BACAAJA, SEMARANG – Perkembangan mode Clash Squad di Free Fire mulai terasa di level komunitas. Turnamen 4v4 di Warmindo Mayoritas, Semarang pada Sabtu (18/4/2026), jadi bukti nyata.
Mode ini berbeda dari Battle Royale yang biasa. Clash Squad lebih mirip duel tim cepat, dengan format 4 orang per tim dan sistem bracket seperti kompetisi e-sport.
CEO RIKAS selaku penyelenggara turnamen, Setiawan Abdul Rouf, menyebut mode ini bikin permainan lebih kompetitif. Polanya juga mirip dengan game lain seperti Mobile Legends.
Bacaaja: Gamers Ngumpul, 121 Tim Serbu Turnamen Free Fire di Warmindo Mayoritas
Bacaaja: Keterbatasan Bukan Penghalang Prestasi, Bupati Temanggung Apresiasi 3 Atlet ASEAN Para Games
“Clash Squad itu satu tim lawan satu tim. Nanti dibikin bagan sampai ketemu final dan perebutan juara tiga,” katanya, Sabtu (18/4/2026).
Menariknya, antusiasme pemain sangat tinggi. Pada turnamen kali ini total 121 tim ikut serta, jauh melampaui perkiraan awal panitia.
Padahal hadiah yang ditawarkan hanya Rp1 juta. Tapi justru itu menunjukkan bahwa pemain sekarang mulai mengejar pengalaman dan kompetisi, bukan sekadar hadiah.
Peserta datang dari berbagai daerah sekitar Semarang. Mulai dari Demak, Kendal, hingga Kabupaten Semarang ikut meramaikan.
Turnamen ini juga jadi bukti kalau ekosistem e-sport lokal mulai hidup. Apalagi RIKAS rutin menggelar event serupa hampir setiap minggu.
Setiawan meyakini, dengan konsistensi seperti ini, bukan tidak mungkin komunitas e-sport daerah bisa berkembang lebih besar. Bahkan jadi jalur lahirnya pemain-pemain potensial ke level yang lebih tinggi. (bae)

