus dalam menyelesaikan hafalan. Setelah menikah, seorang istri yang masih tinggal di pondok pesantren harus menjalani kondisi berpisah dengan suami.

Di satu sisi, ia memiliki kewajiban menyelesaikan hafalan. Namun, di sisi lain ada tanggung jawab untuk mendampingi suami. Situasi ini tidak mudah dijalani dan dapat mengganggu konsistensi dalam menghafal Alquran. Sedangkan hafalan Alquran yang telah dimulai merupakan amanah yang perlu diselesaikan dengan sungguh-sungguh sebelum mengambil tanggung jawab besar lainnya.

Alasan yang ketiga, secara fitrah, hubungan suami istri juga mencakup kebutuhan emosional dan biologis. Meskipun suami mungkin memberikan izin dengan sepenuhnya, tetap ada kemungkinan muncul rasa rindu dan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Hal itu dapat memengaruhi kondisi psikologis istri. Dampaknya fokus dalam menyelesaikan hafalan menjadi terganggu, bahkan berpotensi menyebabkan hafalan tidak terselesaikan.

Sebagai seorang santriwati penghafal Alquran, saya menyaksikan secara langsung pengalaman seorang teman yang menikah sebelum menyelesaikan hafalannya. Keputusan tersebut diambil dengan tujuan menjaga diri dari hal-hal yang tidak dianjurkan dalam syariat agama Islam. Namun, dalam praktiknya, ia sering pulang untuk bertemu suaminya, terlebih setelah dikaruniai seorang anak.

Akibatnya, proses hafalannya menjadi terhambat dan tidak kunjung selesai. Hal tersebut menunjukkan bahwa membagi fokus antara pernikahan dan hafalan bukanlah perkara yang mudah. Menyelesaikan hafalan Alquran terlebih dahulu merupakan langkah yang lebih bijak sebelum memasuki kehidupan pernikahan, terutama bagi santriwati yang telah memulai amanah tersebut.

Diperlukan komitmen dan kesabaran untuk menuntaskan hafalan Alquran sebelum memutuskan menikah. Dengan demikian, setelah menikah, seorang muslimah dapat sepenuhnya mengabdikan diri kepada suami dan keluarga tanpa terbebani tanggung jawab yang belum selesai.

Adapun bagi yang telah terlanjur menikah sebelum menyelesaikan hafalan, maka diperlukan kedisiplinan dan pengendalian diri agar tetap dapat menuntaskan amanah tersebut dengan baik. (*)

 

*Tulisan dari penulis esai dan artikel tidak mewakili pandangan dari redaksi. Hal-hal yang mengandung konsekuensi hukum di luar tanggung jawab redaksi.

 

You Might Also Like

Menyoal Ucapan “Anak Bukan Investasi”

Sekolah Enam Hari, Solusi atau Nostalgia?

Bagaimana Quentin Tarantino Mengolok-olok Polisi di Film-Filmnya

Guru Paruh Waktu, Luka Penuh Waktu

Manfaat Sambiloto untuk Mengobati Diabetes Melitus

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Semarang Disulap Jadi “War Room” MBG, Pakar Dunia Turun Gunung
Next Article Foto titik gempa bumi yang terjadi pada Senin (27/4/2026). Pagi Bergetar di Jateng: 3 Gempa Bumi Terjadi Beruntun, Warga Sempat Rasakan Goyang-goyang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Foto titik gempa bumi yang terjadi pada Senin (27/4/2026).

Pagi Bergetar di Jateng: 3 Gempa Bumi Terjadi Beruntun, Warga Sempat Rasakan Goyang-goyang

Sebelum Menikah Prioritas Saya adalah Menghafal Alquran

Semarang Disulap Jadi “War Room” MBG, Pakar Dunia Turun Gunung

Bupati Temanggung Agus Gondrong bersama warga dan perwakilan perusahaan rokok menghadiri prosesi 'Wiwitan' atau mengawali musim tanam tembakau di Lereng Sumbing.

Wiwitan di Lereng Sumbing: saat Doa dan Benih Tembakau Bertemu di Awal Musim Tanam

Peta jalur rel Semarang-Rembang dan kolase foto kondisi stasiun yang berubah fungsi. (ist)

Reaktivasi Jalur Kereta Api Semarang-Rembang, Penting Banget Gak Sih?

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Tangkapan layar channel YouTube Ganjar Pranowo.
Opini

Siswa SD di Ngada Bundir, Ganjar: Ini Bukan Tragedi Personal, tapi Jeritan Sunyi Generasi

Februari 12, 2026
Opini

Belajar dari Venezuela: Melawan Politik Energi Asimetris

Januari 15, 2026
Opini

Ketika Alam Membalas Tuntas

Desember 2, 2025
Gus Yasin dan Romy Rohmahurmuzi memberikan keterengan kepada awak media seusai Muktamar PPP X di Ancol Jakarta. Seperti Muktamar sebelumnya, Muktamar PPP tahun ini juga diwarnahi dengan perpecahan antar kader. Hasilnya, dua kubu salim klaim kemenangan melalui jalur aklamasi partai. Baik kubu incumben Mardionao maupun kubu Agus Suparmanto. Foto: dok.
Opini

Mardiono vs Agus Suparmanto, Drama Faksi PPP yang Tak Pernah Usai

September 28, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Sebelum Menikah Prioritas Saya adalah Menghafal Alquran
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?