BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang bikin gebrakan yang out of the box. Lewat program “Tukar Botol Dapat Lumpia”, warga diajak buat ngumpulin botol bekas, terus ditukar jadi voucher lumpia gratis. Simpel, tapi impact-nya diyakini nggak main-main.
Program ini digelar dalam rangka HUT ke-479 Kota Semarang, dengan target ambisius: bagi-bagi 5.000 lumpia sekaligus memecahkan Rekor Muri. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bilang kalau gerakan ini bukan sekadar bagi-bagi makanan, tapi juga cara halus buat ngajak warga lebih peduli sama sampah.
Baca juga: Pemkot Semarang Gandeng Pesantren Kelola Sampah, Wujudkan Habit Lingkungan Bersih
“Botol bekas yang biasanya dianggap nggak ada nilainya, sekarang bisa ditukar jadi sesuatu yang bermanfaat. Ini juga jadi momentum kebersamaan warga,” ujarnya.
Skemanya gampang banget. Tahap pertama, warga bisa tukar botol bekas di bank sampah terdekat mulai 26 sampai 30 April 2026. Dari situ, mereka bakal dapet voucher lumpia.
Kampanye Lingkungan
Nah, voucher itu bisa ditukar jadi lumpia beneran pada 3 Mei 2026, pagi-pagi banget, dari jam 06.00 sampai 08.00 WIB di Lapangan Pancasila Simpang Lima.
Total ada 5.000 porsi lumpia yang siap dibagikan. Nggak cuma soal makan gratis, tapi juga jadi bagian dari kampanye lingkungan biar warga makin sadar pentingnya memilah sampah dari rumah.
Baca juga: Satu Tahun Agustina-Iswar: Sukses Ubah Sampah Jadi Cuan
Sekalian juga, ini jadi cara Pemkot buat ngegas identitas Semarang sebagai kota lumpia, kuliner legendaris yang udah jadi kebanggaan lokal.
Kadang kita butuh insentif dulu baru peduli lingkungan, dan ternyata, satu lumpia bisa jadi alasan yang cukup kuat. Pertanyaannya, setelah lumpianya habis… botolnya masih mau dipilah, atau balik jadi “urusan nanti”? (tebe)

